alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Butuh Perbaikan Jembatan dan Sodetan

JawaPos.com – Kondisi jalan dan jembatan pascabanjir di Dusun Banyuputih, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, kian memprihatinkan. Kondisi jalan berlumpur dan kerusakan jembatan makin parah. Agar tetap bisa dilalui, jembatan ditutup menggunakan pelat besi.

Kerusakan jembatan yang menghubungkan Desa Macanputih dengan Desa Tambong, Kecamatan Kabat itu berlangsung cukup lama. Sudah empat kali aliran dari drainase meluap hingga menyebabkan genangan di jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga.

Kali pertama terjadi banjir, tembok pembatas jembatan ambrol diterjang derasnya air. Sementara kondisi jembatan masih retak-retak. Baru pada banjir kedua, jembatan yang semula retak menjadi berlubang kecil. Hujan yang turun dengan intensitas lebat kembali menyebabkan kerusakan jembatan makin parah hingga berlubang menganga dan rusak berat sehingga tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga :  Genangan Air di Kecamatan Muncar Setinggi Pusar Orang Dewasa

Melihat kondisi itu, Kepala Desa Macanputih Mohamad Farid berinisiatif memberikan pelat besi pada jembatan mengingat arus kendaraan yang melintas juga cukup padat. Apalagi jembatan itu juga menjadi satu-satunya jalan penghubung Desa Macanputih dengan Desa Tambong. ”Kalau tidak ada akses, maka aktivitas ekonomi dan pendidikan bisa tersendat,” jelas Farid.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Macanputih juga telah mengajukan perbaikan jembatan tersebut ke pemerintah kabupaten melalui pemerintah kecamatan. Sayangnya, pengajuannya masih terkendala video dengan alasan belum pernah ada banjir besar. ”Kalau setelah ini masih belum ada perbaikan, saya tidak tahu lagi harus bagaimana,” keluhnya.

Menurut Farid, setiap turun hujan lebat hampir bisa dipastikan air selalu tergenang ke jalan raya dan masuk ke rumah warga. ”Banjir paling parah ya kemarin (Rabu sore, 3/2), sebelumnya paling hanya ada lima rumah yang terendam,” katanya.

Baca Juga :  Rusak Jalan, Warga Gendoh Ramai-Ramai Geruduk Tambang Pasir

Di samping perbaikan jembatan yang sudah ambrol, solusi lain untuk mengatasi genangan yakni dengan perbaikan saluran sodetan yang diarahkan atau dibuang langsung ke sungai. Jika ada sodetan lain, maka saluran air dari Dusun Kopenlaban bisa langsung dibuang ke arah sungai dan tidak lagi terkumpul pada drainase di tengah kampung tersebut.

”Harus ada sodetan lain yang mengarah langsung ke sungai, karena sementara ini hampir semua selokan mengarah ke saluran yang berada di tengah kampung ini. Jadi, konsentrasi air bisa terbelah ke banyak titik lainnya. Sehingga debit air bisa berkurang,” pungkasnya. (ddy/afi/c1)

JawaPos.com – Kondisi jalan dan jembatan pascabanjir di Dusun Banyuputih, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, kian memprihatinkan. Kondisi jalan berlumpur dan kerusakan jembatan makin parah. Agar tetap bisa dilalui, jembatan ditutup menggunakan pelat besi.

Kerusakan jembatan yang menghubungkan Desa Macanputih dengan Desa Tambong, Kecamatan Kabat itu berlangsung cukup lama. Sudah empat kali aliran dari drainase meluap hingga menyebabkan genangan di jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga.

Kali pertama terjadi banjir, tembok pembatas jembatan ambrol diterjang derasnya air. Sementara kondisi jembatan masih retak-retak. Baru pada banjir kedua, jembatan yang semula retak menjadi berlubang kecil. Hujan yang turun dengan intensitas lebat kembali menyebabkan kerusakan jembatan makin parah hingga berlubang menganga dan rusak berat sehingga tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga :  Warga Sumbermulyo Tagih Janji Perbaikan Jalan Rusak

Melihat kondisi itu, Kepala Desa Macanputih Mohamad Farid berinisiatif memberikan pelat besi pada jembatan mengingat arus kendaraan yang melintas juga cukup padat. Apalagi jembatan itu juga menjadi satu-satunya jalan penghubung Desa Macanputih dengan Desa Tambong. ”Kalau tidak ada akses, maka aktivitas ekonomi dan pendidikan bisa tersendat,” jelas Farid.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Macanputih juga telah mengajukan perbaikan jembatan tersebut ke pemerintah kabupaten melalui pemerintah kecamatan. Sayangnya, pengajuannya masih terkendala video dengan alasan belum pernah ada banjir besar. ”Kalau setelah ini masih belum ada perbaikan, saya tidak tahu lagi harus bagaimana,” keluhnya.

Menurut Farid, setiap turun hujan lebat hampir bisa dipastikan air selalu tergenang ke jalan raya dan masuk ke rumah warga. ”Banjir paling parah ya kemarin (Rabu sore, 3/2), sebelumnya paling hanya ada lima rumah yang terendam,” katanya.

Baca Juga :  Bakesbangpol Silaturahmi ke LDII

Di samping perbaikan jembatan yang sudah ambrol, solusi lain untuk mengatasi genangan yakni dengan perbaikan saluran sodetan yang diarahkan atau dibuang langsung ke sungai. Jika ada sodetan lain, maka saluran air dari Dusun Kopenlaban bisa langsung dibuang ke arah sungai dan tidak lagi terkumpul pada drainase di tengah kampung tersebut.

”Harus ada sodetan lain yang mengarah langsung ke sungai, karena sementara ini hampir semua selokan mengarah ke saluran yang berada di tengah kampung ini. Jadi, konsentrasi air bisa terbelah ke banyak titik lainnya. Sehingga debit air bisa berkurang,” pungkasnya. (ddy/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/