alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Pertanyaan Halilintar Yunus Dibantah ketua PCNU BWI KH Maskur Ali

JawaPos.com – M Yunus Wahyudi terdakwa kasus ujaran kebencian melempar pertanyaan halilintar kepada ketua PCNU Banyuwangi, KH Maskur Ali, Selasa (6/2/2018). Suasana tegang pun sempat terjadi di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Untuk membuktikan kata “kiai rampok” yang dia sampaikan di media online beberapa waktu lalu, Yunus bertanya tentang hal yang tak pernah terungkap dalam sidang-sidang sebelumnya.

Yunus bertanya tentang uang Rp 300 juta dari perusahaan tambang emas dan seorang gadis berusia 15 tahun. “Apakah benar anak berusia 15 tahun dibawa ke hotel?,” kata Yunus.

Pertanyaan Yunus, dijawab dengan tegas oleh Maskur Ali. “Tidak benar,” kata ketua PCNU yang masa jabatannya akan berakhir April 2018 mendatang.

Baca Juga :  BPSPL Teliti Penyebab Paus Orca Masuk Selat Bali

Mendengar pertanyaan yang demikian, suasana sidang semakin tegang. Yunus kemudian bertanya lagi soal amplop besar warna coklat berisi uang dari perusahaan tambang. Dia juga bertanya tentang perempuan lain yang namanya disebut jelas di ruang sidang yang konon dibawa ke hotel. “Apakah benar saksi menerima amplop coklat?,” jelasnya.

Pertanyaan ini pun kembali dibantah keras oleh Maskur Ali. “Tidak benar,” tegas pria yang menjadi pengasuh Ponpes Ibnu Sina tersebut.

Tak hanya itu, Yunus yang merupakan warga NU juga bertanya tentang pelaksanaan Konfercab NU di Ponpes Darussalam Blokagung beberapa tahun lalu. Dia menyebut ada berkarung-karung uang dari perusahaan tambang. “Apakah benar saksi menerima berkarung-karung uang?,” ucap Yunus dengan nada tinggi.

Baca Juga :  Mesin Kapal Mati, 21 Jam Terombang-Ambing di Tengah Laut

Pertanyaan Yunus ini pun dibantah keras, oleh Maskur Ali. “Tidak benar,” kata Maskur di hadapan majelis hakim serta puluhan orang yang hadir di ruang sidang PN Banyuwangi.

Majelis hakim Saptono, SH kemudian bertanya kepada Yunus apakah masih ada pertanyaan lagi. Yunus mengaku masih banyak, tetapi pertanyaan-pertanyaannya dia sudahi. “Masih banyak pertanyaan. Saya jaga merwah kiai, saya kira sudah cukup,” ucap Yunus.

Sidang pemeriksaan saksi terhadap Maskur Ali kemudian ditutup oleh hakim Saptono. Sidang kemudian dilanjutkan dengan memanggil satu saksi lagi yang dihadirkan JPU.

JawaPos.com – M Yunus Wahyudi terdakwa kasus ujaran kebencian melempar pertanyaan halilintar kepada ketua PCNU Banyuwangi, KH Maskur Ali, Selasa (6/2/2018). Suasana tegang pun sempat terjadi di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Untuk membuktikan kata “kiai rampok” yang dia sampaikan di media online beberapa waktu lalu, Yunus bertanya tentang hal yang tak pernah terungkap dalam sidang-sidang sebelumnya.

Yunus bertanya tentang uang Rp 300 juta dari perusahaan tambang emas dan seorang gadis berusia 15 tahun. “Apakah benar anak berusia 15 tahun dibawa ke hotel?,” kata Yunus.

Pertanyaan Yunus, dijawab dengan tegas oleh Maskur Ali. “Tidak benar,” kata ketua PCNU yang masa jabatannya akan berakhir April 2018 mendatang.

Baca Juga :  Dishub Siapkan 1.000 Kantong GeNose di Terminal Brawijaya

Mendengar pertanyaan yang demikian, suasana sidang semakin tegang. Yunus kemudian bertanya lagi soal amplop besar warna coklat berisi uang dari perusahaan tambang. Dia juga bertanya tentang perempuan lain yang namanya disebut jelas di ruang sidang yang konon dibawa ke hotel. “Apakah benar saksi menerima amplop coklat?,” jelasnya.

Pertanyaan ini pun kembali dibantah keras oleh Maskur Ali. “Tidak benar,” tegas pria yang menjadi pengasuh Ponpes Ibnu Sina tersebut.

Tak hanya itu, Yunus yang merupakan warga NU juga bertanya tentang pelaksanaan Konfercab NU di Ponpes Darussalam Blokagung beberapa tahun lalu. Dia menyebut ada berkarung-karung uang dari perusahaan tambang. “Apakah benar saksi menerima berkarung-karung uang?,” ucap Yunus dengan nada tinggi.

Baca Juga :  BPSPL Teliti Penyebab Paus Orca Masuk Selat Bali

Pertanyaan Yunus ini pun dibantah keras, oleh Maskur Ali. “Tidak benar,” kata Maskur di hadapan majelis hakim serta puluhan orang yang hadir di ruang sidang PN Banyuwangi.

Majelis hakim Saptono, SH kemudian bertanya kepada Yunus apakah masih ada pertanyaan lagi. Yunus mengaku masih banyak, tetapi pertanyaan-pertanyaannya dia sudahi. “Masih banyak pertanyaan. Saya jaga merwah kiai, saya kira sudah cukup,” ucap Yunus.

Sidang pemeriksaan saksi terhadap Maskur Ali kemudian ditutup oleh hakim Saptono. Sidang kemudian dilanjutkan dengan memanggil satu saksi lagi yang dihadirkan JPU.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/