alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Geruduk Mapolresta, Warga Pakel Minta Polisi Tidak Memproses Hukum

BANYUWANGI – Sejumlah warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, menggeruduk Mapolresta Banyuwangi, Senin (3/1). Mereka meminta tidak ada proses hukum yang dilakukan Polresta Banyuwangi, selama proses sengketa antara PT Perkebunan dan Dagang Bumi Sari Maju Sukses dengan Kepala Desa Pakel Mulyadi masih berlanjut di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

Kedatangan ratusan warga Pakel yang mengatasnamakan warga Rukun Tani Sumberrejo, Desa Pakel tersebut langsung dihadang oleh sejumlah personel Polresta Banyuwangi. Dengan menggunakan speaker, warga meminta Polresta Banyuwangi untuk tidak melakukan proses hukum sebelum ada putusan dari PTUN Surabaya. Sebab, warga menilai jika tanah seluas 270 hektare itu milik warga berdasarkan akta tahun 1929. Sehingga, warga menilai bahwa PT Bumi Sari yang melakukan penyerobotan lahan.

Baca Juga :  Bahas Sinergisitas Program Pemulihan Ekonomi

”Warga melakukan aksi karena ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus perusakan pada 2021 lalu,” ujar Ketua Rukun Tani Sumberrejo, Desa Pakel, Harun.

Harun mengatakan, sejumlah warga juga dipanggil oleh pihak Polresta Banyuwangi sekitar Desember 2021 lalu. Meski dipanggil, mereka memang tidak ditetapkan sebagai tersangka. Pemanggilan tersebut membuat warga resah lantaran lahan tersebut masih dalam proses sengketa. ”Lahan yang masih proses sengketa tidak ada kaitannya dengan kepolisian,” katanya.

Status kepemilikan tanah tersebut, jelas Harun, diperkuat dengan akta tahun 1929. Bahkan, sebelum adanya PT Bumi Sari, warga sudah menempati lahan tersebut terlebih dahulu. ”Sejak tahun 1965 lalu, sudah dijadikan perkampungan, bahkan sejak tahun 1984 lalu PT Bumi Sari belum memiliki Hak Guna Usaha (HGU) berada di Desa Pakel,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasang 3000 Titik LPJU Baru

Setelah menggelar orasi, sejumlah perwakilan warga Desa Pakel diajak beraudiensi bersama Kabagops Polresta Banyuwangi Kompol Agung Setya Budi bersama Kasatreskrim Kompol Iwan Heri Poerwanto. Dalam audiensi itu, Polresta Banyuwangi menampung seluruh aspirasinya. ”Kita tampung seluruh aspirasi mereka untuk kita sampaikan kepada Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu setelah menjalani upacara kenaikan pangkat di Polda Jatim,” ujar Kabagops  Kompol Agung Setya Budi. 

BANYUWANGI – Sejumlah warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, menggeruduk Mapolresta Banyuwangi, Senin (3/1). Mereka meminta tidak ada proses hukum yang dilakukan Polresta Banyuwangi, selama proses sengketa antara PT Perkebunan dan Dagang Bumi Sari Maju Sukses dengan Kepala Desa Pakel Mulyadi masih berlanjut di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

Kedatangan ratusan warga Pakel yang mengatasnamakan warga Rukun Tani Sumberrejo, Desa Pakel tersebut langsung dihadang oleh sejumlah personel Polresta Banyuwangi. Dengan menggunakan speaker, warga meminta Polresta Banyuwangi untuk tidak melakukan proses hukum sebelum ada putusan dari PTUN Surabaya. Sebab, warga menilai jika tanah seluas 270 hektare itu milik warga berdasarkan akta tahun 1929. Sehingga, warga menilai bahwa PT Bumi Sari yang melakukan penyerobotan lahan.

Baca Juga :  Giliran Kades Pakel Hadirkan Tiga Saksi

”Warga melakukan aksi karena ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus perusakan pada 2021 lalu,” ujar Ketua Rukun Tani Sumberrejo, Desa Pakel, Harun.

Harun mengatakan, sejumlah warga juga dipanggil oleh pihak Polresta Banyuwangi sekitar Desember 2021 lalu. Meski dipanggil, mereka memang tidak ditetapkan sebagai tersangka. Pemanggilan tersebut membuat warga resah lantaran lahan tersebut masih dalam proses sengketa. ”Lahan yang masih proses sengketa tidak ada kaitannya dengan kepolisian,” katanya.

Status kepemilikan tanah tersebut, jelas Harun, diperkuat dengan akta tahun 1929. Bahkan, sebelum adanya PT Bumi Sari, warga sudah menempati lahan tersebut terlebih dahulu. ”Sejak tahun 1965 lalu, sudah dijadikan perkampungan, bahkan sejak tahun 1984 lalu PT Bumi Sari belum memiliki Hak Guna Usaha (HGU) berada di Desa Pakel,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gugatan PT Bumisari Dibacakan Secara E-Court

Setelah menggelar orasi, sejumlah perwakilan warga Desa Pakel diajak beraudiensi bersama Kabagops Polresta Banyuwangi Kompol Agung Setya Budi bersama Kasatreskrim Kompol Iwan Heri Poerwanto. Dalam audiensi itu, Polresta Banyuwangi menampung seluruh aspirasinya. ”Kita tampung seluruh aspirasi mereka untuk kita sampaikan kepada Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu setelah menjalani upacara kenaikan pangkat di Polda Jatim,” ujar Kabagops  Kompol Agung Setya Budi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/