alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Soal Haji, Kemenag Banyuwangi Menunggu Kebijakan Pusat

BANYUWANGI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi masih menunggu perkembangan kebijakan mengenai fasilitasi vaksinasi bagi calon jamaah haji (CJH). Pasalnya, hingga kini masih belum ada edaran atau petunjuk teknis apa pun mengenai rencana vaksinasi bagi CJH di Banyuwangi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi H Slamet melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) H Mohamad Jali mengatakan, belum ada kepastian terkait pemberian vaksin Covid-19 bagi CJH yang akan berangkat pada musim haji tahun ini. Pihaknya masih menunggu perkembangan informasi lebih lanjut dari Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur. ”Keputusan keberangkatan jamaah haji tahun ini saja kami masih belum tahu, apakah jadi diberangkatkan atau tidak,” ungkap Jali.

Namun demikian, Jali menyebut beberapa hari lalu pihaknya mendapatkan masukan dari Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK-KBIHU) Banyuwangi, jika nantinya CJH bisa diberangkatkan, yang bersangkutan harus mendapatkan vaksin Covid-19. ”Kami akan menyampaikan ke Kanwil Kemenag Jawa Timur, bahwa pelaksanaan vaksin Covid-19 bisa dilakukan secara kolektif bagi yang sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji  (BPIH),” jelasnya.

Baca Juga :  KBRI Ramai-Ramai Promosi Wisata Banyuwangi

Jali mengatakan, hendaknya vaksinasi bisa diselenggarakan secara kolektif sesuai kuota jumlah CJH yang telah melunasi BPIH. Karena dari data CJH yang sudah melakukan pelunasan BPIH tersebut akan jelas siapa saja CJH yang akan berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut. ”Jika melihat persiapan, prediksi dan asumsi kami CJH akan diberangkatkan,” imbuhnya.

Apalagi, kelengkapan persyaratan seperti paspor untuk CJH mayoritas sudah jadi. Tinggal beberapa orang CJH saja yang belum melengkapi. Termasuk suntik meningitis, sebagian besar CJH juga melakukan. Sebab, pada tahun lalu, CJH yang sudah siap berangkat, tertunda perjalanannya akibat pandemi Covid-19.

Namun, Jali juga mempertanyakan, apakah pemberian vaksin meningitis boleh bersamaan dengan vaksin Covid-19. Hal itu menurutnya sangat penting karena menyangkut keselamatan jiwa manusia. Mengingat masih belum semua CJH melaksanakan suntik vaksin meningitis. ”Kami mengoordinasikan bagaimana agar CJH ini difasilitasi vaksin Covid-19 dan diprioritaskan, serta dalam pelaksanaannya juga berjalan lancar,” jelasnya.

Baca Juga :  Perdana, An Namiroh Travelindo Berangkatkan Ratusan Ziarah Wali Gratis

Hingga Kamis (4/3), pihaknya masih menunggu perkembangan kebijakan dan keputusan dari Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur. ”Kami yang ada di daerah ini hanya pelaksana kebijakan dari pemerintah pusat. Kalau dari sisi administrasi 90 persen sudah siap,” tandas Jali. (ddy/afi/c1)

BANYUWANGI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi masih menunggu perkembangan kebijakan mengenai fasilitasi vaksinasi bagi calon jamaah haji (CJH). Pasalnya, hingga kini masih belum ada edaran atau petunjuk teknis apa pun mengenai rencana vaksinasi bagi CJH di Banyuwangi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi H Slamet melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) H Mohamad Jali mengatakan, belum ada kepastian terkait pemberian vaksin Covid-19 bagi CJH yang akan berangkat pada musim haji tahun ini. Pihaknya masih menunggu perkembangan informasi lebih lanjut dari Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur. ”Keputusan keberangkatan jamaah haji tahun ini saja kami masih belum tahu, apakah jadi diberangkatkan atau tidak,” ungkap Jali.

Namun demikian, Jali menyebut beberapa hari lalu pihaknya mendapatkan masukan dari Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK-KBIHU) Banyuwangi, jika nantinya CJH bisa diberangkatkan, yang bersangkutan harus mendapatkan vaksin Covid-19. ”Kami akan menyampaikan ke Kanwil Kemenag Jawa Timur, bahwa pelaksanaan vaksin Covid-19 bisa dilakukan secara kolektif bagi yang sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji  (BPIH),” jelasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Klaster Baru, Kerumunan di Pantai Ancol Dibubarkan

Jali mengatakan, hendaknya vaksinasi bisa diselenggarakan secara kolektif sesuai kuota jumlah CJH yang telah melunasi BPIH. Karena dari data CJH yang sudah melakukan pelunasan BPIH tersebut akan jelas siapa saja CJH yang akan berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut. ”Jika melihat persiapan, prediksi dan asumsi kami CJH akan diberangkatkan,” imbuhnya.

Apalagi, kelengkapan persyaratan seperti paspor untuk CJH mayoritas sudah jadi. Tinggal beberapa orang CJH saja yang belum melengkapi. Termasuk suntik meningitis, sebagian besar CJH juga melakukan. Sebab, pada tahun lalu, CJH yang sudah siap berangkat, tertunda perjalanannya akibat pandemi Covid-19.

Namun, Jali juga mempertanyakan, apakah pemberian vaksin meningitis boleh bersamaan dengan vaksin Covid-19. Hal itu menurutnya sangat penting karena menyangkut keselamatan jiwa manusia. Mengingat masih belum semua CJH melaksanakan suntik vaksin meningitis. ”Kami mengoordinasikan bagaimana agar CJH ini difasilitasi vaksin Covid-19 dan diprioritaskan, serta dalam pelaksanaannya juga berjalan lancar,” jelasnya.

Baca Juga :  Pandemi Belum Usai, Tour de Ijen Tak Digelar Tahun Ini

Hingga Kamis (4/3), pihaknya masih menunggu perkembangan kebijakan dan keputusan dari Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur. ”Kami yang ada di daerah ini hanya pelaksana kebijakan dari pemerintah pusat. Kalau dari sisi administrasi 90 persen sudah siap,” tandas Jali. (ddy/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/