alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Polisi Buru Pelempar Bola Tenis Berisi Sabu-Sabu

RadarBanyuwangi.id Tiga narapidana yang terlibat penyelundupan sabu-sabu ke lapas diserahkan ke Polresta Banyuwangi. Mereka adalah Krisna Giri Purnama, Ahmad Jumanto, dan Budi Hariono. Tiga orang tersebut yang mengotaki masuknya bola tenis berisi 20 paket sabu-sabu ke penjara yang beralamat di Jalan Letkol Istiqlah tersebut.

Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatnarkoba Kompol Ponzi Indra mengatakan, ketiganya mengaku mendapatkan barang dari MN. ”Keberadaan MN inilah yang sedang kita cari. Dia bisa mengambil barang dan memasukkan narkoba ke Lapas,’’ kata Ponzi. 

Dari hasil penyelidikan sementara, jelas Ponzi, barang tersebut didapat dari seseorang di Bondowoso. Untuk mengelabui petugas, transaksi sabu antara MN dan orang Bondowoso tersebut memakai sistem ranjau di Muncar. ”Transaksinya tidak langsung, MN hanya tinggal mengambil dan melemparkan ke dalam lapas,” ungkapnya.

Ponzi menambahkan, barang bukti (BB) sebanyak 20 paket sabu dengan berat sekitar 5 gram sudah diamankan.  ”Penyidik masih menimbang lagi berapa berat bersih barang tersebut,” imbuhnya.

Meski masih menjalani hukuman, perkaranya tetap diproses. Ketiganya juga terancam hukuman lebih lama. ”Ketiganya akan menjalani masa hukuman yang sebelumnya dan ditambah dengan kasus baru yang kini menjeratnya,” tegas Ponzi.

Seperti diberitakan, Lapas Banyuwangi jadi sasaran empuk penyelundupan narkoba. Orang luar begitu mudah memasukkan narkoba ke penjara. Yang terbaru adalah modus penyelundupan sabu-sabu memakai bola tenis. Sebanyak 20 paket sabu dimasukkan bola tenis lalu dilempar ke dalam lapas.

Modus baru ini terungkap Minggu malam lalu (25/4). Tiga narapidana ditangkap pihak pengamanan lapas karena terlibat jual-beli sabu-sabu. Mereka adalah Krisna Giri Purnama, warga Srono; serta Ahmad Jumanto dan Budi Hariono, keduanya warga Muncar. Jumanto divonis empat tahun satu bulan penjara dan Budi Hariono tujuh tahun penjara. Sementara Krisna Giri Purnama terlibat dua kasus, narkoba yang divonis empat tahun dan pil trex dihukum satu tahun penjara. (rio/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id Tiga narapidana yang terlibat penyelundupan sabu-sabu ke lapas diserahkan ke Polresta Banyuwangi. Mereka adalah Krisna Giri Purnama, Ahmad Jumanto, dan Budi Hariono. Tiga orang tersebut yang mengotaki masuknya bola tenis berisi 20 paket sabu-sabu ke penjara yang beralamat di Jalan Letkol Istiqlah tersebut.

Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatnarkoba Kompol Ponzi Indra mengatakan, ketiganya mengaku mendapatkan barang dari MN. ”Keberadaan MN inilah yang sedang kita cari. Dia bisa mengambil barang dan memasukkan narkoba ke Lapas,’’ kata Ponzi. 

Dari hasil penyelidikan sementara, jelas Ponzi, barang tersebut didapat dari seseorang di Bondowoso. Untuk mengelabui petugas, transaksi sabu antara MN dan orang Bondowoso tersebut memakai sistem ranjau di Muncar. ”Transaksinya tidak langsung, MN hanya tinggal mengambil dan melemparkan ke dalam lapas,” ungkapnya.

Ponzi menambahkan, barang bukti (BB) sebanyak 20 paket sabu dengan berat sekitar 5 gram sudah diamankan.  ”Penyidik masih menimbang lagi berapa berat bersih barang tersebut,” imbuhnya.

Meski masih menjalani hukuman, perkaranya tetap diproses. Ketiganya juga terancam hukuman lebih lama. ”Ketiganya akan menjalani masa hukuman yang sebelumnya dan ditambah dengan kasus baru yang kini menjeratnya,” tegas Ponzi.

Seperti diberitakan, Lapas Banyuwangi jadi sasaran empuk penyelundupan narkoba. Orang luar begitu mudah memasukkan narkoba ke penjara. Yang terbaru adalah modus penyelundupan sabu-sabu memakai bola tenis. Sebanyak 20 paket sabu dimasukkan bola tenis lalu dilempar ke dalam lapas.

Modus baru ini terungkap Minggu malam lalu (25/4). Tiga narapidana ditangkap pihak pengamanan lapas karena terlibat jual-beli sabu-sabu. Mereka adalah Krisna Giri Purnama, warga Srono; serta Ahmad Jumanto dan Budi Hariono, keduanya warga Muncar. Jumanto divonis empat tahun satu bulan penjara dan Budi Hariono tujuh tahun penjara. Sementara Krisna Giri Purnama terlibat dua kasus, narkoba yang divonis empat tahun dan pil trex dihukum satu tahun penjara. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Sekolah Hati-Hati Tentukan Prodi SNMPTN

Mengenal USG Abdomen

Artikel Terbaru

/