alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Festival Susur Sungai Diawali dari Bendungan Karangdoro

RadarBanyuwangi.id – Rangkaian kegiatan Festival Susur Sungai diawali di Bendungan Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, 22 Maret 2021 lalu. Kegiatan yang diinisiasi warga setempat ini, mendapat dukungan penuh dari Pemkab Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas hadir langsung dan membuka kegiatan konservasi yang diwarnai beragam kegiatan positif tersebut. Sekitar 100 peserta, mulai anak-anak hingga orang dewasa, diajak menyusuri sungai Karangdoro sejauh sekitar 1,5 kilometer (km) sembari membersihkan sampah.

Selain membersihkan sampah, kegiatan ini juga diwarnai penebaran benih ikan serta penanaman pohon di sekitar sungai. Bukan itu saja, Festival Susur Sungai juga dimeriahkan lomba fotografi dan menggambar lokasi Bendungan Karangdoro bagi siswa. Belum berhenti di situ, peserta dan masyarakat di sekitar lokasi juga mendapatkan edukasi tentang lingkungan.

Bupati Ipuk menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Susur Sungai tersebut. ”Karena kegiatan ini diinisiasi sendiri warga setempat. Saya harap ini bisa berkelanjutan, bahkan kalau bisa dijadikan agenda tahunan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengusaha Mulai Seriusi Pertanian Sistem Hidroponik

Ipuk mengatakan keberadaan sungai di suatu kota sejatinya bisa menambah eksotisme wajah kota tersebut. Sungai yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan sekitar dan membawa perbaikan kualitas hidup masyarakat.

Ipuk menuturkan, aliran sungai yang bersih dan tertata tidak hanya memperkecil potensi terjadinya banjir saat hujan. Lebih dari itu, sungai mampu memberikan dampak sosial dan menggerakkan ekonomi masyarakat. ”Tidak terkecuali di Bendungan Karangdoro yang dari sisi historisnya juga sangat mendukung sebagai destinasi wisata alternatif di kawasan ini,” kata dia.

Bendungan Karangdoro merupakan salah satu bangunan irigasi peninggalan Belanda. Bendungan ini dibangun tahun 1921. Dalam sejarah yang tercantum di koran Belanda disebutkan pernah terjadi banjir besar di kawasan ini pada 1929. Bendungan pun rusak berat dan pada 1935 dimulai proses renovasi. Bendungan resmi difungsikan kembali oleh kolonial Jepang pada tahun 1942.

Baca Juga :  Bebas dari Lapas, Budi Pego Dielu-elukan

Sementara itu, kegiatan Susur Sungai tidak hanya digeber di kawasan Bendungan Karangdoro. Dua hari berselang, tepatnya Rabu (24/3), kegiatan serupa digelar di kawasan Jembatan Merah Putih, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat.

Di kawasan tersebut dilakukan penebaran seribu bibit ikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sugirah. Penebaran ribuan ikan nila dan tombro dilakukan untuk mendukung daerah tersebut menjadi Kawasan Konservasi Kampoeng Ikan di desa setempat.

Selain untuk memberdayakan masyarakat, lanjut Sugirah, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Banyuwangi. Dia menilai perikanan darat ini menjadi sangat penting, terutama ketika perikanan di laut mengalami paceklik yang berakibat kurangnya tersedianya ikan di pasaran.

RadarBanyuwangi.id – Rangkaian kegiatan Festival Susur Sungai diawali di Bendungan Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, 22 Maret 2021 lalu. Kegiatan yang diinisiasi warga setempat ini, mendapat dukungan penuh dari Pemkab Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas hadir langsung dan membuka kegiatan konservasi yang diwarnai beragam kegiatan positif tersebut. Sekitar 100 peserta, mulai anak-anak hingga orang dewasa, diajak menyusuri sungai Karangdoro sejauh sekitar 1,5 kilometer (km) sembari membersihkan sampah.

Selain membersihkan sampah, kegiatan ini juga diwarnai penebaran benih ikan serta penanaman pohon di sekitar sungai. Bukan itu saja, Festival Susur Sungai juga dimeriahkan lomba fotografi dan menggambar lokasi Bendungan Karangdoro bagi siswa. Belum berhenti di situ, peserta dan masyarakat di sekitar lokasi juga mendapatkan edukasi tentang lingkungan.

Bupati Ipuk menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Susur Sungai tersebut. ”Karena kegiatan ini diinisiasi sendiri warga setempat. Saya harap ini bisa berkelanjutan, bahkan kalau bisa dijadikan agenda tahunan,” ujarnya.

Baca Juga :  Panen Tiga Kali Lipat, Benih Padi BK-Situbondo Segera Dipatenkan

Ipuk mengatakan keberadaan sungai di suatu kota sejatinya bisa menambah eksotisme wajah kota tersebut. Sungai yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan sekitar dan membawa perbaikan kualitas hidup masyarakat.

Ipuk menuturkan, aliran sungai yang bersih dan tertata tidak hanya memperkecil potensi terjadinya banjir saat hujan. Lebih dari itu, sungai mampu memberikan dampak sosial dan menggerakkan ekonomi masyarakat. ”Tidak terkecuali di Bendungan Karangdoro yang dari sisi historisnya juga sangat mendukung sebagai destinasi wisata alternatif di kawasan ini,” kata dia.

Bendungan Karangdoro merupakan salah satu bangunan irigasi peninggalan Belanda. Bendungan ini dibangun tahun 1921. Dalam sejarah yang tercantum di koran Belanda disebutkan pernah terjadi banjir besar di kawasan ini pada 1929. Bendungan pun rusak berat dan pada 1935 dimulai proses renovasi. Bendungan resmi difungsikan kembali oleh kolonial Jepang pada tahun 1942.

Baca Juga :  Bebas dari Lapas, Budi Pego Dielu-elukan

Sementara itu, kegiatan Susur Sungai tidak hanya digeber di kawasan Bendungan Karangdoro. Dua hari berselang, tepatnya Rabu (24/3), kegiatan serupa digelar di kawasan Jembatan Merah Putih, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat.

Di kawasan tersebut dilakukan penebaran seribu bibit ikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sugirah. Penebaran ribuan ikan nila dan tombro dilakukan untuk mendukung daerah tersebut menjadi Kawasan Konservasi Kampoeng Ikan di desa setempat.

Selain untuk memberdayakan masyarakat, lanjut Sugirah, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Banyuwangi. Dia menilai perikanan darat ini menjadi sangat penting, terutama ketika perikanan di laut mengalami paceklik yang berakibat kurangnya tersedianya ikan di pasaran.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/