alexametrics
23.7 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

1.089 Penumpang Bandara Banyuwangi Gagal Terbang

Erupsi Gunung Agung berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi. Bandara di ujung timur Pulau Jawa itu kembali ditutup. Sejumlah jadwal penerbangan juga dibatalkan, kemarin (3/7).

Executive General Manager Angkasa Pura II Banyuwangi Anton Mathalius mengatakan, setelah terjadi letusan dan erupsi Gunung Agung mulai pukul 21.00 Senin (2/7), pihaknya selaku operator Bandara Banyuwangi langsung melakukan observasi dengan melakukan pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan Volcanic Ash (VA) paper test (kertas setiap satu jam diganti).

Dari hasil VA paper test tersebut diketahui jika abu vulkanik sampai ke Banyuwangi, yakni runway Bandara Banyuwangi pada pukul 01.15 dini hari Selasa (3/7). Selanjutnya, dia langsung melaporkan peristiwa dan hasil VA paper test tersebut kepada otoritas bandara (otband) di Surabaya. Selanjutnya otband berkoordinasi dengan Direktorat Navigasi Penerbangan (DNP). 

”Dari hasil report dan diskusi antara otband dan DNP barulah mengeluarkan notice to airmen (notam) close dari pukul 03.40 sampai pukul 09.00. Notam tersebut bersifat estimate, artinya apabila ada perubahan kondisi yang membaik akan disampaikan kembali kepada regulator dan regulator akan mencabut notam tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dikeler, Michelle Acungkan Jari Tengah

Pihak Angkasa Pura 2 bersama-sama dengan Air Nav juga terus melakukan observasi ke runway guna melihat abu vulkanik yang ada di bandara. Hasil observasi pada pukul 08.25 masih terdapat abu vulkanik pada runway. Hasil observasi itu selanjutnya juga dilaporkan kembali kepada operator sehingga dikeluarkan notam untuk kali kedua. Notam close kedua itu berlaku mulai pukul 09.00-15.00 dan bersifat estimate.

Dari dampak penutupan bandara tersebut, beberapa penerbangan menuju dan dari Banyuwangi dibatalkan. Sejumlah maskapai memilih membatalkan penerbangan. Jadwal penerbangan yang batal tersebut yakni pesawat Garuda pagi dari dan ke Surabaya, Nam Air pagi dari dan ke Jakarta, Citilink dari dan ke Jakarta juga batal. Pesawat Nam Air dari dan ke Jakarta, Garuda dari dan ke Jakarta juga cancel. Wings Air dari Surabaya juga cancel. 

Bandara Banyuwangi baru dibuka kembali pada pukul 15.00. Itu setelah otoritas bandara mencabut notam close. Sehingga pesawat Nam Air yang melayani rute penerbangan dari Jakarta menuju Banyuwangi dan sebaliknya masih bisa landing dan take off mulus di Bandara Banyuwangi. ”Jadi dari total 16 kali jadwal penerbangan, hanya Nam Air sore yang landing dan take off dari Bandara Banyuwangi,” terang Anton.

Baca Juga :  Kampanye Taat Prokes, Paramotor Beraksi di Atas Langit Bandara

Untuk total keseluruhan penumpang yang telah membatalkan jadwal penerbangan di Bandara Banyuwangi sejumlah 1.089 orang penumpang. Karena rata-rata untuk jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi yakni antara 1.200 hingga 1.300 orang penumpang setiap harinya. 

Pihaknya juga terus berupaya untuk membuka kembali bandara dengan membersihkan landasan pacu pesawat (runway). Pihak bandara berkoordinasi dengan Pemkab Banyuwangi juga telah mengirimkan tiga tangki mobil pemadam kebakaran yang melakukan penyemprotan dan pembersihan runway dari abu vulkanik. 

Hanya saja, lanjut Anton, tebal abu vulkanik yang berada di runway tersebut tidak bisa diukur, hanya sebatas wajar dan tidak wajar.  ”Dari hasil paper test positif  karena ada ukuran tertentu yang dinilai dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Dampak abu vulkanik juga dapat merusak engine pesawat,” tandasnya. 

Erupsi Gunung Agung berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi. Bandara di ujung timur Pulau Jawa itu kembali ditutup. Sejumlah jadwal penerbangan juga dibatalkan, kemarin (3/7).

Executive General Manager Angkasa Pura II Banyuwangi Anton Mathalius mengatakan, setelah terjadi letusan dan erupsi Gunung Agung mulai pukul 21.00 Senin (2/7), pihaknya selaku operator Bandara Banyuwangi langsung melakukan observasi dengan melakukan pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan Volcanic Ash (VA) paper test (kertas setiap satu jam diganti).

Dari hasil VA paper test tersebut diketahui jika abu vulkanik sampai ke Banyuwangi, yakni runway Bandara Banyuwangi pada pukul 01.15 dini hari Selasa (3/7). Selanjutnya, dia langsung melaporkan peristiwa dan hasil VA paper test tersebut kepada otoritas bandara (otband) di Surabaya. Selanjutnya otband berkoordinasi dengan Direktorat Navigasi Penerbangan (DNP). 

”Dari hasil report dan diskusi antara otband dan DNP barulah mengeluarkan notice to airmen (notam) close dari pukul 03.40 sampai pukul 09.00. Notam tersebut bersifat estimate, artinya apabila ada perubahan kondisi yang membaik akan disampaikan kembali kepada regulator dan regulator akan mencabut notam tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Benur Berbuah Penghargaan

Pihak Angkasa Pura 2 bersama-sama dengan Air Nav juga terus melakukan observasi ke runway guna melihat abu vulkanik yang ada di bandara. Hasil observasi pada pukul 08.25 masih terdapat abu vulkanik pada runway. Hasil observasi itu selanjutnya juga dilaporkan kembali kepada operator sehingga dikeluarkan notam untuk kali kedua. Notam close kedua itu berlaku mulai pukul 09.00-15.00 dan bersifat estimate.

Dari dampak penutupan bandara tersebut, beberapa penerbangan menuju dan dari Banyuwangi dibatalkan. Sejumlah maskapai memilih membatalkan penerbangan. Jadwal penerbangan yang batal tersebut yakni pesawat Garuda pagi dari dan ke Surabaya, Nam Air pagi dari dan ke Jakarta, Citilink dari dan ke Jakarta juga batal. Pesawat Nam Air dari dan ke Jakarta, Garuda dari dan ke Jakarta juga cancel. Wings Air dari Surabaya juga cancel. 

Bandara Banyuwangi baru dibuka kembali pada pukul 15.00. Itu setelah otoritas bandara mencabut notam close. Sehingga pesawat Nam Air yang melayani rute penerbangan dari Jakarta menuju Banyuwangi dan sebaliknya masih bisa landing dan take off mulus di Bandara Banyuwangi. ”Jadi dari total 16 kali jadwal penerbangan, hanya Nam Air sore yang landing dan take off dari Bandara Banyuwangi,” terang Anton.

Baca Juga :  Kampanye Taat Prokes, Paramotor Beraksi di Atas Langit Bandara

Untuk total keseluruhan penumpang yang telah membatalkan jadwal penerbangan di Bandara Banyuwangi sejumlah 1.089 orang penumpang. Karena rata-rata untuk jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi yakni antara 1.200 hingga 1.300 orang penumpang setiap harinya. 

Pihaknya juga terus berupaya untuk membuka kembali bandara dengan membersihkan landasan pacu pesawat (runway). Pihak bandara berkoordinasi dengan Pemkab Banyuwangi juga telah mengirimkan tiga tangki mobil pemadam kebakaran yang melakukan penyemprotan dan pembersihan runway dari abu vulkanik. 

Hanya saja, lanjut Anton, tebal abu vulkanik yang berada di runway tersebut tidak bisa diukur, hanya sebatas wajar dan tidak wajar.  ”Dari hasil paper test positif  karena ada ukuran tertentu yang dinilai dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Dampak abu vulkanik juga dapat merusak engine pesawat,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/