alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Berdalih Untuk Beli Susu, Pasutri Mencuri HP

SRONO – Mengaku tidak mampu membeli susu untuk anaknya, pasangan suami istri (pasutri) Mus Mulyadi, 30, dan Weny Nuraini, 38, warga Kecamatan Muncar, Situbondo, nekat mencuri dua unit handphone (HP) milik Mei Maulidah, 18, asal Dusun Sidorejo, Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh pada Jumat (28/4).

Korban itu pegawai di warung bakso Dusun Krajan, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Saat kejadian, pasutri membeli bakso di tempatnya korban. “Awalnya membeli bakso seperti pembeli lainnya,” terang Kanitreskrim Polsek Srono, Ipda Oky Heru Prasetyo pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (28/4).

Dalam aksinya itu, jelas dia, Mulyadi mengajak pegawai warung bakso mengobrol. Saking asiknya ngobrol, hingga lupa kondisi di warung. Saat itulah, sang istri pelaku Weny beraksi mengambil dua buah handphone (HP) merek Oppo dan Vivo. “Saat korban lengah, dua HP yang ada di meja kasir disikat,” ungkapnya.

Usai mengambil dua HP, pasutri itu segera meninggalkan warung bakso. Saat kedua pelaku itu pergi, korban sempat melihat pelaku memasukkan sesuatu ke saku celananya. “Korban langsung melihat HP yang ditaruh di meja kasir, ternyata juga tidak ada,” terangnya. 

Karena curiga, korban memanggil pasutri itu untuk digeledah. Tapi, pasutri itu jalan cepat menuju motornya dan langsung kabur. “Korban sempat menarik kerudung yang dikenakan pelaku, tapi pasutri itu berhasil lolos,” cetusnya seraya menyebut saat itu korban langsung lapor ke polsek.

Menurut Kanitreskrim, pelaku pencurian HP itu terungkap setelah polisi minta keterangan sejumlah saksi dan memantau jul beli HP online. “Ada saksi yang mengaku baru membeli HP yang ciri-cirinya mirip milik korban,” terangnya.

Dari data itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengungkap identitas pelaku. Pasutri ini oleh polisi berhasil ditangkap di rumahnya, Kamis  (28/4). “Kedua pelaku langsung kami bawa ke polsek untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Di hadapan penyidik polsek, masih kata Kanitreskrim, pasutri itu mengaku tidak hanya sekali itu melakukan pencurian. Dalam keterangannya, selama ini telah enam kali mencuri dengan tempat berbeda di wilayah Kecamatan Srono. “Tidak menutup kemungkinan keduanya juga pernah beraksi di wilayah lain,” ucapnya.

Ditanya alasan mencuri HP, Mulyadi pada penyidik mengaku terjerat masalah ekonomi. Sehari-hari, pelaku bekerja sebagai nelayan. sSdangkan istrinya hanya ibu rumah tangga biasa. “Untuk kebutuhan hidup, katanya punya anak yang masih berumur delapan bulan, mencuri untuk membeli susu,” katanya. (sas/abi)

SRONO – Mengaku tidak mampu membeli susu untuk anaknya, pasangan suami istri (pasutri) Mus Mulyadi, 30, dan Weny Nuraini, 38, warga Kecamatan Muncar, Situbondo, nekat mencuri dua unit handphone (HP) milik Mei Maulidah, 18, asal Dusun Sidorejo, Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh pada Jumat (28/4).

Korban itu pegawai di warung bakso Dusun Krajan, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Saat kejadian, pasutri membeli bakso di tempatnya korban. “Awalnya membeli bakso seperti pembeli lainnya,” terang Kanitreskrim Polsek Srono, Ipda Oky Heru Prasetyo pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (28/4).

Dalam aksinya itu, jelas dia, Mulyadi mengajak pegawai warung bakso mengobrol. Saking asiknya ngobrol, hingga lupa kondisi di warung. Saat itulah, sang istri pelaku Weny beraksi mengambil dua buah handphone (HP) merek Oppo dan Vivo. “Saat korban lengah, dua HP yang ada di meja kasir disikat,” ungkapnya.

Usai mengambil dua HP, pasutri itu segera meninggalkan warung bakso. Saat kedua pelaku itu pergi, korban sempat melihat pelaku memasukkan sesuatu ke saku celananya. “Korban langsung melihat HP yang ditaruh di meja kasir, ternyata juga tidak ada,” terangnya. 

Karena curiga, korban memanggil pasutri itu untuk digeledah. Tapi, pasutri itu jalan cepat menuju motornya dan langsung kabur. “Korban sempat menarik kerudung yang dikenakan pelaku, tapi pasutri itu berhasil lolos,” cetusnya seraya menyebut saat itu korban langsung lapor ke polsek.

Menurut Kanitreskrim, pelaku pencurian HP itu terungkap setelah polisi minta keterangan sejumlah saksi dan memantau jul beli HP online. “Ada saksi yang mengaku baru membeli HP yang ciri-cirinya mirip milik korban,” terangnya.

Dari data itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengungkap identitas pelaku. Pasutri ini oleh polisi berhasil ditangkap di rumahnya, Kamis  (28/4). “Kedua pelaku langsung kami bawa ke polsek untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Di hadapan penyidik polsek, masih kata Kanitreskrim, pasutri itu mengaku tidak hanya sekali itu melakukan pencurian. Dalam keterangannya, selama ini telah enam kali mencuri dengan tempat berbeda di wilayah Kecamatan Srono. “Tidak menutup kemungkinan keduanya juga pernah beraksi di wilayah lain,” ucapnya.

Ditanya alasan mencuri HP, Mulyadi pada penyidik mengaku terjerat masalah ekonomi. Sehari-hari, pelaku bekerja sebagai nelayan. sSdangkan istrinya hanya ibu rumah tangga biasa. “Untuk kebutuhan hidup, katanya punya anak yang masih berumur delapan bulan, mencuri untuk membeli susu,” katanya. (sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/