alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Kakek 75 Tahun Ditemukan Meninggal Menggantung di Pohon Sirsak

RadarBanyuwangi.id – Warga RT 01, RW 02, Dusun Delik II, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi, digegerkan dengan temuan warga tewas menggantung pagi kemarin (31/3). Korban bernama Sunaryo yang sudah berusia 75 tahun. Jenazah korban ditemukan dengan posisi tergantung di sebelah rumahnya. Sejak malam, kakek tersebut dilaporkan tak terlihat di sekitar rumahnya.

Kepala Dusun Delik II Ali Mansur menceritakan, Sunaryo sebenarnya tinggal berdua bersama istrinya. Namun sejak 15 hari lalu, istrinya pergi ke rumah keluarganya di wilayah Kecamatan Kalipuro. Pada Selasa malam lalu (30/3), pihak keluarga sempat mencari Sunaryo karena kakek tersebut tak terlihat sama sekali. Kondisi rumah pun terkunci dari dalam. Pihak keluarga sempat mengira Sunaryo tidur di dalam rumah dan tidak mendengar ketika anaknya mencarinya.

Baca Juga :  ODGJ Diberdayakan Membuat Kerajinan

Baru pagi kemarin sekitar pukul 06.30, cucu Sunaryo yaitu Suhartono, 17, datang ke rumah kakeknya. Dia diperintah untuk mengantarkan makanan. Suhartono sempat mengetuk pintu rumah Sunaryo, namun tak ada sahutan. Suhartono kemudian mengelilingi sekitar rumah Sunaryo dan mendapati kakeknya sudah tergantung di pohon sirsak. Leher kakeknya itu menggantung dengan sarung yang dikaitkan ke dahan pohon. ”Saya kemudian menghubungi petugas Polsek Giri. Setelah itu datang petugas dari polsek dan puskesmas. Korban sendiri dimakamkan sekitar jam 11 tadi,” kata Mansur.

Kapolsek Giri AKP Ali Ashari menambahkan, tidak ada unsur kekerasan dalam kematian Sunaryo. Korban murni gantung diri diduga karena merasa depresi dengan penyakit yang dideritanya. Dari keterangan keluarga, korban selama ini menderita sakit menahun yang tak kunjung sembuh. ”Keluarga korban menolak otopsi, jadi tadi langsung dimakamkan setelah dimandikan oleh pihak keluarga,” tegasnya.

Baca Juga :  Jenderal Singapura Kepincut Keris Terpanjang di Banyuwangi

Babinsa Jambesari Sertu Jami’i menambahkan, korban sebelumnya memang menderita penyakit asam lambung menahun yang tidak kunjung sembuh. Selama ini pengobatan hanya dilakukan di puskesmas saja, sehingga kerap kambuh. ”Sejak semalam dicari keluarganya, tiba-tiba ditemukan tergantung di atas pohon setinggi tiga meter,” pungkasnya. 

RadarBanyuwangi.id – Warga RT 01, RW 02, Dusun Delik II, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi, digegerkan dengan temuan warga tewas menggantung pagi kemarin (31/3). Korban bernama Sunaryo yang sudah berusia 75 tahun. Jenazah korban ditemukan dengan posisi tergantung di sebelah rumahnya. Sejak malam, kakek tersebut dilaporkan tak terlihat di sekitar rumahnya.

Kepala Dusun Delik II Ali Mansur menceritakan, Sunaryo sebenarnya tinggal berdua bersama istrinya. Namun sejak 15 hari lalu, istrinya pergi ke rumah keluarganya di wilayah Kecamatan Kalipuro. Pada Selasa malam lalu (30/3), pihak keluarga sempat mencari Sunaryo karena kakek tersebut tak terlihat sama sekali. Kondisi rumah pun terkunci dari dalam. Pihak keluarga sempat mengira Sunaryo tidur di dalam rumah dan tidak mendengar ketika anaknya mencarinya.

Baca Juga :  ODGJ Diberdayakan Membuat Kerajinan

Baru pagi kemarin sekitar pukul 06.30, cucu Sunaryo yaitu Suhartono, 17, datang ke rumah kakeknya. Dia diperintah untuk mengantarkan makanan. Suhartono sempat mengetuk pintu rumah Sunaryo, namun tak ada sahutan. Suhartono kemudian mengelilingi sekitar rumah Sunaryo dan mendapati kakeknya sudah tergantung di pohon sirsak. Leher kakeknya itu menggantung dengan sarung yang dikaitkan ke dahan pohon. ”Saya kemudian menghubungi petugas Polsek Giri. Setelah itu datang petugas dari polsek dan puskesmas. Korban sendiri dimakamkan sekitar jam 11 tadi,” kata Mansur.

Kapolsek Giri AKP Ali Ashari menambahkan, tidak ada unsur kekerasan dalam kematian Sunaryo. Korban murni gantung diri diduga karena merasa depresi dengan penyakit yang dideritanya. Dari keterangan keluarga, korban selama ini menderita sakit menahun yang tak kunjung sembuh. ”Keluarga korban menolak otopsi, jadi tadi langsung dimakamkan setelah dimandikan oleh pihak keluarga,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Jamin Penyaluran BST Tepat Sasaran

Babinsa Jambesari Sertu Jami’i menambahkan, korban sebelumnya memang menderita penyakit asam lambung menahun yang tidak kunjung sembuh. Selama ini pengobatan hanya dilakukan di puskesmas saja, sehingga kerap kambuh. ”Sejak semalam dicari keluarganya, tiba-tiba ditemukan tergantung di atas pohon setinggi tiga meter,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/