alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Layanan Video Call Gratis Diserbu Napi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Meski pemerintah sudah membebaskan masyarakat untuk mudik Lebaran, namun pemerintah belum mengizinkan adanya kunjungan napi. Tidak heran, jika para narapidana yang menghuni Lapas Banyuwangi mengeluhkan aturan tersebut.

Ratusan napi yang didominasi masyarakat Kabupaten Banyuwangi itu terpaksa masih tetap harus menahan rindu untuk bisa bertemu dengan keluarganya. Sehingga, para napi terpaksa harus berebut antre untuk bisa menikmati layanan video call gratis yang disediakan Lapas Banyuwangi, Selasa (3/5).

Ada empat loket layanan video call gratis yang disediakan. Secara bergiliran, puluhan napi ngobrol bersama keluarganya selama 15 menit melalui layar monitor. Beberapa napi yang menikmati layanan itu, tampak tak bisa membendung air matanya. ”Kalian semua baik-baik di sana (rumah, Red) ya, ayah di sini (lapas, Red) baik-baik saja,” ucap JM, napi kasus narkotika yang divonis lima tahun penjara tersebut.

Baca Juga :  Festival Petik Kopi Gombengsari Sepi Pengunjung

Dengan mata berkaca-kaca, JM juga mengomentari opor ayam yang dikirimkan melalui penitipan makanan Lapas Banyuwangi. ”Sungguh enak masakanmu, Dek (istri, Red). Jaga anak-anak dengan baik ya,” ungkap bapak dua anak tersebut.

JM mengaku, sejak masuk Lapas Banyuwangi di tahun 2019 lalu, dirinya tidak pernah bertemu dengan keluarganya. Sebab, layanan kunjungan ditiadakan. ”Padahal, tahun ini mudik sudah diperbolehkan. Tapi, kenapa kunjungan napi masih belum diperbolehkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) RI Edward Omar Sharif Hairiej menjelaskan bahwa pemerintah masih tengah menggodok aturan kunjungan napi tersebut. Nantinya, akan ada aturan mengenai hal tersebut. ”Nanti ada kebijakan resmi dari pemerintah, karena kunjungan napi tersebut tidak sembarangan. Makanya, pihaknya masih akan mempelajari aturan mengenai kunjungan tersebut,” katanya saat berkunjung di Lapas Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Remisi Kemerdakaan Bagi Napi

Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum membuka layanan kunjungan untuk napi. Namun, pihaknya sudah menyiapkan fasilitas yang bisa dinikmati oleh para napi. ”Kita memang siapkan fasilitas video call gratis untuk dinikmati para napi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Selasa (3/5).

Wahyu mengatakan, pihaknya juga menambah jumlah layanan video call gratis. Ada tiga tempat layanan, yakni di halaman, dalam tahanan laki-laki, dan satu tempat di tahanan perempuan. ”Di semua tempat layanan ada empat loket atau empat monitor untuk video call,” terangnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Meski pemerintah sudah membebaskan masyarakat untuk mudik Lebaran, namun pemerintah belum mengizinkan adanya kunjungan napi. Tidak heran, jika para narapidana yang menghuni Lapas Banyuwangi mengeluhkan aturan tersebut.

Ratusan napi yang didominasi masyarakat Kabupaten Banyuwangi itu terpaksa masih tetap harus menahan rindu untuk bisa bertemu dengan keluarganya. Sehingga, para napi terpaksa harus berebut antre untuk bisa menikmati layanan video call gratis yang disediakan Lapas Banyuwangi, Selasa (3/5).

Ada empat loket layanan video call gratis yang disediakan. Secara bergiliran, puluhan napi ngobrol bersama keluarganya selama 15 menit melalui layar monitor. Beberapa napi yang menikmati layanan itu, tampak tak bisa membendung air matanya. ”Kalian semua baik-baik di sana (rumah, Red) ya, ayah di sini (lapas, Red) baik-baik saja,” ucap JM, napi kasus narkotika yang divonis lima tahun penjara tersebut.

Baca Juga :  Remisi Kemerdakaan Bagi Napi

Dengan mata berkaca-kaca, JM juga mengomentari opor ayam yang dikirimkan melalui penitipan makanan Lapas Banyuwangi. ”Sungguh enak masakanmu, Dek (istri, Red). Jaga anak-anak dengan baik ya,” ungkap bapak dua anak tersebut.

JM mengaku, sejak masuk Lapas Banyuwangi di tahun 2019 lalu, dirinya tidak pernah bertemu dengan keluarganya. Sebab, layanan kunjungan ditiadakan. ”Padahal, tahun ini mudik sudah diperbolehkan. Tapi, kenapa kunjungan napi masih belum diperbolehkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) RI Edward Omar Sharif Hairiej menjelaskan bahwa pemerintah masih tengah menggodok aturan kunjungan napi tersebut. Nantinya, akan ada aturan mengenai hal tersebut. ”Nanti ada kebijakan resmi dari pemerintah, karena kunjungan napi tersebut tidak sembarangan. Makanya, pihaknya masih akan mempelajari aturan mengenai kunjungan tersebut,” katanya saat berkunjung di Lapas Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Peduli Pariwisata, Babinsa Ajak Bersihkan Pantai

Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum membuka layanan kunjungan untuk napi. Namun, pihaknya sudah menyiapkan fasilitas yang bisa dinikmati oleh para napi. ”Kita memang siapkan fasilitas video call gratis untuk dinikmati para napi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Selasa (3/5).

Wahyu mengatakan, pihaknya juga menambah jumlah layanan video call gratis. Ada tiga tempat layanan, yakni di halaman, dalam tahanan laki-laki, dan satu tempat di tahanan perempuan. ”Di semua tempat layanan ada empat loket atau empat monitor untuk video call,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/