alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Tebing Erek-Erek Longsor Lagi, Jalur Menuju Ijen Belum Bisa Dilewati  

LICIN, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hujan deras mengguyur lereng Gunung Ijen, Jumat (1/7). Longsor kembali terjadi di tebing Erek-Erek, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Hanya saja material longsoran tidak sampai menutup jalan seperti kejadian pertama, Selasa (28/6) lalu.

Gara-gara bencana susulan, proses pembersihan material longsor di jalur Erek-Erek Ijen yang sudah mencapai 90 persen terpaksa dihentikan. Jalur penghubung Bondowoso–Banyuwangi yang sedianya bisa dilalui pada Jumat kemarin (1/7) tetap belum bisa dilewati.

Hujan deras mengguyur kawasan Erek-Erek pukul 10.00.  Sisa-sisa lumpur yang masih menumpuk di jalan ikut hanyut. Jalan terlihat seperti aliran sungai yang penuh kotoran ranting pohon.

Demi keamanan, petugas yang mengoperasikan alat berat berhenti bekerja. Mereka menunggu sampai situasi benar-benar aman. ”Proses evakuasi lumpur kita perpanjang lantaran hujan mengguyur wilayah Ijen dan sekitar,” ujar Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Ilzam Nuzuli.

Baca Juga :  Tarawih Bubar, Polisi Atur Lalin Depan Masjid

Proses evakuasi sebenarnya sudah mencapai 90 persen, namun kondisi jalan belum sepenuhnya bersih dari sisa-sisa lumpur. ”Gara-gara hujan yang mengguyur Ijen, pembersihan lumpur kita hentikan,” kata Ilzam.

Pihaknya tidak berani memaksakan alat berat bekerja. Sebab, jika memaksakan bekerja dalam kondisi hujan deras, alat berat bisa tergelincir. Selain itu, keamanan personel TNI, Polri, BPBD, dan relawan bisa terancam. ”Kita memilih memperpanjang jadwal pembukaan jalan daripada mengorbankan para personel di lapangan. Kita ingin proses evakuasi cepat selesai agar para personel gabungan bisa kembali bertugas dan jalur menuju Ijen bisa kembali dilalui,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proses evakuasi tanah longsor yang menutup akses jalan menuju Ijen terus dipercepat. Sejumlah peralatan alat berat yang sudah diterjunkan terus dimaksimalkan untuk membersihkan tumpukan material sepanjang 30 meter tersebut.

Baca Juga :  Jembatan Tambong Kabat, Rawan Laka, Biang Macet

Ratusan personel gabungan dari BPBD Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar itu, terus berupaya membersihkan tumpukan material setinggi enam meter. Dengan menggunakan peralatan tiga alat berat dari Dinas PU-CKPP berupa telehandler, ekskavator, dan buldoser, proses evakuasi material sudah mencapai 90 persen. (rio/aif/c1)

LICIN, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hujan deras mengguyur lereng Gunung Ijen, Jumat (1/7). Longsor kembali terjadi di tebing Erek-Erek, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Hanya saja material longsoran tidak sampai menutup jalan seperti kejadian pertama, Selasa (28/6) lalu.

Gara-gara bencana susulan, proses pembersihan material longsor di jalur Erek-Erek Ijen yang sudah mencapai 90 persen terpaksa dihentikan. Jalur penghubung Bondowoso–Banyuwangi yang sedianya bisa dilalui pada Jumat kemarin (1/7) tetap belum bisa dilewati.

Hujan deras mengguyur kawasan Erek-Erek pukul 10.00.  Sisa-sisa lumpur yang masih menumpuk di jalan ikut hanyut. Jalan terlihat seperti aliran sungai yang penuh kotoran ranting pohon.

Demi keamanan, petugas yang mengoperasikan alat berat berhenti bekerja. Mereka menunggu sampai situasi benar-benar aman. ”Proses evakuasi lumpur kita perpanjang lantaran hujan mengguyur wilayah Ijen dan sekitar,” ujar Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Ilzam Nuzuli.

Baca Juga :  Sering Melanggar Aturan Lapas, 9 Napi Dimutasi

Proses evakuasi sebenarnya sudah mencapai 90 persen, namun kondisi jalan belum sepenuhnya bersih dari sisa-sisa lumpur. ”Gara-gara hujan yang mengguyur Ijen, pembersihan lumpur kita hentikan,” kata Ilzam.

Pihaknya tidak berani memaksakan alat berat bekerja. Sebab, jika memaksakan bekerja dalam kondisi hujan deras, alat berat bisa tergelincir. Selain itu, keamanan personel TNI, Polri, BPBD, dan relawan bisa terancam. ”Kita memilih memperpanjang jadwal pembukaan jalan daripada mengorbankan para personel di lapangan. Kita ingin proses evakuasi cepat selesai agar para personel gabungan bisa kembali bertugas dan jalur menuju Ijen bisa kembali dilalui,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proses evakuasi tanah longsor yang menutup akses jalan menuju Ijen terus dipercepat. Sejumlah peralatan alat berat yang sudah diterjunkan terus dimaksimalkan untuk membersihkan tumpukan material sepanjang 30 meter tersebut.

Baca Juga :  Antisipasi Longsor Susulan, Pasang 2000 Kantung Trap

Ratusan personel gabungan dari BPBD Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar itu, terus berupaya membersihkan tumpukan material setinggi enam meter. Dengan menggunakan peralatan tiga alat berat dari Dinas PU-CKPP berupa telehandler, ekskavator, dan buldoser, proses evakuasi material sudah mencapai 90 persen. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/