alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Didominasi Kejahatan Jalanan dan Narkoba

BANYUWANGI – Kasus kejahatan jalanan dan narkoba masih mendominasi pengungkapan kasus sepanjang tahun 2021. Total ada 567 kasus yang masuk dan yang berhasil diselesaikan sebanyak 524 kasus. Sedangkan di tahun 2020, laporan masuk 560 kasus, yang diselesaikan 472 kasus.

Pengungkapan kasus narkoba di tahun 2020 hanya 154 kasus. Sedangkan di tahun 2021 mencapai 218 kasus dengan sejumlah barang bukti (BB) narkoba jenis sabu mencapai 986,32 gram atau 560 paket.

Sejak 2020 hingga 2021, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap kasus yang cukup besar. Setidaknya ada enam kasus besar yang berhasil diungkap. Di antaranya kasus uang palsu (upal) dengan mata uang asing dan rupiah, illegal fishing, pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian motor (curanmor). 

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan, pengungkapan kasus di tahun 2021 memang mengalami peningkatan di tahun 2020 lalu. Peningkatan tersebut sekitar 12,6 persen. ”Kasus yang mendominasi masih kejahatan jalanan dan  narkoba,” katanya.

Untuk kasus kejahatan jalanan tersebut, jelas Nasrun, memang ada beberapa jenis meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), penganiayaan berat (anirat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

”Ada beberapa kasus besar juga yang telah berhasil diungkap oleh anggota dengan metode preemtif dan preventif, sejak di tahun 2020 hingga 2021 ada upal, illegal fishing, curat dan curanmor di puluhan tempat kejadian perkara (TKP),” terangnya.

Bukan hanya kejahatan jalanan, kasus narkoba juga berhasil diungkap dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Tahun 2021 ada 218 kasus yang masuk dan berhasil diungkap seluruhnya. ”Dalam pengungkapan kasus narkoba di tahun 2020 lalu, hanya 154 kasus. Dalam pengungkapan tersebut, merupakan keaktifan para anggota yang ada di lapangan,” ungkapnya.

Dalam kasus narkoba paling banyak jenis sabu-sabu  dengan jumlah BB mencapai 986,32 gram atau 560 paket. Bahkan, ada juga ekstasi, trihexyphenidyl, dextro, ganja, dan tembakau sintetis gorila yang berhasil diamankan. ”Beberapa alat yang digunakan dan juga kendaraan yang digunakan oleh para pengedar narkoba juga berhasil diamankan,” paparnya.

Selain itu, ada juga kasus investasi bodong dan penungkapan illegal fishing. Kasus perjudian dengan sejumlah modus baik perjudian sabung ayam, bilyar, judi cap ji kie, togel, dan domino berhasil diungkap. ”Pengungkapan kasus tersebut untuk menjaga situasi Kamtibmas dalam keadaan aman terkendali,” kata Nasrun.

Nasrun berharap situasi kondusif di Banyuwangi dapat terus dijaga bersama melalui sinergisitas seluruh pihak. Dia juga berharap pandemi segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas dengan normal dan memulihkan keadaan. ”Kami berharap kondusivitas wilayah tetap terjaga,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Kasus kejahatan jalanan dan narkoba masih mendominasi pengungkapan kasus sepanjang tahun 2021. Total ada 567 kasus yang masuk dan yang berhasil diselesaikan sebanyak 524 kasus. Sedangkan di tahun 2020, laporan masuk 560 kasus, yang diselesaikan 472 kasus.

Pengungkapan kasus narkoba di tahun 2020 hanya 154 kasus. Sedangkan di tahun 2021 mencapai 218 kasus dengan sejumlah barang bukti (BB) narkoba jenis sabu mencapai 986,32 gram atau 560 paket.

Sejak 2020 hingga 2021, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap kasus yang cukup besar. Setidaknya ada enam kasus besar yang berhasil diungkap. Di antaranya kasus uang palsu (upal) dengan mata uang asing dan rupiah, illegal fishing, pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian motor (curanmor). 

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan, pengungkapan kasus di tahun 2021 memang mengalami peningkatan di tahun 2020 lalu. Peningkatan tersebut sekitar 12,6 persen. ”Kasus yang mendominasi masih kejahatan jalanan dan  narkoba,” katanya.

Untuk kasus kejahatan jalanan tersebut, jelas Nasrun, memang ada beberapa jenis meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), penganiayaan berat (anirat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

”Ada beberapa kasus besar juga yang telah berhasil diungkap oleh anggota dengan metode preemtif dan preventif, sejak di tahun 2020 hingga 2021 ada upal, illegal fishing, curat dan curanmor di puluhan tempat kejadian perkara (TKP),” terangnya.

Bukan hanya kejahatan jalanan, kasus narkoba juga berhasil diungkap dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Tahun 2021 ada 218 kasus yang masuk dan berhasil diungkap seluruhnya. ”Dalam pengungkapan kasus narkoba di tahun 2020 lalu, hanya 154 kasus. Dalam pengungkapan tersebut, merupakan keaktifan para anggota yang ada di lapangan,” ungkapnya.

Dalam kasus narkoba paling banyak jenis sabu-sabu  dengan jumlah BB mencapai 986,32 gram atau 560 paket. Bahkan, ada juga ekstasi, trihexyphenidyl, dextro, ganja, dan tembakau sintetis gorila yang berhasil diamankan. ”Beberapa alat yang digunakan dan juga kendaraan yang digunakan oleh para pengedar narkoba juga berhasil diamankan,” paparnya.

Selain itu, ada juga kasus investasi bodong dan penungkapan illegal fishing. Kasus perjudian dengan sejumlah modus baik perjudian sabung ayam, bilyar, judi cap ji kie, togel, dan domino berhasil diungkap. ”Pengungkapan kasus tersebut untuk menjaga situasi Kamtibmas dalam keadaan aman terkendali,” kata Nasrun.

Nasrun berharap situasi kondusif di Banyuwangi dapat terus dijaga bersama melalui sinergisitas seluruh pihak. Dia juga berharap pandemi segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas dengan normal dan memulihkan keadaan. ”Kami berharap kondusivitas wilayah tetap terjaga,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/