alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Pemilik Potongan Kaki Misterius Akhirnya Ditemukan

JawaPos.com – Misteri penemuan kaki manusia di pemakaman umum Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, akhirnya terkuak. Potongan kaki tersebut ternyata milik Asep Pujiyanto, 28, Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kapolsek Kabat AKP Supriyadi menjelaskan, dari penelusuran anggotanya, pemilik kaki tersebut mengarah kepada Asep Pujiyanto. Saat ini, Asep tengah dirawat di RS Yasmin Banyuwangi. Karena kondisi kaki Asep yang cedera akibat kecelakaan kerja. ”Itu kakinya orang Jawa Barat, namanya Asep,” jelas Kapolsek Supriyadi.

Dia menegaskan, kaki tersebut benar merupakan hasil amputasi medis. Sebelum menjalani operasi di RS Yasmin, Asep sebenarnya sudah diimbau untuk melakukan operasi di RS sakit lain.

Kapolsek Supriyadi mengatakan, dari keterangan Asep diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan karyawan PT Jaya Kota. Dia mengalami kecelakaan saat kerja di tengah laut pada 17 April 2018 lalu. Saat itu, kakinya terlilit jaring dan menghantam bagian kapal hingga menyebabkan luka parah. Dia mendapat pertolongan di RS Angkatan Laut Merauke.

Baca Juga :  Satu Pintu di Pelabuhan Diterapkan, Masih Ada Kendaraan Salah Masuk

Saat itu, tim medis sudah menyarankan untuk menjalani amputasi. Namun, Asep menolak menjalani amputasi saat itu. ”Kecelakaan di Merauke, di sana sudah diminta amputasi, tapi dia tidak mau,” ujar AKP Supriyadi.

Kemudian, pihak perusahaan membawa Asep ke RS Sanglah, Denpasar, Bali. Di tempat ini, tim medis juga menyarankan hal yang sama. Namun, Asep tetap menolak dan akhirnya memutuskan untuk berobat alternatif ke Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Kali ini, Asep ditemani rekannya Deni Suryana.

Sesampainya di tempat ahli sangkal putung di Desa Gintangan, Asep ditolak karena kondisinya cukup parah dan disarankan berobat ke rumah sakit. Akhirnya, Asep dibawa ke RS Yasmin Banyuwangi.

Selanjutnya, pada 28 April 2018 lalu, proses amputasi dilakukan sekitar pukul 18.00. ”Setelah dari rumah sakit Merauke, dikirim ke Sanglah, dan sampai ke Gintangan, akhirnya ke Yasmin,” terang Supriyadi.

Baca Juga :  Siapkan Sniper di Titik Rawan

Di sini, misteri kaki itu bermula. Menurut keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, kaki tersebut diserahkan pada pihak rumah sakit untuk dikubur, namun pihak rumah sakit tidak mau. Akhirnya, pihak PT Jaya Kota melalui staf bernama Made meminta pertolongan Maha Beni, warga Desa  Kalirejo, Kecamatan Kabat, untuk mengurus potongan kaki tersebut.

Malam itu juga, Maha Beni meminta bantuan kepada Hariyono warga Dusun Krajan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat untuk menguburkan potongan kaki Asep tersebut. Saat itu juga, potongan kaki itu dikubur di pemakaman umum Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat. Setelah mengubur kaki, Hariyono sempat menaruh uang sebesar Rp 400 ribu di kotak masjid setempat. ”Akhirnya yang mengubur namanya Hariyono, dan baru ditemukan warga tanggal empat kemarin,” jelas Kapolsek.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada Hariyono. ”Kalau pasien masih di RS Yasmin, kalau pengubur (Hariyono) masih kita periksa,” terangnya.

JawaPos.com – Misteri penemuan kaki manusia di pemakaman umum Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, akhirnya terkuak. Potongan kaki tersebut ternyata milik Asep Pujiyanto, 28, Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kapolsek Kabat AKP Supriyadi menjelaskan, dari penelusuran anggotanya, pemilik kaki tersebut mengarah kepada Asep Pujiyanto. Saat ini, Asep tengah dirawat di RS Yasmin Banyuwangi. Karena kondisi kaki Asep yang cedera akibat kecelakaan kerja. ”Itu kakinya orang Jawa Barat, namanya Asep,” jelas Kapolsek Supriyadi.

Dia menegaskan, kaki tersebut benar merupakan hasil amputasi medis. Sebelum menjalani operasi di RS Yasmin, Asep sebenarnya sudah diimbau untuk melakukan operasi di RS sakit lain.

Kapolsek Supriyadi mengatakan, dari keterangan Asep diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan karyawan PT Jaya Kota. Dia mengalami kecelakaan saat kerja di tengah laut pada 17 April 2018 lalu. Saat itu, kakinya terlilit jaring dan menghantam bagian kapal hingga menyebabkan luka parah. Dia mendapat pertolongan di RS Angkatan Laut Merauke.

Baca Juga :  Tiga Pabrik Jamu, BB Tujuh Truk, Pengacara Tolak Disebut Ilegal

Saat itu, tim medis sudah menyarankan untuk menjalani amputasi. Namun, Asep menolak menjalani amputasi saat itu. ”Kecelakaan di Merauke, di sana sudah diminta amputasi, tapi dia tidak mau,” ujar AKP Supriyadi.

Kemudian, pihak perusahaan membawa Asep ke RS Sanglah, Denpasar, Bali. Di tempat ini, tim medis juga menyarankan hal yang sama. Namun, Asep tetap menolak dan akhirnya memutuskan untuk berobat alternatif ke Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Kali ini, Asep ditemani rekannya Deni Suryana.

Sesampainya di tempat ahli sangkal putung di Desa Gintangan, Asep ditolak karena kondisinya cukup parah dan disarankan berobat ke rumah sakit. Akhirnya, Asep dibawa ke RS Yasmin Banyuwangi.

Selanjutnya, pada 28 April 2018 lalu, proses amputasi dilakukan sekitar pukul 18.00. ”Setelah dari rumah sakit Merauke, dikirim ke Sanglah, dan sampai ke Gintangan, akhirnya ke Yasmin,” terang Supriyadi.

Baca Juga :  Bakar Sampah Merembet Tumpukan Kulit Kelapa

Di sini, misteri kaki itu bermula. Menurut keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, kaki tersebut diserahkan pada pihak rumah sakit untuk dikubur, namun pihak rumah sakit tidak mau. Akhirnya, pihak PT Jaya Kota melalui staf bernama Made meminta pertolongan Maha Beni, warga Desa  Kalirejo, Kecamatan Kabat, untuk mengurus potongan kaki tersebut.

Malam itu juga, Maha Beni meminta bantuan kepada Hariyono warga Dusun Krajan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat untuk menguburkan potongan kaki Asep tersebut. Saat itu juga, potongan kaki itu dikubur di pemakaman umum Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat. Setelah mengubur kaki, Hariyono sempat menaruh uang sebesar Rp 400 ribu di kotak masjid setempat. ”Akhirnya yang mengubur namanya Hariyono, dan baru ditemukan warga tanggal empat kemarin,” jelas Kapolsek.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada Hariyono. ”Kalau pasien masih di RS Yasmin, kalau pengubur (Hariyono) masih kita periksa,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/