alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Puluhan Truk Sudah Pernah Ditolak, Kemudian Pindah Lewat Karangrejo

JawaPos.com – Puluhan truk pengangkut material tanah uruk tambak yang disoal warga, sebelumnya pernah ditolak di tempat lain. Namun, puluhan truk kemudian pindah melalui jalan Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi untuk menuju ke lokasi tambak.

Itu disampaikan oleh Erwin Efendi, salah seorang warga setempat. “Puluhan truk ini sebelumnya lewat Sobo dan Kertosari, tapi ditolak warga sana. Nah, kemudian puluhan truk melewati Karangrejo dan seperti ini yang terjadi,” papar Erwin di Balai Kelurahan Karangrejo.

Untuk itu, Erwin meminta agar pihak tambak dan supplier tanah uruk memenuhi tuntutan warga. Yaitu membersihkan dan memperbaiki jalan yang sudah rusak.

“Kalau yang lewat cuma satu atau dua truk dalam satu hari, tidak masalah. Tapi kalau puluhan truk dan itu bolak-balik seperti ini yang terjadi. Jalan rusak dan kotor, belum lagi polusi. Makanya harus tanggung jawab,” tegas Erwin.

Baca Juga :  Gulung Sindikat Pencuri Sapi, Gasak 13 Ekor Sapi di 13 Tempat

Sementara itu, Sunarto warga setempat menyampaikan, adanya pengerjaan proyek tidak diikuti dengan penanganan dampak negatif yang ditimbulkan.

“Warga sekitar yang paling merasakan dampak negatifnya. Apakah pengerjaan ini sudah ada AMDAL atau bagaimana penanganan dampak buruknya. Ini sudah sekitar empat bulan berjalan, kami minta ada penanganan agar dampaknya  tidak merugikan warga,” tegasnya.

JawaPos.com – Puluhan truk pengangkut material tanah uruk tambak yang disoal warga, sebelumnya pernah ditolak di tempat lain. Namun, puluhan truk kemudian pindah melalui jalan Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi untuk menuju ke lokasi tambak.

Itu disampaikan oleh Erwin Efendi, salah seorang warga setempat. “Puluhan truk ini sebelumnya lewat Sobo dan Kertosari, tapi ditolak warga sana. Nah, kemudian puluhan truk melewati Karangrejo dan seperti ini yang terjadi,” papar Erwin di Balai Kelurahan Karangrejo.

Untuk itu, Erwin meminta agar pihak tambak dan supplier tanah uruk memenuhi tuntutan warga. Yaitu membersihkan dan memperbaiki jalan yang sudah rusak.

“Kalau yang lewat cuma satu atau dua truk dalam satu hari, tidak masalah. Tapi kalau puluhan truk dan itu bolak-balik seperti ini yang terjadi. Jalan rusak dan kotor, belum lagi polusi. Makanya harus tanggung jawab,” tegas Erwin.

Baca Juga :  Genjot Becak Antarkan Anggota Purna Tugas

Sementara itu, Sunarto warga setempat menyampaikan, adanya pengerjaan proyek tidak diikuti dengan penanganan dampak negatif yang ditimbulkan.

“Warga sekitar yang paling merasakan dampak negatifnya. Apakah pengerjaan ini sudah ada AMDAL atau bagaimana penanganan dampak buruknya. Ini sudah sekitar empat bulan berjalan, kami minta ada penanganan agar dampaknya  tidak merugikan warga,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/