alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Selama LKibur Nataru, 23 Sopir Logistik Positif Covid-19

JawaPos.com – Skrining terhadap sopir logistik yang akan mengirimkan barang ke Pulau Bali terus dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilker Tanjung Wangi. Sampai Jumat (1/1), KKP mendeteksi ada 23 sopir logistik dengan tujuan Bali yang terpapar virus korona.

Para sopir kemudian diminta balik kanan untuk tidak menyeberang ke Bali. Mereka juga diminta segera kembali ke daerah asal untuk mendapatkan perawatan. Koordinator KKP Probolinggo Wilayah Kerja (Wilker) Tanjung Wangi Banyuwangi Sony Irawan mengatakan, sejak dilaksanakan rapid test antigen secara gratis bagi sopir kendaraan logistik yang menuju ke Bali sejak 21 Desember lalu, pihaknya sudah menemukan 23 orang positif Covid-19.

Sebanyak 23 sopir kendaraan logistik tersebut tidak boleh menyeberang ke Bali. Mereka diharuskan berputar balik. KKP kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten atau kota untuk menangani sopir yang positif Covid-19 tersebut. Sehingga Dinas Kesehatan setempat siap menangani sopir yang terpapar korona tersebut ketika sudah sampai di tempat asal.

Baca Juga :  Saber Pungli Jatim Monitoring ke Banyuwangi

Meskipun sebagian besar masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), Sony berharap mereka bisa melakukan isolasi di kabupaten asal. ”Dari awal kita pelaksanaan rapid test antigen, kita sudah menemukan 23 orang positif Covid-19,” ujar Sony.

Dari data kendaraan di Pelabuhan ASDP Ketapang, truk logistik menjadi kendaraan dengan jumlah yang tetap stabil bahkan cenderung tinggi. Pada 31 Desember kemarin, tercatat ada 1.037 truk yang menyeberang dari Bali ke Banyuwangi.

Pada tanggal 1 Januari tercatat ada 626 truk yang menyeberang. Tingginya angka ini sempat membuat Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengusulkan kepada KKP untuk membuka tes antigen gratis di pintu keluar ASDP. Tujuannya untuk memastikan mereka yang datang dari Bali sehat dari virus korona. ”Untuk membuka rapid test antigen di pintu keluar sangat memungkinkan, tapi kita butuh tambahan tenaga,” kata Sony. (fre/aif/c1)

Baca Juga :  DPRD Protes Pasar Modern

JawaPos.com – Skrining terhadap sopir logistik yang akan mengirimkan barang ke Pulau Bali terus dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilker Tanjung Wangi. Sampai Jumat (1/1), KKP mendeteksi ada 23 sopir logistik dengan tujuan Bali yang terpapar virus korona.

Para sopir kemudian diminta balik kanan untuk tidak menyeberang ke Bali. Mereka juga diminta segera kembali ke daerah asal untuk mendapatkan perawatan. Koordinator KKP Probolinggo Wilayah Kerja (Wilker) Tanjung Wangi Banyuwangi Sony Irawan mengatakan, sejak dilaksanakan rapid test antigen secara gratis bagi sopir kendaraan logistik yang menuju ke Bali sejak 21 Desember lalu, pihaknya sudah menemukan 23 orang positif Covid-19.

Sebanyak 23 sopir kendaraan logistik tersebut tidak boleh menyeberang ke Bali. Mereka diharuskan berputar balik. KKP kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten atau kota untuk menangani sopir yang positif Covid-19 tersebut. Sehingga Dinas Kesehatan setempat siap menangani sopir yang terpapar korona tersebut ketika sudah sampai di tempat asal.

Baca Juga :  Larangan Mudik, Tiket Pejalan Kaki dan Penumpang Kendaraan Ditiadakan

Meskipun sebagian besar masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), Sony berharap mereka bisa melakukan isolasi di kabupaten asal. ”Dari awal kita pelaksanaan rapid test antigen, kita sudah menemukan 23 orang positif Covid-19,” ujar Sony.

Dari data kendaraan di Pelabuhan ASDP Ketapang, truk logistik menjadi kendaraan dengan jumlah yang tetap stabil bahkan cenderung tinggi. Pada 31 Desember kemarin, tercatat ada 1.037 truk yang menyeberang dari Bali ke Banyuwangi.

Pada tanggal 1 Januari tercatat ada 626 truk yang menyeberang. Tingginya angka ini sempat membuat Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengusulkan kepada KKP untuk membuka tes antigen gratis di pintu keluar ASDP. Tujuannya untuk memastikan mereka yang datang dari Bali sehat dari virus korona. ”Untuk membuka rapid test antigen di pintu keluar sangat memungkinkan, tapi kita butuh tambahan tenaga,” kata Sony. (fre/aif/c1)

Baca Juga :  Ipuk: Satgas Wajib Humanis, Jangan Marah-marah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/