alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Wamenag Zainud Tauhid Serukan Moderasi Beragama

BANYUWANGI Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia Zainud Tauhid melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi Sabtu (26/3/2022). Dalam kunjungan ke kabupaten the Sunrise of Java, dia mengingatkan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa.

Wamenag Zainud mengatakan, saat ini moderasi beragama menjadi hal penting dalam kehidupan berbangsa. “Kita harus menjaga kerukunan di tengah umat yang majemuk dan bhineka ini. Tanpa kerukunan, maka akan sulit pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah akan berhasil,” ujarnya di hadapan para Kepala Kantor Urusan Agama dan Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Negeri se-Banyuwangi.

Zainud Tauhid juga menjelaskan, bahwa program moderasi beragama yang dicanangkan di Indonesia menjadi perhatian sejumlah negara. Salah satunya adalah Arab Saudi. “Beberapa waktu lalu, Menteri Urusan Agama, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi berkunjung ke Indonesia. Beliau menyebutkan jika program moderasi beragama juga sedang digalakkan di negaranya,” ungkapnya.

Moderasi Beragama, lanjut Zainud Tauhid, terdiri dari beberapa nilai. Seperti halnya tawasut (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (berimbang). “Dengan penerapan nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat, maka tidak akan ada lagi permusuhan dan perpecahan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Wakil Bupati Sugirah yang turut mendampingi kunjungan tersebut menambahkan bahwa moderasi beragama yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat itu selaras dengan program Banyuwangi Rebound. “Ada tiga pilar dalam Banyuwangi Rebound. Salah satunya adalah merajut harmoni. Sebagaimana tujuan dari moderasi beragama, ini juga menginginkan kehidupan yang selaras, damai dan rukun di tengah masyarakat,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Sugirah, Banyuwangi senantiasa menjalin komunikasi dengan semua pemuka agama, tokoh masyarakat dan stakeholder yang ada di masyarakat. Dari komunikasi tersebut, berbagai persoalan yang berkecamuk di tengah masyarakat dapat dicegah dan segera bisa diselesaikan secara damai. “Alhamdulillah, ketika ada permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, segera bisa diselesaikan. Ini berkat komunikasi yang intens antar semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

BANYUWANGI Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia Zainud Tauhid melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi Sabtu (26/3/2022). Dalam kunjungan ke kabupaten the Sunrise of Java, dia mengingatkan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa.

Wamenag Zainud mengatakan, saat ini moderasi beragama menjadi hal penting dalam kehidupan berbangsa. “Kita harus menjaga kerukunan di tengah umat yang majemuk dan bhineka ini. Tanpa kerukunan, maka akan sulit pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah akan berhasil,” ujarnya di hadapan para Kepala Kantor Urusan Agama dan Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Negeri se-Banyuwangi.

Zainud Tauhid juga menjelaskan, bahwa program moderasi beragama yang dicanangkan di Indonesia menjadi perhatian sejumlah negara. Salah satunya adalah Arab Saudi. “Beberapa waktu lalu, Menteri Urusan Agama, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi berkunjung ke Indonesia. Beliau menyebutkan jika program moderasi beragama juga sedang digalakkan di negaranya,” ungkapnya.

Moderasi Beragama, lanjut Zainud Tauhid, terdiri dari beberapa nilai. Seperti halnya tawasut (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (berimbang). “Dengan penerapan nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat, maka tidak akan ada lagi permusuhan dan perpecahan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Wakil Bupati Sugirah yang turut mendampingi kunjungan tersebut menambahkan bahwa moderasi beragama yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat itu selaras dengan program Banyuwangi Rebound. “Ada tiga pilar dalam Banyuwangi Rebound. Salah satunya adalah merajut harmoni. Sebagaimana tujuan dari moderasi beragama, ini juga menginginkan kehidupan yang selaras, damai dan rukun di tengah masyarakat,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Sugirah, Banyuwangi senantiasa menjalin komunikasi dengan semua pemuka agama, tokoh masyarakat dan stakeholder yang ada di masyarakat. Dari komunikasi tersebut, berbagai persoalan yang berkecamuk di tengah masyarakat dapat dicegah dan segera bisa diselesaikan secara damai. “Alhamdulillah, ketika ada permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, segera bisa diselesaikan. Ini berkat komunikasi yang intens antar semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/