alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Baznas Santuni Remaja Penderita Kaki Gajah

BANYUWANGI  – Badan Amil Zakat Nasional (Banzas) Banyuwangi menyalurkan bantuan infak dan sedekah kepada Tasmuni alias Ipan, warga Dusun Tembelang, Desa Bareng, Kecamatan Kabat, kemarin.

Komisioner Baznas Lukman Hakim beserta jajaran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Kabat mendatangi kediaman anak pasangan Mistari, 53, dan Misati, 43, tersebut.

Saat petugas datang, pemuda berusia 28 tahun yang mengalami kelainan mirip kaki gajah itu tengah duduk membuat ikat tali sayur dari bambu. Memang, sejak menderita kelainan pada kaki kirinya itu, tak banyak yang bisa dilakukan Ipan.

Jangankan untuk bekerja. Untuk berjalan saja sangat susah. Betapa tidak, daging yang menggelambir seberat lebih dari setengah kuintal itu cukup membebani. Praktis untuk berjalan saja, adik kandung Tasripin itu harus menyeret kaki kirinya.

Komisioner Baznas Lukman Hakim mengatakan, kedatangannya bersama UPZ tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan pria penderita mirip kaki gajah tersebut.  ”Tahap awal kami beri bantuan untuk kehidupan sehari-hari termasuk bantuan modal usaha,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman sempat berdialog mengenai gejala awal munculnya kelainan pada kaki kiri remaja kelahiran tahun 1989 itu. Bahkan, Baznas juga menawarkan agar dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit. ”Kalau memang mau dioperasi, Baznas akan membantu pembiayaannya selama di rumah sakit.” jelasnya.

Sayangnya, yang bersangkutan dan pihak keluarga justru menolak. Karena sebelumnya, sudah pernah dilakukan pemeriksaan di RSUD Blambangan. Bahkan, juga sudah pernah hingga ke Surabaya. Namun, justru tidak membuahkan hasil apa pun dan tidak ada perkembangannya. ”Saya pasrah. Yang penting saya sehat. Kalau mau diamputasi saya tidak mau. Biar saja seperti ini,” ujar Ipan.

Diberitakan sebelumnya, Tasmuni alias Ipan mengalami kelainan pada bagian punggung kaki hingga betisnya. Terdapat benjolan yang membesar hingga seberat 60 kilogram. Hal tersebut yang membuat dia kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas seperti orang pada umumnya.

Benjolan pertama muncul di bagian punggung kakinya seperti daging yang berisi air saat masih Sekolah Dasar (SD). Lambat laun semakin lama semakin besar hingga menutupi seluruh kakinya mulai dari lutut ke pergelangan kaki. Bahkan sejak enam SD sudah tidak bisa lagi menggunakan sepatu ketika berangkat ke sekolah.

Pihak keluarga bukan tanpa usaha. Sudah berulang kali datang ke dokter mulai puskesmas, RSUD Blambangan, hingga ke rumah sakit Surabaya, namun tidak ada kejelasan yang pasti penyakit apa yang dia derita. Terakhir pada September 2017 lalu. bagian kecil daging di kakinya diambil sebagai sampel untuk diperiksa.

Sayangnya, hingga kini juga tak ada kabar berita mengenai penyakitnya tersebut. Selama ini dilakukan rawat jalan dan kunjungan rutin dari petugas Puskesmas terdekat.

BANYUWANGI  – Badan Amil Zakat Nasional (Banzas) Banyuwangi menyalurkan bantuan infak dan sedekah kepada Tasmuni alias Ipan, warga Dusun Tembelang, Desa Bareng, Kecamatan Kabat, kemarin.

Komisioner Baznas Lukman Hakim beserta jajaran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Kabat mendatangi kediaman anak pasangan Mistari, 53, dan Misati, 43, tersebut.

Saat petugas datang, pemuda berusia 28 tahun yang mengalami kelainan mirip kaki gajah itu tengah duduk membuat ikat tali sayur dari bambu. Memang, sejak menderita kelainan pada kaki kirinya itu, tak banyak yang bisa dilakukan Ipan.

Jangankan untuk bekerja. Untuk berjalan saja sangat susah. Betapa tidak, daging yang menggelambir seberat lebih dari setengah kuintal itu cukup membebani. Praktis untuk berjalan saja, adik kandung Tasripin itu harus menyeret kaki kirinya.

Komisioner Baznas Lukman Hakim mengatakan, kedatangannya bersama UPZ tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan pria penderita mirip kaki gajah tersebut.  ”Tahap awal kami beri bantuan untuk kehidupan sehari-hari termasuk bantuan modal usaha,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman sempat berdialog mengenai gejala awal munculnya kelainan pada kaki kiri remaja kelahiran tahun 1989 itu. Bahkan, Baznas juga menawarkan agar dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit. ”Kalau memang mau dioperasi, Baznas akan membantu pembiayaannya selama di rumah sakit.” jelasnya.

Sayangnya, yang bersangkutan dan pihak keluarga justru menolak. Karena sebelumnya, sudah pernah dilakukan pemeriksaan di RSUD Blambangan. Bahkan, juga sudah pernah hingga ke Surabaya. Namun, justru tidak membuahkan hasil apa pun dan tidak ada perkembangannya. ”Saya pasrah. Yang penting saya sehat. Kalau mau diamputasi saya tidak mau. Biar saja seperti ini,” ujar Ipan.

Diberitakan sebelumnya, Tasmuni alias Ipan mengalami kelainan pada bagian punggung kaki hingga betisnya. Terdapat benjolan yang membesar hingga seberat 60 kilogram. Hal tersebut yang membuat dia kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas seperti orang pada umumnya.

Benjolan pertama muncul di bagian punggung kakinya seperti daging yang berisi air saat masih Sekolah Dasar (SD). Lambat laun semakin lama semakin besar hingga menutupi seluruh kakinya mulai dari lutut ke pergelangan kaki. Bahkan sejak enam SD sudah tidak bisa lagi menggunakan sepatu ketika berangkat ke sekolah.

Pihak keluarga bukan tanpa usaha. Sudah berulang kali datang ke dokter mulai puskesmas, RSUD Blambangan, hingga ke rumah sakit Surabaya, namun tidak ada kejelasan yang pasti penyakit apa yang dia derita. Terakhir pada September 2017 lalu. bagian kecil daging di kakinya diambil sebagai sampel untuk diperiksa.

Sayangnya, hingga kini juga tak ada kabar berita mengenai penyakitnya tersebut. Selama ini dilakukan rawat jalan dan kunjungan rutin dari petugas Puskesmas terdekat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/