alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Telat Lapor SPT, Denda Rp 100 Ribu sampai Rp 1 Juta Menanti

BANYUWANGI – Ratusan bahkan ribuan orang berbondong-bondong mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi, Selasa (29/3/2022). Mereka datang untuk memanfaatkan sisa waktu sebelum batas akhir penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) tahun 2021. Sebab, jika lewat deadline, sanksi denda menanti.

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, warga datang secara bergelombang sejak pagi hingga sore. Bukan hanya mereka yang menyampaikan SPT secara manual, tidak sedikit pula wajib pajak (WP) yang mendatangi kantor yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi itu untuk berkonsultasi dan belajar cara pengisian dan penyampaian SPT secara online alias lewat e-filing maupun lewat e-form.

Sekadar diketahui, tenggat penyampaian SPT Tahunan PPh orang pribadi (OP) berakhir pada pukul 23.59 besok (31/3). Sedangkan waktu SPT Tahunan PPh badan berakhir pada 30 April mendatang. Nah, jika terlambat lapor, WP OP akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan bagi WP badan, sanksi denda terlambat lapor SPT mencapai Rp 1 juta.

Kepala KPP Pratama Banyuwangi Eko Budihartono mengatakan, jumlah WP wajib SPT di Banyuwangi nyaris tembus 100 ribu. Tepatnya, 99.793 WP. Untuk itu, sejumlah upaya terus dilakukan untuk mendorong kepatuhan penyampaian SPT di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Mulai dari kampanye simpatik penyampaian SPT Tahunan hingga menerjunkan tim untuk memberikan layanan berbasis kewilayahan di kecamatan-kecamatan di Bumi Blambangan.

Saat turun di lapangan, tim KPP Pratama memberikan asistensi pengisian SPT Tahunan, pembuatan kode billing untuk pembayaran pajak, serta lapor e-FIN. ”WP di Banyuwangi sangat antusias. WP datang dengan antusias ke lokasi layanan yang kami buka di kecamatan-kecamatan,” ujar Eko.

Berbagai upaya untuk mendorong kepatuhan WP lapor SPT tersebut berbuah manis. Hingga Senin (27/3), jumlah WP yang telah melaporkan SPT PPh tahun 2021 mencapai 35.706 WP. Angka itu setara dengan 44,72 persen dari target kepatuhan penyampaian SPT sebesar 80 persen dari jumlah WP atau sebanyak 79.835 WP.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan KPP Pratama Banyuwangi Eny Purwiyanti mengatakan, animo warga untuk melaporkan SPT Tahunan sangat tinggi. ”Terutama sepekan terakhir. Dalam sehari, rata-rata 1.000 sampai 1.500 WP menyampaikan SPT tahun 2021,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Ratusan bahkan ribuan orang berbondong-bondong mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi, Selasa (29/3/2022). Mereka datang untuk memanfaatkan sisa waktu sebelum batas akhir penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) tahun 2021. Sebab, jika lewat deadline, sanksi denda menanti.

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, warga datang secara bergelombang sejak pagi hingga sore. Bukan hanya mereka yang menyampaikan SPT secara manual, tidak sedikit pula wajib pajak (WP) yang mendatangi kantor yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi itu untuk berkonsultasi dan belajar cara pengisian dan penyampaian SPT secara online alias lewat e-filing maupun lewat e-form.

Sekadar diketahui, tenggat penyampaian SPT Tahunan PPh orang pribadi (OP) berakhir pada pukul 23.59 besok (31/3). Sedangkan waktu SPT Tahunan PPh badan berakhir pada 30 April mendatang. Nah, jika terlambat lapor, WP OP akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan bagi WP badan, sanksi denda terlambat lapor SPT mencapai Rp 1 juta.

Kepala KPP Pratama Banyuwangi Eko Budihartono mengatakan, jumlah WP wajib SPT di Banyuwangi nyaris tembus 100 ribu. Tepatnya, 99.793 WP. Untuk itu, sejumlah upaya terus dilakukan untuk mendorong kepatuhan penyampaian SPT di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Mulai dari kampanye simpatik penyampaian SPT Tahunan hingga menerjunkan tim untuk memberikan layanan berbasis kewilayahan di kecamatan-kecamatan di Bumi Blambangan.

Saat turun di lapangan, tim KPP Pratama memberikan asistensi pengisian SPT Tahunan, pembuatan kode billing untuk pembayaran pajak, serta lapor e-FIN. ”WP di Banyuwangi sangat antusias. WP datang dengan antusias ke lokasi layanan yang kami buka di kecamatan-kecamatan,” ujar Eko.

Berbagai upaya untuk mendorong kepatuhan WP lapor SPT tersebut berbuah manis. Hingga Senin (27/3), jumlah WP yang telah melaporkan SPT PPh tahun 2021 mencapai 35.706 WP. Angka itu setara dengan 44,72 persen dari target kepatuhan penyampaian SPT sebesar 80 persen dari jumlah WP atau sebanyak 79.835 WP.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan KPP Pratama Banyuwangi Eny Purwiyanti mengatakan, animo warga untuk melaporkan SPT Tahunan sangat tinggi. ”Terutama sepekan terakhir. Dalam sehari, rata-rata 1.000 sampai 1.500 WP menyampaikan SPT tahun 2021,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/