alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Sepi Pasien, Tempat Isolasi Covid-19 Licin Tutup

RadarBanyuwangi.id – Menurunnya angka Covid-19 berdampak terhadap kelangsungan tempat isolasi di Balai Dikat Licin. Setelah berbulan-bulan menampung pasien orang tanpa gejala (OTG), sejak dua pekan lalu (17/3) tempat itu dinyatakan tutup.

Kepala Puskesmas Licin dr Nira Istadewi membenarkan dihentikannya aktivitas isolasi bagi pasien Covid-19 di Balai Diklat Licin. Keputusan menutup tempat isolasi sudah melalui rapat bersama Satgas Covid-19 bersama Forpimka, DLH, BPBD, dan Dinas Pariwisata. ”Ada beberapa pertimbangan. Salah satunya evaluasi kondisi Balai Diklat dalam sepuluh hari terakhir. Rata-rata hanya dihuni tiga pasien per hari,” ungkap Nira.

Setelah ada kebijakan PPKM Mikro, jumlah pasien semakin menurun. Setiap harinya, jumlah tenaga kesehatan yang berjaga di Balai Diklat Licin mencapai sepuluh orang yang terdiri perawat, dokter, dan sopir ambulans. Mereka dibagi dalam tiga sif jam kerja.

Baca Juga :  Tidak Ada Barang Berbahaya Di Gereja Rogojampi

Banyak pasien yang mengeluh ketakutan ketika harus tinggal di balai diklat yang sepi. Banyak dari mereka yang meminta untuk segera dipulangkan karena tak betah. ”Kelanjutannya tergantung Satgas. Apakah dibuka lagi atau tidak. Kalau memang harus dibuka lagi, kita siap-siap saja karena sistem jaganya di-rolling dari petugas di 45 puskesmas,” tandasnya.

RadarBanyuwangi.id – Menurunnya angka Covid-19 berdampak terhadap kelangsungan tempat isolasi di Balai Dikat Licin. Setelah berbulan-bulan menampung pasien orang tanpa gejala (OTG), sejak dua pekan lalu (17/3) tempat itu dinyatakan tutup.

Kepala Puskesmas Licin dr Nira Istadewi membenarkan dihentikannya aktivitas isolasi bagi pasien Covid-19 di Balai Diklat Licin. Keputusan menutup tempat isolasi sudah melalui rapat bersama Satgas Covid-19 bersama Forpimka, DLH, BPBD, dan Dinas Pariwisata. ”Ada beberapa pertimbangan. Salah satunya evaluasi kondisi Balai Diklat dalam sepuluh hari terakhir. Rata-rata hanya dihuni tiga pasien per hari,” ungkap Nira.

Setelah ada kebijakan PPKM Mikro, jumlah pasien semakin menurun. Setiap harinya, jumlah tenaga kesehatan yang berjaga di Balai Diklat Licin mencapai sepuluh orang yang terdiri perawat, dokter, dan sopir ambulans. Mereka dibagi dalam tiga sif jam kerja.

Baca Juga :  Nenek Tertemper KA Ternyata Hendak Kunjungi Rumah Keponakan

Banyak pasien yang mengeluh ketakutan ketika harus tinggal di balai diklat yang sepi. Banyak dari mereka yang meminta untuk segera dipulangkan karena tak betah. ”Kelanjutannya tergantung Satgas. Apakah dibuka lagi atau tidak. Kalau memang harus dibuka lagi, kita siap-siap saja karena sistem jaganya di-rolling dari petugas di 45 puskesmas,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/