alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Alami Gangguan Jiwa, Pemuda Gombolirang Gantung Diri

KABAT – Diduga mengalami gangguan jiwa, AY, pemuda berusia 27 tahun asal Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ditemukan menggantung di dalam rumahnya, Kamis (30/12). Peristiwa tersebut kali pertama diketahui oleh orang tuanya, Wagiman, 70, dan Painah, 62, yang baru pulang berbelanja di Pasar Rogojampi.

Kamis (30/12) pukul 08.30, Wagiman, Painah, beserta korban baru saja sarapan di dalam rumah. Selesai sarapan, Wagiman dan Painah kemudian berangkat ke Pasar Rogojampi untuk berbelanja. Sedangkan AY tinggal seorang diri di rumah.

Pukul 09.45, Wagiman dan Painah pulang dari pasar. Keduanya kaget bukan kepalang begitu membuka pintu rumahnya. Wagiman menyaksikan tubuh putranya, AY, tergantung di ruang tamu dengan posisi badan menghadap ke utara menggunakan seutas tali tampar berwarna kuning.

Baca Juga :  Ruko Terbakar di Hari H Coblosan

Mengetahui peristiwa itu, Wagiman kemudian menghubungi Jaini selaku kepala dusun Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kabat. ”Begitu mendapat laporan warga, kami langsung datang ke lokasi,” ujar Kapolsek Kabat Iptu Edi Susanto.

Petugas kepolisian datang ke lokasi bersama tim medis Puskesmas Kabat. Di sana, petugas menurunkan tubuh korban. ”Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Edi.

Dari lokasi kejadian, petugas mendapati tali tampar berwarna kuning dengan panjang tiga meter yang digunakan korban untuk bunuh diri. Tali tampar itu diikatkan pada atap rumah. Timba bekas warna putih dijadikan pijakan kaki. ”Jarak tanah dengan kaki korban sekitar 50 cm dan jarak tanah dengan atap kayu rumah sekitar tiga meter,” ujarnya.

Baca Juga :  Masuk Bali Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin

Dari hasil penyelidikan polisi, selama ini korban  memiliki riwayat sakit jiwa dan pernah beberapa kali dirawat di Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Klinik Ketergantungan Obat (PKJM-KKO) Licin. ”Korban langsung kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Edi. 

KABAT – Diduga mengalami gangguan jiwa, AY, pemuda berusia 27 tahun asal Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ditemukan menggantung di dalam rumahnya, Kamis (30/12). Peristiwa tersebut kali pertama diketahui oleh orang tuanya, Wagiman, 70, dan Painah, 62, yang baru pulang berbelanja di Pasar Rogojampi.

Kamis (30/12) pukul 08.30, Wagiman, Painah, beserta korban baru saja sarapan di dalam rumah. Selesai sarapan, Wagiman dan Painah kemudian berangkat ke Pasar Rogojampi untuk berbelanja. Sedangkan AY tinggal seorang diri di rumah.

Pukul 09.45, Wagiman dan Painah pulang dari pasar. Keduanya kaget bukan kepalang begitu membuka pintu rumahnya. Wagiman menyaksikan tubuh putranya, AY, tergantung di ruang tamu dengan posisi badan menghadap ke utara menggunakan seutas tali tampar berwarna kuning.

Baca Juga :  Masuk Bali Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin

Mengetahui peristiwa itu, Wagiman kemudian menghubungi Jaini selaku kepala dusun Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kabat. ”Begitu mendapat laporan warga, kami langsung datang ke lokasi,” ujar Kapolsek Kabat Iptu Edi Susanto.

Petugas kepolisian datang ke lokasi bersama tim medis Puskesmas Kabat. Di sana, petugas menurunkan tubuh korban. ”Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Edi.

Dari lokasi kejadian, petugas mendapati tali tampar berwarna kuning dengan panjang tiga meter yang digunakan korban untuk bunuh diri. Tali tampar itu diikatkan pada atap rumah. Timba bekas warna putih dijadikan pijakan kaki. ”Jarak tanah dengan kaki korban sekitar 50 cm dan jarak tanah dengan atap kayu rumah sekitar tiga meter,” ujarnya.

Baca Juga :  Buntut Perusakan dan Pembakaran Rumah di Silo, Tiga Warga Diciduk

Dari hasil penyelidikan polisi, selama ini korban  memiliki riwayat sakit jiwa dan pernah beberapa kali dirawat di Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Klinik Ketergantungan Obat (PKJM-KKO) Licin. ”Korban langsung kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Edi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/