27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Masuk Musim Hujan, Waspadai Pohon Tumbang, Puting Beliung, dan Petir

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hujan mulai mengguyur sebagian daerah di Kabupaten Banyuwangi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap perubahan cuaca dari kemarau menuju musim hujan.

Gejala alam tersebut memicu terjadinya beberapa kondisi seperti angin kencang, petir, dan badai. Dalam pekan terakhir ini curah hujan di Bumi Blambangan relatif stabil. Pagi hari cuaca cerah berawan, sedangkan hujan mulai turun menjelang sore hingga malam.

MUSIM HUJAN: Dalam pekan terakhir, curah hujan di Bumi Blambangan relatif stabil. Hujan bisa turun pada pagi hari, sore, dan malam. (Abdul Adim/Radar Banyuwangi)

Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Haryo menjelaskan, selama bulan Oktober curah hujan cukup fluktuatif. Pergerakan angin menjadi penyebab utama datangnya hujan. Untuk Banyuwangi, arah angin datang dari tenggara menuju selatan. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari mendatang. ”Banyuwangi termasuk daerah dengan curah hujan rendah,” katanya kemarin (3/10).

Baca Juga :  Pancaroba Waspada Influenza

Haryo mengimbau masyarakat supaya selalu waspada akan dampak hidrologi seperti banjir, pohon tumbang, dan badai petir. Masyarakat diimbau memperhatikan keadaan lingkungan sekitar. ”Sering-sering memantau informasi dari BMKG agar tahu kondisi di wilayah,” imbuh lulusan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) Jakarta tersebut.

Karakteristik awan yang saat ini terbentuk, lanjut Haryo, termasuk ke dalam awan nimbus yang berada di ketinggian lebih dari 2.000  meter. Awan tersebut terkenal sebagai awan yang menimbulkan hujan relatif deras diikuti dengan petir dan guntur. Jika sudah muncul awan nimbus terdapat pula awan sirostratus yang terletak di atasnya. ”Terkadang kemunculan kedua awan ini bisa juga menimbulkan angin ribut atau puting beliung,” pungkasnya. (cw2/aif/c1)

Baca Juga :  Air Selokan Meluap ke Jalanan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hujan mulai mengguyur sebagian daerah di Kabupaten Banyuwangi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap perubahan cuaca dari kemarau menuju musim hujan.

Gejala alam tersebut memicu terjadinya beberapa kondisi seperti angin kencang, petir, dan badai. Dalam pekan terakhir ini curah hujan di Bumi Blambangan relatif stabil. Pagi hari cuaca cerah berawan, sedangkan hujan mulai turun menjelang sore hingga malam.

MUSIM HUJAN: Dalam pekan terakhir, curah hujan di Bumi Blambangan relatif stabil. Hujan bisa turun pada pagi hari, sore, dan malam. (Abdul Adim/Radar Banyuwangi)

Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Haryo menjelaskan, selama bulan Oktober curah hujan cukup fluktuatif. Pergerakan angin menjadi penyebab utama datangnya hujan. Untuk Banyuwangi, arah angin datang dari tenggara menuju selatan. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari mendatang. ”Banyuwangi termasuk daerah dengan curah hujan rendah,” katanya kemarin (3/10).

Baca Juga :  Dihajar Puting Beliung, Puluhan Rumah Dihajar Puting Beliung

Haryo mengimbau masyarakat supaya selalu waspada akan dampak hidrologi seperti banjir, pohon tumbang, dan badai petir. Masyarakat diimbau memperhatikan keadaan lingkungan sekitar. ”Sering-sering memantau informasi dari BMKG agar tahu kondisi di wilayah,” imbuh lulusan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) Jakarta tersebut.

Karakteristik awan yang saat ini terbentuk, lanjut Haryo, termasuk ke dalam awan nimbus yang berada di ketinggian lebih dari 2.000  meter. Awan tersebut terkenal sebagai awan yang menimbulkan hujan relatif deras diikuti dengan petir dan guntur. Jika sudah muncul awan nimbus terdapat pula awan sirostratus yang terletak di atasnya. ”Terkadang kemunculan kedua awan ini bisa juga menimbulkan angin ribut atau puting beliung,” pungkasnya. (cw2/aif/c1)

Baca Juga :  Dampak Musim Hujan Lebih Awal, Kualitas Tembakau Pun Turun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/