alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Dampak Abu Vulkanik Gunung Agung, Lima Penerbangan Dibatalkan

BLIMBINGSARI – Abu vulkanik Gunung Agung Bali berdampak terhadap jadwal penerbangan di Bandara Banyuwangi. Lima  maskapai penerbangan membatalkan penerbangannya dari dan ke Banyuwangi.

Asisten Manajemen Maintenance Facility Angkasa Pura II Andry Lesmana mengatakan, Bandara Banyuwangi tetap dibuka, namun ada penerbangan yang batal. Sejumlah jadwal penerbangan yang terpaksa di-cancel di antaranya penerbangan pesawat Garuda Indonesia GA 7302/7303 dari dan ke Surabaya, Pesawat Citilink QG 700/703 dari dan ke Jakarta, dan pesawat Garuda Indonesia GA264/265 dari dan ke Jakarta.

Selain itu, pesawat Garuda Indonesia GA 7304/7305 dari dan ke Jakarta, serta pesawat Wings Air IW 1880/1881 dari dan ke Surabaya. ”Total traffic aircraft (take off-landing) bila normal ada 16. Saat ini yang aktif hanya enam,” ungkapnya.

Dari jadwal penerbangan ke Banyuwangi, ada maskapai yang tetap melakukan jadwal penerbangan di Bandara Banyuwangi. Maskapai NAM Air dari Jakarta menuju Banyuwangi berhasil mendarat di Bandara Banyuwangi sesuai jadwal.

Begitu juga pesawat Citilink QG702 / QG701 masih tetap melayani rute penerbangan dari dan ke Jakarta. Selain itu, pesawat Nam Air IN 256 juga landing mulus pada pukul 17.20. ”Bandara Banyuwangi tetap buka, kami masih menunggu keputusan lebih lanjut,” jelasnya.

Kepala Bandara Banyuwangi Anton Marthalius mengatakan, dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan volcanic ash (VA) paper test (kertas setiap satu jam diganti), hasilnya dinyatakan nihil VA. ”Artinya, sejauh ini masih aman untuk penerbangan di Bandara Banyuwangi. Tidak ada abu yang berada di landasan pacu,” terangnya.

Pembatalan jadwal penerbangan tersebut menyebabkan ratusan penumpang di Bandara Banyuwangi harus mengalihkan perjalanannya via darat menuju Surabaya. Untuk penumpang yang tidak bisa berangkat, langsung menghubungi maskapai untuk melakukan re-schedule atau return tiket.

Solikhin, 38, salah satu calon penumpang di Bandara Banyuwangi mengaku terpaksa mengalihkan perjalanan ke Jakarta via darat.  ”Bisa maklum karena memang kondisi bencana, mau gimana lagi. Kemungkinan ke Surabaya dulu via darat baru naik pesawat dari Surabaya ke Jakarta,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

BLIMBINGSARI – Abu vulkanik Gunung Agung Bali berdampak terhadap jadwal penerbangan di Bandara Banyuwangi. Lima  maskapai penerbangan membatalkan penerbangannya dari dan ke Banyuwangi.

Asisten Manajemen Maintenance Facility Angkasa Pura II Andry Lesmana mengatakan, Bandara Banyuwangi tetap dibuka, namun ada penerbangan yang batal. Sejumlah jadwal penerbangan yang terpaksa di-cancel di antaranya penerbangan pesawat Garuda Indonesia GA 7302/7303 dari dan ke Surabaya, Pesawat Citilink QG 700/703 dari dan ke Jakarta, dan pesawat Garuda Indonesia GA264/265 dari dan ke Jakarta.

Selain itu, pesawat Garuda Indonesia GA 7304/7305 dari dan ke Jakarta, serta pesawat Wings Air IW 1880/1881 dari dan ke Surabaya. ”Total traffic aircraft (take off-landing) bila normal ada 16. Saat ini yang aktif hanya enam,” ungkapnya.

Dari jadwal penerbangan ke Banyuwangi, ada maskapai yang tetap melakukan jadwal penerbangan di Bandara Banyuwangi. Maskapai NAM Air dari Jakarta menuju Banyuwangi berhasil mendarat di Bandara Banyuwangi sesuai jadwal.

Begitu juga pesawat Citilink QG702 / QG701 masih tetap melayani rute penerbangan dari dan ke Jakarta. Selain itu, pesawat Nam Air IN 256 juga landing mulus pada pukul 17.20. ”Bandara Banyuwangi tetap buka, kami masih menunggu keputusan lebih lanjut,” jelasnya.

Kepala Bandara Banyuwangi Anton Marthalius mengatakan, dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan volcanic ash (VA) paper test (kertas setiap satu jam diganti), hasilnya dinyatakan nihil VA. ”Artinya, sejauh ini masih aman untuk penerbangan di Bandara Banyuwangi. Tidak ada abu yang berada di landasan pacu,” terangnya.

Pembatalan jadwal penerbangan tersebut menyebabkan ratusan penumpang di Bandara Banyuwangi harus mengalihkan perjalanannya via darat menuju Surabaya. Untuk penumpang yang tidak bisa berangkat, langsung menghubungi maskapai untuk melakukan re-schedule atau return tiket.

Solikhin, 38, salah satu calon penumpang di Bandara Banyuwangi mengaku terpaksa mengalihkan perjalanan ke Jakarta via darat.  ”Bisa maklum karena memang kondisi bencana, mau gimana lagi. Kemungkinan ke Surabaya dulu via darat baru naik pesawat dari Surabaya ke Jakarta,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/