alexametrics
31 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Gerbang Masuk Banyuwangi Diperketat Lagi

BANYUWANGI – Munculnya temuan kasus virus korona varian baru yaitu B117 di Indonesia menjadi perhatian khusus Satgas Covid-19. Dampaknya ternyata juga merambat di Banyuwangi. Aparat mulai melakukan pengetatan di pintu masuk pelabuhan sebagai gerbang Pulau Jawa. Salah satunya dilakukan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi. 

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pintu keluar-masuk Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi terus dijaga ketat. Apalagi mereka yang masuk dari Bali ke Jawa. Pihaknya secara random melakukan rapid test antigen di pintu keluar pelabuhan. ”Terus kita lakukan penjagaan ketat. Karena tentu kita antisipasi adanya varian yang baru masuk ke Indonesia,” kata Arman.

Baca Juga :  Pemerintah Larang Open House dan Takbir Keliling

Menurut pria yang juga menjabat Kapolresta Banyuwangi ini, pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan terus dilakukan di pelabuhan. Untuk sementara, bagi yang menyeberang ke Bali, pemprov setempat masih memberlakukan persyaratan rapid test antigen. ”Jadi, kita antisipasi yang keluar dari Bali. Karena di sana juga ada penerbangan dari luar negeri ke Indonesia,” tambahnya. 

Sementara, untuk pintu masuk via darat, kata Arman, pihaknya bersama dengan TNI, BPBD, dan Satpol PP masih memberlakukan pos penjagaan. Mereka yang masuk ke Banyuwangi wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh. ”Sampai saat ini masih kita lakukan penjagaan di Kalibaru dan Wongsorejo,” tambahnya. 

Selain itu, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Banyuwangi terus digencarkan. Bersama dengan pihak RT dan RW, pihaknya terus melakukan pendataan pendatang yang masuk ke Banyuwangi. ”Yang jelas PPKM ini terus berjalan. Masyarakat yang datang di lingkungan akan disambut pihak warga dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa. Tentu dengan sikap yang humanis,” tandas Arman. (fre/bay/c1)

Baca Juga :  Pembuang Limbah Medis Harus Ditindak Tegas

BANYUWANGI – Munculnya temuan kasus virus korona varian baru yaitu B117 di Indonesia menjadi perhatian khusus Satgas Covid-19. Dampaknya ternyata juga merambat di Banyuwangi. Aparat mulai melakukan pengetatan di pintu masuk pelabuhan sebagai gerbang Pulau Jawa. Salah satunya dilakukan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi. 

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pintu keluar-masuk Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi terus dijaga ketat. Apalagi mereka yang masuk dari Bali ke Jawa. Pihaknya secara random melakukan rapid test antigen di pintu keluar pelabuhan. ”Terus kita lakukan penjagaan ketat. Karena tentu kita antisipasi adanya varian yang baru masuk ke Indonesia,” kata Arman.

Baca Juga :  Jaga Jarak, Bukan untuk Starting Grid Balapan

Menurut pria yang juga menjabat Kapolresta Banyuwangi ini, pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan terus dilakukan di pelabuhan. Untuk sementara, bagi yang menyeberang ke Bali, pemprov setempat masih memberlakukan persyaratan rapid test antigen. ”Jadi, kita antisipasi yang keluar dari Bali. Karena di sana juga ada penerbangan dari luar negeri ke Indonesia,” tambahnya. 

Sementara, untuk pintu masuk via darat, kata Arman, pihaknya bersama dengan TNI, BPBD, dan Satpol PP masih memberlakukan pos penjagaan. Mereka yang masuk ke Banyuwangi wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh. ”Sampai saat ini masih kita lakukan penjagaan di Kalibaru dan Wongsorejo,” tambahnya. 

Selain itu, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Banyuwangi terus digencarkan. Bersama dengan pihak RT dan RW, pihaknya terus melakukan pendataan pendatang yang masuk ke Banyuwangi. ”Yang jelas PPKM ini terus berjalan. Masyarakat yang datang di lingkungan akan disambut pihak warga dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa. Tentu dengan sikap yang humanis,” tandas Arman. (fre/bay/c1)

Baca Juga :  Sita 17 Jeriken Tuak dari 18 Tersangka

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/