alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Sembunyikan Pil Koplo di Kamar Lapas

GIRI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Keinginan Suji Purnomo, 38, untuk kembali berkumpul dengan keluarganya harus pupus. Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi asal Kabupaten Malang itu kedapatan menyimpan pil Trihexyphenidyl (trex) kemarin (1/11). Pil koplo tersebut disembunyikan di kamarnya setelah dilempar oleh temannya dari luar lapas.

Dengan tambahan perkara baru itu, napi kasus pencurian dengan pemberatan tersebut harus tinggal lebih lama di penjara. Padahal, tinggal tiga bulan 15 hari lagi masa penahanan Suji di lapas berakhir.  Gara-gara kedapatan menyimpan pil trex sebanyak 570 butir, Suji harus berurusan lagi dengan hukum. ”Ini termasuk penggagalan penyelundupan barang terlarang yang masuk ke dalam Lapas Banyuwangi,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KaKPLP) Banyuwangi Andri.

Baca Juga :  Tampil di Belgia, Tim Kesenian Banyuwangi Gelar Selamatan

Andri menjelaskan, pukul 06.00 petugas mendapatkan informasi tim intelijen jika ada barang terlarang yang masuk dengan cara dilempar dari tembok sebelah barat Lapas Banyuwangi. ”Dari informasi tersebut, petugas langsung memeriksa rekaman CCTV,” katanya.

Setelah rekaman CCTV dibuka, memang benar ada barang yang dilempar dari luar dan masuk ke depan kamar hunian napi sebelah barat. Tidak lama kemudian, pelaku mengambil barang tersebut dan menyimpannya di kamar. ”Dari rekaman itu kita langsung memanggil pelaku beserta barangnya. Pelaku langsung kita interogasi,” jelas Andri.

Paket yang dibungkus plastik warna hitam itu ternyata berisi pil trex sebanyak 570 butir. Pihak lapas langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi. ”Kita serahkan ke Polresta Banyuwangi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Semeru 2022 Sasar Roda Dua, Terjaring 50 Pelanggar

Pihaknya langsung memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Yang bersangkutan saat ini ditempatkan di sel tikus. ”Kita tetap berikan sanksi tegas karena status pelaku masih warga binaan pemasyarakatan Lapas Banyuwangi,” kata Andri. 

GIRI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Keinginan Suji Purnomo, 38, untuk kembali berkumpul dengan keluarganya harus pupus. Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi asal Kabupaten Malang itu kedapatan menyimpan pil Trihexyphenidyl (trex) kemarin (1/11). Pil koplo tersebut disembunyikan di kamarnya setelah dilempar oleh temannya dari luar lapas.

Dengan tambahan perkara baru itu, napi kasus pencurian dengan pemberatan tersebut harus tinggal lebih lama di penjara. Padahal, tinggal tiga bulan 15 hari lagi masa penahanan Suji di lapas berakhir.  Gara-gara kedapatan menyimpan pil trex sebanyak 570 butir, Suji harus berurusan lagi dengan hukum. ”Ini termasuk penggagalan penyelundupan barang terlarang yang masuk ke dalam Lapas Banyuwangi,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KaKPLP) Banyuwangi Andri.

Baca Juga :  Sistem Zonasi PPDB Ternyata Bikin Bisnis Kos-kosan Lesu

Andri menjelaskan, pukul 06.00 petugas mendapatkan informasi tim intelijen jika ada barang terlarang yang masuk dengan cara dilempar dari tembok sebelah barat Lapas Banyuwangi. ”Dari informasi tersebut, petugas langsung memeriksa rekaman CCTV,” katanya.

Setelah rekaman CCTV dibuka, memang benar ada barang yang dilempar dari luar dan masuk ke depan kamar hunian napi sebelah barat. Tidak lama kemudian, pelaku mengambil barang tersebut dan menyimpannya di kamar. ”Dari rekaman itu kita langsung memanggil pelaku beserta barangnya. Pelaku langsung kita interogasi,” jelas Andri.

Paket yang dibungkus plastik warna hitam itu ternyata berisi pil trex sebanyak 570 butir. Pihak lapas langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi. ”Kita serahkan ke Polresta Banyuwangi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Baca Juga :  Dua Hari ke Depan Ombak Selat Bali Diprediksi Masih Tinggi

Pihaknya langsung memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Yang bersangkutan saat ini ditempatkan di sel tikus. ”Kita tetap berikan sanksi tegas karena status pelaku masih warga binaan pemasyarakatan Lapas Banyuwangi,” kata Andri. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/