alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Bersih-Bersih Lumpur Hampir Rampung, Hari Ini Jalan Menuju Ijen Bisa Dilewati

RADAR BANYUWANGI – Proses evakuasi material sisa longsoran yang menutup jalan di kawasan Erek-Erek, Desa Tamansari, Kecamatan Licin terus dikebut. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengeruk tanah yang menutup jalan. Ada telehandler, ekskavator, dan buldoser.

Ratusan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar bekerja keras membersihkan tumpukan material setinggi enam meter. Hingga kemarin siang (29/6) proses evakuasi material  sudah mencapai 80 persen.

Meski begitu, akses jalan menuju Bondowoso atau sebaliknya yang melewati Erek-Erek belum bisa dilewati. Kemungkinan, akses jalan tersebut baru bisa dibuka pada Jumat besok (1/7). ”Alhamdulillah, proses evakuasi longsor sudah mencapai 80 persen. Material sisa longsor sudah bisa dibersihkan menggunakan tiga alat berat,” ujar Plt Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP) Danang Hartanto.

Dalam proses evakuasi hari ketiga kemarin, personel gabungan terus memaksimalkan pekerjaan. Seluruh alat berat maupun peralatan yang sudah diterjunkan dimanfaatkan semaksimal mungkin. ”Kita sudah berhasil membersihkan tumpukan longsor sepanjang 30 meter,” katanya.

Baca Juga :  Tinggi Ombak Capai 1,5 Meter, Tiga Hari Tak Berani Melaut

Sebenarnya, Danang menyebut masih banyak kendala yang dihadapi oleh para personel di lapangan. Terutama, banyak wisatawan yang nekat melewati Erek-Erek. Situasi demikian cukup menyusahkan operator alat berat  di lapangan. ”Masih banyak wisatawan yang tidak tahu jika jalan menuju Ijen ditutup sementara,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses evakuasi, Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi juga menurunkan personel. Dinsos mendirikan dapur umum untuk pasokan konsumsi relawan di lapangan. ”Kita mendirikan dapur umum, untuk mencukupi kebutuhan pangan para personel yang bertugas mengevakuasi material longsor,” ujar Plt Kadinsos Banyuwangi Henik Setyorini.

Henik mengatakan, ada enam personel dengan peralatan dapur lengkap yang diterjunkan. Mereka menyiapkan 150 porsi makanan. Pasokan makanan tersebut diberikan pada pagi, siang, dan sore. ”Jika ditotal ada 450 porsi yang disiapkan dalam satu hari. Itu semua demi kebutuhan konsumsi petugas di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Operasi Gempur Rokok Ilegal Temukan 53 Ribu Batang

Henik menambahkan, dapur umum tersebut merupakan hasil asesmen yang dilakukan bersama. Dari hasil asesmen, perlu didirikan dapur umum di sekitar jalan yang tertutup longsor karena lokasinya jauh dari warung.

Jalan menuju Ijen yang tertimbun material longsor sepanjang 30 meter belum bisa dilewati. Akses jalan menuju Bondowoso atau sebaliknya yang melewati Erek-Erek terpaksa dialihkan. Saat ini proses evakuasi material longsor masih berlangsung.

Proses evakuasi melibatkan 100 personel dan sejumlah alat berat. Ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. Sedangkan tiga alat berat dari Dinas PU-CKPP berupa telehandler, ekskavator, dan buldoser. BPBD juga menerjunkan peralatan mobil tanki, alat semprot, dan sejumlah chainsaw untuk memotong pohon. (rio/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Proses evakuasi material sisa longsoran yang menutup jalan di kawasan Erek-Erek, Desa Tamansari, Kecamatan Licin terus dikebut. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengeruk tanah yang menutup jalan. Ada telehandler, ekskavator, dan buldoser.

Ratusan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar bekerja keras membersihkan tumpukan material setinggi enam meter. Hingga kemarin siang (29/6) proses evakuasi material  sudah mencapai 80 persen.

Meski begitu, akses jalan menuju Bondowoso atau sebaliknya yang melewati Erek-Erek belum bisa dilewati. Kemungkinan, akses jalan tersebut baru bisa dibuka pada Jumat besok (1/7). ”Alhamdulillah, proses evakuasi longsor sudah mencapai 80 persen. Material sisa longsor sudah bisa dibersihkan menggunakan tiga alat berat,” ujar Plt Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP) Danang Hartanto.

Dalam proses evakuasi hari ketiga kemarin, personel gabungan terus memaksimalkan pekerjaan. Seluruh alat berat maupun peralatan yang sudah diterjunkan dimanfaatkan semaksimal mungkin. ”Kita sudah berhasil membersihkan tumpukan longsor sepanjang 30 meter,” katanya.

Baca Juga :  Begini Kehidupan Nelayan Grajagan saat Cuaca Ekstrem di Laut Selatan

Sebenarnya, Danang menyebut masih banyak kendala yang dihadapi oleh para personel di lapangan. Terutama, banyak wisatawan yang nekat melewati Erek-Erek. Situasi demikian cukup menyusahkan operator alat berat  di lapangan. ”Masih banyak wisatawan yang tidak tahu jika jalan menuju Ijen ditutup sementara,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses evakuasi, Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi juga menurunkan personel. Dinsos mendirikan dapur umum untuk pasokan konsumsi relawan di lapangan. ”Kita mendirikan dapur umum, untuk mencukupi kebutuhan pangan para personel yang bertugas mengevakuasi material longsor,” ujar Plt Kadinsos Banyuwangi Henik Setyorini.

Henik mengatakan, ada enam personel dengan peralatan dapur lengkap yang diterjunkan. Mereka menyiapkan 150 porsi makanan. Pasokan makanan tersebut diberikan pada pagi, siang, dan sore. ”Jika ditotal ada 450 porsi yang disiapkan dalam satu hari. Itu semua demi kebutuhan konsumsi petugas di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Kerugian Materi Akibat Longsor Ditaksir Rp 75 Juta

Henik menambahkan, dapur umum tersebut merupakan hasil asesmen yang dilakukan bersama. Dari hasil asesmen, perlu didirikan dapur umum di sekitar jalan yang tertutup longsor karena lokasinya jauh dari warung.

Jalan menuju Ijen yang tertimbun material longsor sepanjang 30 meter belum bisa dilewati. Akses jalan menuju Bondowoso atau sebaliknya yang melewati Erek-Erek terpaksa dialihkan. Saat ini proses evakuasi material longsor masih berlangsung.

Proses evakuasi melibatkan 100 personel dan sejumlah alat berat. Ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. Sedangkan tiga alat berat dari Dinas PU-CKPP berupa telehandler, ekskavator, dan buldoser. BPBD juga menerjunkan peralatan mobil tanki, alat semprot, dan sejumlah chainsaw untuk memotong pohon. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/