alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

11 Unit Set Modul Milik Telkom Raib, Jaringan Terganggu

BANYUWANGI – Ratusan pelanggan PT Telekomunikasi (Telkom) tampaknya harus bersabar. Jaringan Telkom sedikit terganggu menyusul hilangnya 11 unit set modul Multi Dwelling Unit (MDU) di sejumlah kecamatan raib.

Belasan modul Telkom yang hilang itu tersebar di Kecamatan Sempu, Genteng, Rogojampi, dan Muncar. Raibnya  modul diketahui pada Selasa (9/11) setelah  pelanggan mengeluh jaringan telepon mati. Dari laporan tersebut, petugas Telkom langsung melakukan pengecekan jaringan melalui monitor gardu induk atau MDU yang berada di sejumlah titik.

Ketika petugas melakukan pengecekan, mereka dikagetkan dengan kotak mesin MDU yang dibobol maling. Bukan hanya dirusak, modul yang berada di MDU lenyap. Hilangnya modul Telkom tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi pada Rabu (10/11).

Hilangnya modul yang mengakibatkan gangguan jaringan tersebut dibenarkan langsung oleh Kepala Telkom Banyuwangi Tony Herry Sjam. Menurut dia, belasan modul yang hilang berada di 11 titik. Tiga titik di Desa Stail, satu titik di Desa Sempu, satu titik di Desa Temuguruh, tiga titik di Kecamatan Genteng, satu titik dengan dua modul di Desa/Kecamatan Rogojampi, dan satu titik di Kecamatan Muncar. ”Memang benar ada belasan modul yang berada di MDU yang hilang,” kata  Tony.

Hilangnya modul tersebut diketahui setelah banyaknya pelanggan Telkom melaporkan adanya gangguan jaringan. Awalnya  dikira gangguan kecil yang memang diakibatkan mesin mati. Sehingga cukup  dilakukan monitoring melalui layar online untuk mengetahui jaringan mana saja yang mengalami gangguan.

”Kita langsung cek, ternyata memang ada delapan titik MDU yang mati saat dilakukan pemeriksaan. Ketika dilakukan pengecekan melalui layar monitor, sejumlah titik yang sebelumnya berwarna hijau tiba-tiba berganti merah,” katanya.

Petugas teknisi bersama petugas keamanan langsung mengecek ke lokasi. Sampai akhirnya petugas dikagetkan dengan rusaknya kunci pada MDU. Modul yang ada di dalam mesin juga hilang.

”Petugas menemukan adanya kerusakan kunci pada MDU, bahkan pada MDU  ada yang rusak hingga berlubang. Di dalam mesin MDU  modulnya juga hilang, kabel pada modul terpotong,” terangnya.

Tony menjelaskan, sebenarnya modul yang ada di dalam MDU tersebut digunakan sebagai transmisi jaringan untuk pelanggan. Jaringan biasanya memang menggunakan tembaga langsung ke para pelanggan. Sejak tahun 2010 menggunakan MDU sebagai transmisi sehingga sebagian jaringan yang ke para pelanggan menggunakan fiber optik.

”Makanya ketika modul di MDU hilang, jaringannya sedikit terganggu. Kami harus melakukan upaya recovery  untuk mengoptimalkan jaringan. Upaya tersebut masih dilakukan bertahap untuk bisa berjalan maksimal,” terangnya.

Tony menambahkan, atas hilangnya belasan modul tersebut pihaknya sudah melaporkan ke Polresta Banyuwangi. Namun, akibat hilangnya modul tersebut pihaknya harus memperbaiki jaringan kepada 200 pelanggan yang terdampak. Sedangan untuk kerugian material yang dialami akibat hilangnya modul sekitar Rp 400 juta.

”Setiap unit set modul estimasi kerugian sekitar Rp 40 juta. Modul yang dicuri tersebut memang produksi lama, bahkan  alat tersebut sudah tidak di produksi lagi sehingga, harus diganti dengan fiber optik semuanya,” jelasnya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, laporan hilangnya modul Telkom sudah ditangani. Saat ini, Unit Reskrim tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. ”Anggota sudah menindak lanjuti laporan tersebut,” kata Mustijat.

BANYUWANGI – Ratusan pelanggan PT Telekomunikasi (Telkom) tampaknya harus bersabar. Jaringan Telkom sedikit terganggu menyusul hilangnya 11 unit set modul Multi Dwelling Unit (MDU) di sejumlah kecamatan raib.

Belasan modul Telkom yang hilang itu tersebar di Kecamatan Sempu, Genteng, Rogojampi, dan Muncar. Raibnya  modul diketahui pada Selasa (9/11) setelah  pelanggan mengeluh jaringan telepon mati. Dari laporan tersebut, petugas Telkom langsung melakukan pengecekan jaringan melalui monitor gardu induk atau MDU yang berada di sejumlah titik.

Ketika petugas melakukan pengecekan, mereka dikagetkan dengan kotak mesin MDU yang dibobol maling. Bukan hanya dirusak, modul yang berada di MDU lenyap. Hilangnya modul Telkom tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi pada Rabu (10/11).

Hilangnya modul yang mengakibatkan gangguan jaringan tersebut dibenarkan langsung oleh Kepala Telkom Banyuwangi Tony Herry Sjam. Menurut dia, belasan modul yang hilang berada di 11 titik. Tiga titik di Desa Stail, satu titik di Desa Sempu, satu titik di Desa Temuguruh, tiga titik di Kecamatan Genteng, satu titik dengan dua modul di Desa/Kecamatan Rogojampi, dan satu titik di Kecamatan Muncar. ”Memang benar ada belasan modul yang berada di MDU yang hilang,” kata  Tony.

Hilangnya modul tersebut diketahui setelah banyaknya pelanggan Telkom melaporkan adanya gangguan jaringan. Awalnya  dikira gangguan kecil yang memang diakibatkan mesin mati. Sehingga cukup  dilakukan monitoring melalui layar online untuk mengetahui jaringan mana saja yang mengalami gangguan.

”Kita langsung cek, ternyata memang ada delapan titik MDU yang mati saat dilakukan pemeriksaan. Ketika dilakukan pengecekan melalui layar monitor, sejumlah titik yang sebelumnya berwarna hijau tiba-tiba berganti merah,” katanya.

Petugas teknisi bersama petugas keamanan langsung mengecek ke lokasi. Sampai akhirnya petugas dikagetkan dengan rusaknya kunci pada MDU. Modul yang ada di dalam mesin juga hilang.

”Petugas menemukan adanya kerusakan kunci pada MDU, bahkan pada MDU  ada yang rusak hingga berlubang. Di dalam mesin MDU  modulnya juga hilang, kabel pada modul terpotong,” terangnya.

Tony menjelaskan, sebenarnya modul yang ada di dalam MDU tersebut digunakan sebagai transmisi jaringan untuk pelanggan. Jaringan biasanya memang menggunakan tembaga langsung ke para pelanggan. Sejak tahun 2010 menggunakan MDU sebagai transmisi sehingga sebagian jaringan yang ke para pelanggan menggunakan fiber optik.

”Makanya ketika modul di MDU hilang, jaringannya sedikit terganggu. Kami harus melakukan upaya recovery  untuk mengoptimalkan jaringan. Upaya tersebut masih dilakukan bertahap untuk bisa berjalan maksimal,” terangnya.

Tony menambahkan, atas hilangnya belasan modul tersebut pihaknya sudah melaporkan ke Polresta Banyuwangi. Namun, akibat hilangnya modul tersebut pihaknya harus memperbaiki jaringan kepada 200 pelanggan yang terdampak. Sedangan untuk kerugian material yang dialami akibat hilangnya modul sekitar Rp 400 juta.

”Setiap unit set modul estimasi kerugian sekitar Rp 40 juta. Modul yang dicuri tersebut memang produksi lama, bahkan  alat tersebut sudah tidak di produksi lagi sehingga, harus diganti dengan fiber optik semuanya,” jelasnya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, laporan hilangnya modul Telkom sudah ditangani. Saat ini, Unit Reskrim tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. ”Anggota sudah menindak lanjuti laporan tersebut,” kata Mustijat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/