alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

PLN Imbau Warga Tak Bermain Layangan

JawaPos.com – Kejadian balon udara yang tersangkut di jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi/SUTT 150 KV Ponorogo pada Senin (25/5) membuat waswas PLN UP3 Banyuwangi. Oleh sebab itu, pada masa siaga Idul Fitri 1441 H ini, PLN UP3 Banyuwangi memaksimalkan patroli jaringan dan pengamanan potensi gangguan termasuk layang-layang dan sampah jaringan.

Hal ini diakui oleh MUP3 Banyuwangi Krisantus Hendro Setyawan. Menurut Krisantus, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa bermain balon udara/layang-layang (khususnya jenis sowangan) memiliki risiko tinggi tersangkut pada tower/jalur transmisi PLN. Kecepatan angin dan keterbatasan mengendalikan layang-layang memiliki peluang balon udara atau layang-layang tersebut jatuh menimpa atau tersangkut di jaringan listrik.

Bermain balon udara dan layang-layang memang sudah menjadi bagian dari tradisi atau budaya di daerah tertentu. Namun, kegiatan itu sebaiknya dilaksanakan di area yang jauh dari jaringan instalasi PLN. Mengacu Peraturan Menteri ESDM No 02 Tahun 2019 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi, dilarang membangun bangunan dan menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum serta dilarang bermain layang-layang dengan menggunakan benang konduktif di sekitar jalur transmisi (SUTET/SUTT) karena dapat membahayakan keselamatan jiwa dan dapat mengganggu kontinuitas penyaluran listrik kepada masyarakat.

Sementara itu, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali Suroso menyampaikan kepada Tim PLN untuk mewaspadai musim bermain layang-layang dan balon udara, khususnya di daerah Jawa Timur zona bagian barat yakni Madiun dan sekitarnya.

Berbagai upaya terus digiatkan termasuk memberikan sosialisasi kepada para warga sekitar SUTT. Selain itu, kampanye mengenai risiko bahaya balon udara dan layang-layang melalui media sosial dan media elektronik serta radio telah dilaksanakan bersama-sama oleh PLN Group di wilayah kerja Jawa Timur. ”Kami harapkan kerja sama dari semua pihak untuk menjaga keamanan instalasi jaringan listrik, khususnya di jalur transmisi dengan tidak bermain balon udara ataupun layang-layang di dekat tiang listrik PLN. Hal itu agar pasokan jalur transmisi PLN dan suplai energi listrik kepada pelanggan tetap aman,” kata Suroso.

JawaPos.com – Kejadian balon udara yang tersangkut di jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi/SUTT 150 KV Ponorogo pada Senin (25/5) membuat waswas PLN UP3 Banyuwangi. Oleh sebab itu, pada masa siaga Idul Fitri 1441 H ini, PLN UP3 Banyuwangi memaksimalkan patroli jaringan dan pengamanan potensi gangguan termasuk layang-layang dan sampah jaringan.

Hal ini diakui oleh MUP3 Banyuwangi Krisantus Hendro Setyawan. Menurut Krisantus, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa bermain balon udara/layang-layang (khususnya jenis sowangan) memiliki risiko tinggi tersangkut pada tower/jalur transmisi PLN. Kecepatan angin dan keterbatasan mengendalikan layang-layang memiliki peluang balon udara atau layang-layang tersebut jatuh menimpa atau tersangkut di jaringan listrik.

Bermain balon udara dan layang-layang memang sudah menjadi bagian dari tradisi atau budaya di daerah tertentu. Namun, kegiatan itu sebaiknya dilaksanakan di area yang jauh dari jaringan instalasi PLN. Mengacu Peraturan Menteri ESDM No 02 Tahun 2019 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi, dilarang membangun bangunan dan menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum serta dilarang bermain layang-layang dengan menggunakan benang konduktif di sekitar jalur transmisi (SUTET/SUTT) karena dapat membahayakan keselamatan jiwa dan dapat mengganggu kontinuitas penyaluran listrik kepada masyarakat.

Sementara itu, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali Suroso menyampaikan kepada Tim PLN untuk mewaspadai musim bermain layang-layang dan balon udara, khususnya di daerah Jawa Timur zona bagian barat yakni Madiun dan sekitarnya.

Berbagai upaya terus digiatkan termasuk memberikan sosialisasi kepada para warga sekitar SUTT. Selain itu, kampanye mengenai risiko bahaya balon udara dan layang-layang melalui media sosial dan media elektronik serta radio telah dilaksanakan bersama-sama oleh PLN Group di wilayah kerja Jawa Timur. ”Kami harapkan kerja sama dari semua pihak untuk menjaga keamanan instalasi jaringan listrik, khususnya di jalur transmisi dengan tidak bermain balon udara ataupun layang-layang di dekat tiang listrik PLN. Hal itu agar pasokan jalur transmisi PLN dan suplai energi listrik kepada pelanggan tetap aman,” kata Suroso.

Artikel Terkait

Most Read

Kawasaki Ninja dan KLX Ready Stock

Jembatan Secawan Minggu Depan Dicor

Polisi Awasi Minuman Oplosan

Artikel Terbaru

/