alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 18, 2022

Setahun 24 Insiden, Didominasi Kebakaran Rumah

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peristiwa kebakaran di Banyuwangi tergolong tinggi. Selama tahun 2021 telah terjadi 24 kebakaran. Angka tersebut mengacu data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Banyuwangi.

Dibanding tahun 2020, angka tersebut turun. Tahun 2020 tercatat 40 kejadian kebakaran dengan rincian kebakaran  hunian 14 kejadian dan gedung sebanyak 12 kejadian. Sedangkan di tahun 2021, paling banyak kebakaran rumah dengan jumlah 12 kejadian.

Selain fokus kebakaran, Damkar Banyuwangi juga menangani kejadian non-kebakaran. Di antaranya penanganan bencana alam dan evakuasi binatang liar. Penanganan non-kebakaran di tahun 2021 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun 2020, tercatat hanya empat kali kejadian. Sedangkan di tahun 2021 sebanyak 17 kejadian. Paling banyak evakuasi binatang liar yang masuk ke rumah warga, baik tawon maupun ular. ”Damkar Banyuwangi bukan hanya menangani kejadian kebakaran. Kami sering membantu masyarakat untuk melakukan evakuasi binatang liar,” ujar Kabid Damkar Banyuwangi Sultoni Munir.

Baca Juga :  Pada Sidang Tuntutan, Yunus Dituntut 8 Bulan Penjara

Sultoni mengatakan, kejadian kebakaran di Banyuwangi memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunannya 45 persen. ”Kejadian kebakaran menurun, tapi kebakaran paling banyak menimpa rumah hunian warga,” ujarnya.

Sultoni mengatakan, mayoritas penyebab kebakaran akibat lupa mematikan kompor dan korsleting listrik. Selain itu, ada juga kebakaran lahan dan sampah. Kejadian tersebut biasanya terjadi pada musim kemarau. ”Untuk kebakaran lahan dipicu angin kencang dan lahan kering,” jelasnya.

Sultoni mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Terutama, kepada masyarakat yang hendak meningkalkan rumah. ”Kita harap masyarakat tetap berhati-hati dan mengantisipasi kebakaran, khususnya mereka yang hendak keluar rumah bisa memastikan kompor sudah mati. Selain itu, aliran listrik yang mengalami gangguan sebaiknya segera diganti,” imbaunya.

Baca Juga :  Marak Pelaku Kriminalitas, Polisi Intensifkan Patroli Toko Emas

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peristiwa kebakaran di Banyuwangi tergolong tinggi. Selama tahun 2021 telah terjadi 24 kebakaran. Angka tersebut mengacu data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Banyuwangi.

Dibanding tahun 2020, angka tersebut turun. Tahun 2020 tercatat 40 kejadian kebakaran dengan rincian kebakaran  hunian 14 kejadian dan gedung sebanyak 12 kejadian. Sedangkan di tahun 2021, paling banyak kebakaran rumah dengan jumlah 12 kejadian.

Selain fokus kebakaran, Damkar Banyuwangi juga menangani kejadian non-kebakaran. Di antaranya penanganan bencana alam dan evakuasi binatang liar. Penanganan non-kebakaran di tahun 2021 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun 2020, tercatat hanya empat kali kejadian. Sedangkan di tahun 2021 sebanyak 17 kejadian. Paling banyak evakuasi binatang liar yang masuk ke rumah warga, baik tawon maupun ular. ”Damkar Banyuwangi bukan hanya menangani kejadian kebakaran. Kami sering membantu masyarakat untuk melakukan evakuasi binatang liar,” ujar Kabid Damkar Banyuwangi Sultoni Munir.

Baca Juga :  Dubes Aljazair Terkesan Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Sultoni mengatakan, kejadian kebakaran di Banyuwangi memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunannya 45 persen. ”Kejadian kebakaran menurun, tapi kebakaran paling banyak menimpa rumah hunian warga,” ujarnya.

Sultoni mengatakan, mayoritas penyebab kebakaran akibat lupa mematikan kompor dan korsleting listrik. Selain itu, ada juga kebakaran lahan dan sampah. Kejadian tersebut biasanya terjadi pada musim kemarau. ”Untuk kebakaran lahan dipicu angin kencang dan lahan kering,” jelasnya.

Sultoni mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Terutama, kepada masyarakat yang hendak meningkalkan rumah. ”Kita harap masyarakat tetap berhati-hati dan mengantisipasi kebakaran, khususnya mereka yang hendak keluar rumah bisa memastikan kompor sudah mati. Selain itu, aliran listrik yang mengalami gangguan sebaiknya segera diganti,” imbaunya.

Baca Juga :  Kemenag Belum Terima Pengaduan Jamaah SBL

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/