alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Warga Miskin Jarang Fungsikan Kartu Indonesia Sehat

BANGOREJO, Jawa Pos Radar Genteng – Sebanyak 127 warga kurang mampu di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap tiga, Rabu (8/3). Dalam pencairan ini, setiap warga yang sebagian berusia lanjut mendapat Rp 300 ribu.

Kepala Desa Sambimulyo, Andik Santoso mengatakan sebagian besar keluarga penerima manfaat (KPM) BLT DD tidak hadir dalam pencairan dengan alasan umur dan sakit. “Banyak yang diwakilkan keluarganya,” katanya.

Setiap KPM BLT DD, terang dia, mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi, mereka banyak yang tidak memanfaatkannya. “KIS yang dimiliki KPM BLT DD, itu selama ini jarang digunakan,” ungkapnya.

Banyak masyarakat yang belum memahami manfaat dari KIS. Padahal, kartu yang diterbitkan pemerintah pusat itu bisa digunakan untuk berobat secara gratis. Masyarakat mengira, berobat masih harus membayar meski menggunakan KIS. “Bapak dan ibu semua, silahkan datang ke Puskesmas untuk berobat secara rutin,” katanya.

Baca Juga :  Harus Selalu Menjaga Tanaman di Bantaran Sungai

Menurut Andik, Warga harus rutin datang ke Puskesmas, khusus yang lansia tiga bulan sekali untuk cek kesehatan. Menurutnya, bila melebihi enam bulan tidak pernah ke Puskesmas, nanti KIS akan dinonaktifkan karena dianggap mampu. “Setelah lewat enam bulan KIS tidak digunakan, akan dinonaktifkan,” jelasnya.(mg5/abi)

BANGOREJO, Jawa Pos Radar Genteng – Sebanyak 127 warga kurang mampu di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap tiga, Rabu (8/3). Dalam pencairan ini, setiap warga yang sebagian berusia lanjut mendapat Rp 300 ribu.

Kepala Desa Sambimulyo, Andik Santoso mengatakan sebagian besar keluarga penerima manfaat (KPM) BLT DD tidak hadir dalam pencairan dengan alasan umur dan sakit. “Banyak yang diwakilkan keluarganya,” katanya.

Setiap KPM BLT DD, terang dia, mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi, mereka banyak yang tidak memanfaatkannya. “KIS yang dimiliki KPM BLT DD, itu selama ini jarang digunakan,” ungkapnya.

Banyak masyarakat yang belum memahami manfaat dari KIS. Padahal, kartu yang diterbitkan pemerintah pusat itu bisa digunakan untuk berobat secara gratis. Masyarakat mengira, berobat masih harus membayar meski menggunakan KIS. “Bapak dan ibu semua, silahkan datang ke Puskesmas untuk berobat secara rutin,” katanya.

Baca Juga :  Janji Cukup Menjabat Satu Periode

Menurut Andik, Warga harus rutin datang ke Puskesmas, khusus yang lansia tiga bulan sekali untuk cek kesehatan. Menurutnya, bila melebihi enam bulan tidak pernah ke Puskesmas, nanti KIS akan dinonaktifkan karena dianggap mampu. “Setelah lewat enam bulan KIS tidak digunakan, akan dinonaktifkan,” jelasnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/