alexametrics
24.2 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Dermaga 4 Ketapang Diresmikan, Gerakkan Ekonomi Jatim, Bali, dan NTB

KALIPURO – Dermaga Mobile Bridge (MB) 4 Pelabuhan ASDP Ketapang kemarin (26/10) diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Keberadaan dermaga tersebut diharapkan bisa menggerakkan perekonomian di beberapa wilayah, baik Jawa Timur, Bali, maupun NTB.

Peresmian dermaga baru tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono dan Direktur Teknik dan Fasilitas PT ASDP Kusnadi Chandra Wijaya. Selain meresmikan dermaga yang dibangun oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Khofifah juga masuk ke dalam KMP Dharma Ferry IX yang sedang mengangkut penumpang di dermaga MB 4. ”Dermaga ini akan menjadi penyambung antardaerah, antara Jawa Timur dengan NTB. Ini akan sangat membantu sirkulasi masyarakat dan mobilitas logistik yang membutuhkan percepatan,” kata Khofifah.

Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang dipercaya oleh pemerintah pusat untuk mengelola beberapa akses transportasi. Mulai lapangan udara di Malang, dermaga di Probolinggo, dan juga dermaga MB 4 di Pelabuhan Ketapang untuk menjalankan Long Distance Ferry (LDF). ”Kita harapkan ini bisa berjalan dengan efektif. Masyarakat yang menyediakan barang dan jasa dengan tujuan Lombok bisa lebih nyaman, sehingga menggerakkan ekonomi wilayah di sekitarnya, terutama Jawa timur,” kata Khofifah.

Dengan rute Ketapang–Lembar, Bali juga ikut mendapatkan imbas positif. Minimal, kendaraan berat yang melalui jalan-jalan di Bali berkurang sehingga kerusakan infrastruktur bisa diminimalisasi. Dampak lainya, Bali bisa lebih fokus untuk melayani wisatawan. ”Semuanya juga dilakukan secara cashless. Ini bisa menghindari percaloan dan memberi nilai tambah untuk mereka yang memanfaatkan,” kata Khofifah.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono menambahkan, pembangunan dermaga MB 4 menggunakan APBD Dishub Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dengan Jawa Timur. Ke depan, Dishubprov berharap bisa mengembangkan banyak pelabuhan. Saat ini ada 126 pulau di Jawa Timur yang membutuhkan akses konektivitas. ”Keberadaan dermaga ini sangat efisien, truk tinggal masuk saja, tidak perlu bongkar muat di luar. Langsung sampai pelabuhan tujuan,” tegasnya.

Di dermaga MB 4, ada empat KMP yang melayani pelayaran, yaitu KMP Parama Kalyani, KMP Jambo X, KMP Tunu Pratama Jaya, dan KMP Dharma Ferry IX. Dalam seminggu, ada 17 kali pelayanan yang beroperasi untuk rute Ketapang–Lembar dengan waktu tempuh 12 jam untuk satu kali perjalanan. ”Low factor rute ini antara 70 hingga 80 persen. Multiplier effect-nya, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan NTB,” jelas Direktur Teknik dan Fasilitas PT ASDP Kusnadi Chandra Wijaya

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, keberadaan dermaga MB 4 merupakan infrastruktur strategis. Dampaknya cukup berpengaruh untuk Banyuwangi, baik dari segi ekonomi maupun pariwisata. Kapal yang beroperasi di dermaga MB 4 bisa menjadi penghubung Banyuwangi dengan wilayah Indonesia Tengah dan Timur. ”Kita berharap rute ini berdampak dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Banyuwangi. Apalagi jika nanti ada exit tol Probowangi, bisa semakin mempercepat distribusi kendaraan,” jelasnya.

Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banyuwangi Sunaryo menambahkan, okupansi rute Ketapang–Lembar selama ini cukup stabil. Untuk menghemat waktu, sopir logistik memilih menggunakan jalur LDF daripada menempuh jalur darat lewat Bali. ”Kita gunakan Dharma Ferry IX yang sebelumnya beroperasi di rute Padang Bai–Lembar. Kendaraan logistik rata-rata di atas 90 persen,” kata Sunaryo. 

KALIPURO – Dermaga Mobile Bridge (MB) 4 Pelabuhan ASDP Ketapang kemarin (26/10) diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Keberadaan dermaga tersebut diharapkan bisa menggerakkan perekonomian di beberapa wilayah, baik Jawa Timur, Bali, maupun NTB.

Peresmian dermaga baru tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono dan Direktur Teknik dan Fasilitas PT ASDP Kusnadi Chandra Wijaya. Selain meresmikan dermaga yang dibangun oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Khofifah juga masuk ke dalam KMP Dharma Ferry IX yang sedang mengangkut penumpang di dermaga MB 4. ”Dermaga ini akan menjadi penyambung antardaerah, antara Jawa Timur dengan NTB. Ini akan sangat membantu sirkulasi masyarakat dan mobilitas logistik yang membutuhkan percepatan,” kata Khofifah.

Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang dipercaya oleh pemerintah pusat untuk mengelola beberapa akses transportasi. Mulai lapangan udara di Malang, dermaga di Probolinggo, dan juga dermaga MB 4 di Pelabuhan Ketapang untuk menjalankan Long Distance Ferry (LDF). ”Kita harapkan ini bisa berjalan dengan efektif. Masyarakat yang menyediakan barang dan jasa dengan tujuan Lombok bisa lebih nyaman, sehingga menggerakkan ekonomi wilayah di sekitarnya, terutama Jawa timur,” kata Khofifah.

Dengan rute Ketapang–Lembar, Bali juga ikut mendapatkan imbas positif. Minimal, kendaraan berat yang melalui jalan-jalan di Bali berkurang sehingga kerusakan infrastruktur bisa diminimalisasi. Dampak lainya, Bali bisa lebih fokus untuk melayani wisatawan. ”Semuanya juga dilakukan secara cashless. Ini bisa menghindari percaloan dan memberi nilai tambah untuk mereka yang memanfaatkan,” kata Khofifah.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono menambahkan, pembangunan dermaga MB 4 menggunakan APBD Dishub Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dengan Jawa Timur. Ke depan, Dishubprov berharap bisa mengembangkan banyak pelabuhan. Saat ini ada 126 pulau di Jawa Timur yang membutuhkan akses konektivitas. ”Keberadaan dermaga ini sangat efisien, truk tinggal masuk saja, tidak perlu bongkar muat di luar. Langsung sampai pelabuhan tujuan,” tegasnya.

Di dermaga MB 4, ada empat KMP yang melayani pelayaran, yaitu KMP Parama Kalyani, KMP Jambo X, KMP Tunu Pratama Jaya, dan KMP Dharma Ferry IX. Dalam seminggu, ada 17 kali pelayanan yang beroperasi untuk rute Ketapang–Lembar dengan waktu tempuh 12 jam untuk satu kali perjalanan. ”Low factor rute ini antara 70 hingga 80 persen. Multiplier effect-nya, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan NTB,” jelas Direktur Teknik dan Fasilitas PT ASDP Kusnadi Chandra Wijaya

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, keberadaan dermaga MB 4 merupakan infrastruktur strategis. Dampaknya cukup berpengaruh untuk Banyuwangi, baik dari segi ekonomi maupun pariwisata. Kapal yang beroperasi di dermaga MB 4 bisa menjadi penghubung Banyuwangi dengan wilayah Indonesia Tengah dan Timur. ”Kita berharap rute ini berdampak dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Banyuwangi. Apalagi jika nanti ada exit tol Probowangi, bisa semakin mempercepat distribusi kendaraan,” jelasnya.

Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banyuwangi Sunaryo menambahkan, okupansi rute Ketapang–Lembar selama ini cukup stabil. Untuk menghemat waktu, sopir logistik memilih menggunakan jalur LDF daripada menempuh jalur darat lewat Bali. ”Kita gunakan Dharma Ferry IX yang sebelumnya beroperasi di rute Padang Bai–Lembar. Kendaraan logistik rata-rata di atas 90 persen,” kata Sunaryo. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/