alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Persiapan Porprov, Puluhan Pelatih Ikuti TOT

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ancang-ancang KONI Banyuwangi untuk menghadapi Porprov tahun 2022 mendatang sudah mulai dipersiapkan. Selama dua hari kemarin (29/9), KONI Banyuwangi bersama PJSI Banyuwangi menggelar webinar kepelatihan untuk para pelatih (TOT) untuk seluruh cabang olahraga di Banyuwangi.

          Webinar tersebut digelar untuk menggantikan kegiatan pelatihan langsung yang sebenarnya akan digelar untuk para pelatih di Banyuwangi jelang pelaksanaan Porprov tahun depan. Ketua Umum KONI Banyuwangi, Mukayin mengatakan karena situasi masih dalam pembatasan akibat PPKM, pelatihan secara offline akhirnya digelar secara virtual. Meski demikian, Mukayin berharap pelatihan tersebut tetap bisa diserap secara maksimal oleh para pelatih cabor.

          “Dengan kondisi saat ini kita harus memaksimalkan semua fasilitas yang ada. Untuk sementara kita gelar secara virtual, tapi nanti jika memungkinkan akan kita gelar secara langsung,”jelas Mukayin. Webinar kepelatihan itu sendiri mendatangkan Eks Pelatih SEA Games Filipina, Coach Abi Hasbullah. Abi sendiri dikenal memiliki kemampuan untuk mengukur dan mengoptimalkan kemampuan fisik atlet melalui metode yang diterapkanya. Selama dua hari, para pelatih cabor diberi materoi terkait teori latihan dan komponen untuk menunjang latihan fisik.

          Kemudian, pelatih juga diberi materi tentang periodesasi latihan yang harus dibebankan kepada atlet sesuai takaran yang disesuaikan. Agar perkembangan fisik atlet bisa berjalan dengan maksimal. Metode ini wajib dipahami seluruh pelatih untuk memudahkan mereka menyiapkan kurikulum kepelatihan.”Untuk kemampuan fisik, saya rasa semua pelatih membutuhkan metode ini. Sebelum pelatihan teknik, fisik atlet merupakan pondasi yang harus kuat.”imbuh Mukayin.

          Dia juga mengatakan, Banyuwangi memiliki target untuk bisa melompat lebih tinggi di Porprov tahun depan. Tahun lalu, Banyuwangi menempati peringkat ke delapan dalam perolehan medali di ajang dua tahunan tersebut. Dengan persiapan setahun, Mukayin optimis cabor-cabor bisa mempersiapkan atletnya ditambah dengan metode pelatihan yang mumpuni. “Batasan Usia Porprov tahun depan tidak berubah. Jadi para pelatih bisa melakukan proyeksi dari sekarang,”tegasnya.

          Sementara itu, Ketua PJSI Banyuwangi, Veronica Imelda Partowidjojo menambahkan, pelatihan tersebut juga diikuti beberapa pengurus kabupaten cabor Judo di Jawa Timur. Setelah pelatihan secara online, ke depan PJSI menargetkan bisa menggelar pelatihan secara offline agar bisa memaksimalkan pemahaman kepada para pelatih di Banyuwangi. “Untuk lebih optimal kita berencana menggelar lagi secara offline, tapi kita sesuaikan kondisinya,”pungkasnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ancang-ancang KONI Banyuwangi untuk menghadapi Porprov tahun 2022 mendatang sudah mulai dipersiapkan. Selama dua hari kemarin (29/9), KONI Banyuwangi bersama PJSI Banyuwangi menggelar webinar kepelatihan untuk para pelatih (TOT) untuk seluruh cabang olahraga di Banyuwangi.

          Webinar tersebut digelar untuk menggantikan kegiatan pelatihan langsung yang sebenarnya akan digelar untuk para pelatih di Banyuwangi jelang pelaksanaan Porprov tahun depan. Ketua Umum KONI Banyuwangi, Mukayin mengatakan karena situasi masih dalam pembatasan akibat PPKM, pelatihan secara offline akhirnya digelar secara virtual. Meski demikian, Mukayin berharap pelatihan tersebut tetap bisa diserap secara maksimal oleh para pelatih cabor.

          “Dengan kondisi saat ini kita harus memaksimalkan semua fasilitas yang ada. Untuk sementara kita gelar secara virtual, tapi nanti jika memungkinkan akan kita gelar secara langsung,”jelas Mukayin. Webinar kepelatihan itu sendiri mendatangkan Eks Pelatih SEA Games Filipina, Coach Abi Hasbullah. Abi sendiri dikenal memiliki kemampuan untuk mengukur dan mengoptimalkan kemampuan fisik atlet melalui metode yang diterapkanya. Selama dua hari, para pelatih cabor diberi materoi terkait teori latihan dan komponen untuk menunjang latihan fisik.

          Kemudian, pelatih juga diberi materi tentang periodesasi latihan yang harus dibebankan kepada atlet sesuai takaran yang disesuaikan. Agar perkembangan fisik atlet bisa berjalan dengan maksimal. Metode ini wajib dipahami seluruh pelatih untuk memudahkan mereka menyiapkan kurikulum kepelatihan.”Untuk kemampuan fisik, saya rasa semua pelatih membutuhkan metode ini. Sebelum pelatihan teknik, fisik atlet merupakan pondasi yang harus kuat.”imbuh Mukayin.

          Dia juga mengatakan, Banyuwangi memiliki target untuk bisa melompat lebih tinggi di Porprov tahun depan. Tahun lalu, Banyuwangi menempati peringkat ke delapan dalam perolehan medali di ajang dua tahunan tersebut. Dengan persiapan setahun, Mukayin optimis cabor-cabor bisa mempersiapkan atletnya ditambah dengan metode pelatihan yang mumpuni. “Batasan Usia Porprov tahun depan tidak berubah. Jadi para pelatih bisa melakukan proyeksi dari sekarang,”tegasnya.

          Sementara itu, Ketua PJSI Banyuwangi, Veronica Imelda Partowidjojo menambahkan, pelatihan tersebut juga diikuti beberapa pengurus kabupaten cabor Judo di Jawa Timur. Setelah pelatihan secara online, ke depan PJSI menargetkan bisa menggelar pelatihan secara offline agar bisa memaksimalkan pemahaman kepada para pelatih di Banyuwangi. “Untuk lebih optimal kita berencana menggelar lagi secara offline, tapi kita sesuaikan kondisinya,”pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/