alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Dinas Baru Damkar setelah Pisah dari Satpol PP

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi resmi memiliki dinas baru, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP). Peresmian ini ditandai dengan dilantiknya pejabat baru yang mengisi Dinas Damkar di Pendapa Sawagata Blambangan, Senin lalu (3/1).

Sebelumnya, pemadam kebakaran menjadi salah satu bidang di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Untuk sementara, dinas baru tersebut masih diisi oleh dua Kepala Bidang (Kabid). Kabid Pencegahan dijabat oleh Wahyudi Eko Prasetyo dan Kabid Pemadaman dan Penyelamatan di bawah kendali Sultoni Munir.

Meski resmi terbentuk menjadi dinas baru di Banyuwangi, eksistensi pemadam kebakaran (Damkar) sudah tak perlu diragukan. Hampir setiap penanganan kebakaran di seluruh wilayah Banyuwangi pernah dijangkau dan teratasi oleh petugas.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Sultoni Munir mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penataan dan penyesuaian terhadap nomenklatur sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru di Banyuwangi. Sesuai dengan Pedoman Permendagri No 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Di sisi lain, pihaknya juga telah merancang beberapa program terkait pentingnya keberadaan pos pembantu Damkar di setiap kecamatan dalam proses penanganan kebakaran.

Dalam setiap kecamatan setidaknya harus ada satu pos pembantu beserta mobil damkar terutama bagi kecamatan yang letaknya jauh dijangkau. Anggap saja seperti Kecamatan Wongsorejo, Kalibaru, Pesanggaran, setidaknya harus memiliki pos berikut dengan mobil pemadam kebakaran.

Baca Juga :  Cegah Omicron, Arus Migrasi dari Bali Diperketat

Idealnya begitu ada laporan kebakaran, dalam kurang dari 10 menit, petugas harus sudah sampai di lokasi kejadian. ”Jika ada pos-pos pembantu yang terdekat, maka setidaknya petugas di pos sudah datang lebih dulu ke titik kebakaran dan melakukan upaya pemadaman, sembari petugas di markas induk segera menyusul ke titik lokasi,” ujar Sultoni.

Sejauh ini Damkar Banyuwangi baru memiliki dua pos, yakni Pos Gambiran dan Genteng. Dengan fasilitas tiga unit kendaraan damkar, yakni satu unit di Pos Gambiran dan dua unit di Pos Genteng. ”Kalau total kendaraan 10 unit. Rinciannya 7 unit di Markas Komando (Mako) Damkar Banyuwangi dan tiga lainnya berada di Pos Gambiran dan Pos Genteng,” jelasnya.

Dari tujuh unit kendaraan yang berada di Mako Damkar, imbuh Sultoni, hanya tiga unit yang kondisinya layak pakai. Yakni, dua unit damkar dan satu unit damkar induk. Sementara sisanya masih mobil tangki penyuplai air kondisi dan kurang layak pakai. ”Kendaraannya sudah tua, sering mogok. Kalau hanya untuk sekadar menyiram masih bisa, hanya tidak optimal,” katanya.

Baca Juga :  PMII Minta Bupati Segera Pekerjakan THL

Mengenai jumlah personel Damkar hingga saat ini semuanya berjumlah 40 orang, termasuk yang berada di Pos Gambiran dan Genteng. Para personel tersebut juga termasuk petugas administrasi di kantor. Jumlah personel itu juga dibagi dalam beberapa shift kerja. ”Intinya personel yang ada di mako dan di pos siap on call 24 jam nonstop,” jelas Sultoni.

Setiap shift diatur dengan sistem regu, yakni ada tiga regu. Dalam satu regu terdiri delapan personel. Semua regu juga telah dibekali dengan alat pelindung diri (APD) seperti jaket tahan panas, helm, kacamata, sepatu bot, senter, dan peralatan lainnya. Personel yang bertugas juga wajib bisa mengemudi kendaraan damkar.

Kebutuhan personel atau sumber daya manusia (SDM) merupakan hal mendesak dan penting. Hal itu mengantisipasi jika terjadi kebakaran di dua tempat kejadian dalam waktu yang hampir bersamaan. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan serta sosialisasi kepada masyarakat juga sangat penting dalam hal proses pemadaman dan penyelamatan.

”Jika ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara pemadaman dan penyelamatan akan sangat membantu dalam meminimalkan baik dari sisi penyelamatan jiwa, kerugian materi, serta pemadaman api jika terjadi kebakaran,” tandas Sultoni.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi resmi memiliki dinas baru, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP). Peresmian ini ditandai dengan dilantiknya pejabat baru yang mengisi Dinas Damkar di Pendapa Sawagata Blambangan, Senin lalu (3/1).

Sebelumnya, pemadam kebakaran menjadi salah satu bidang di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Untuk sementara, dinas baru tersebut masih diisi oleh dua Kepala Bidang (Kabid). Kabid Pencegahan dijabat oleh Wahyudi Eko Prasetyo dan Kabid Pemadaman dan Penyelamatan di bawah kendali Sultoni Munir.

Meski resmi terbentuk menjadi dinas baru di Banyuwangi, eksistensi pemadam kebakaran (Damkar) sudah tak perlu diragukan. Hampir setiap penanganan kebakaran di seluruh wilayah Banyuwangi pernah dijangkau dan teratasi oleh petugas.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Sultoni Munir mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penataan dan penyesuaian terhadap nomenklatur sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru di Banyuwangi. Sesuai dengan Pedoman Permendagri No 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Di sisi lain, pihaknya juga telah merancang beberapa program terkait pentingnya keberadaan pos pembantu Damkar di setiap kecamatan dalam proses penanganan kebakaran.

Dalam setiap kecamatan setidaknya harus ada satu pos pembantu beserta mobil damkar terutama bagi kecamatan yang letaknya jauh dijangkau. Anggap saja seperti Kecamatan Wongsorejo, Kalibaru, Pesanggaran, setidaknya harus memiliki pos berikut dengan mobil pemadam kebakaran.

Baca Juga :  Wah, Banyuwangi Dapat Hibah 100 Laptop Gratis dari Kemenkeu

Idealnya begitu ada laporan kebakaran, dalam kurang dari 10 menit, petugas harus sudah sampai di lokasi kejadian. ”Jika ada pos-pos pembantu yang terdekat, maka setidaknya petugas di pos sudah datang lebih dulu ke titik kebakaran dan melakukan upaya pemadaman, sembari petugas di markas induk segera menyusul ke titik lokasi,” ujar Sultoni.

Sejauh ini Damkar Banyuwangi baru memiliki dua pos, yakni Pos Gambiran dan Genteng. Dengan fasilitas tiga unit kendaraan damkar, yakni satu unit di Pos Gambiran dan dua unit di Pos Genteng. ”Kalau total kendaraan 10 unit. Rinciannya 7 unit di Markas Komando (Mako) Damkar Banyuwangi dan tiga lainnya berada di Pos Gambiran dan Pos Genteng,” jelasnya.

Dari tujuh unit kendaraan yang berada di Mako Damkar, imbuh Sultoni, hanya tiga unit yang kondisinya layak pakai. Yakni, dua unit damkar dan satu unit damkar induk. Sementara sisanya masih mobil tangki penyuplai air kondisi dan kurang layak pakai. ”Kendaraannya sudah tua, sering mogok. Kalau hanya untuk sekadar menyiram masih bisa, hanya tidak optimal,” katanya.

Baca Juga :  Cegah Omicron, Arus Migrasi dari Bali Diperketat

Mengenai jumlah personel Damkar hingga saat ini semuanya berjumlah 40 orang, termasuk yang berada di Pos Gambiran dan Genteng. Para personel tersebut juga termasuk petugas administrasi di kantor. Jumlah personel itu juga dibagi dalam beberapa shift kerja. ”Intinya personel yang ada di mako dan di pos siap on call 24 jam nonstop,” jelas Sultoni.

Setiap shift diatur dengan sistem regu, yakni ada tiga regu. Dalam satu regu terdiri delapan personel. Semua regu juga telah dibekali dengan alat pelindung diri (APD) seperti jaket tahan panas, helm, kacamata, sepatu bot, senter, dan peralatan lainnya. Personel yang bertugas juga wajib bisa mengemudi kendaraan damkar.

Kebutuhan personel atau sumber daya manusia (SDM) merupakan hal mendesak dan penting. Hal itu mengantisipasi jika terjadi kebakaran di dua tempat kejadian dalam waktu yang hampir bersamaan. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan serta sosialisasi kepada masyarakat juga sangat penting dalam hal proses pemadaman dan penyelamatan.

”Jika ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara pemadaman dan penyelamatan akan sangat membantu dalam meminimalkan baik dari sisi penyelamatan jiwa, kerugian materi, serta pemadaman api jika terjadi kebakaran,” tandas Sultoni.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/