alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Waspadai Penjahat Nekat Jelang Lebaran

GAMBIRAN –  Tensi kejahatan jelang Lebaran mulai naik. Pelaku kejahatan tak pandang bulu mencari sasaran. Pelaku nekat menjalankan aksinya meski berada di tempat keramaian. Modusnya pun juga beragam. Ada yang pura-pura menukarkan uang, lalu menjambret tas milik korbannya.

Aksi penjambretan dengan modus berpura-pura menukarkan uang tersebut terjadi di Gambiran, Sabtu lalu (26/5). Korbannya seorang pemilik warung di dekat Rumah sakit (RS) Al Huda, Gmbiran. Dua orang pria berpura-pura menukarkan uang. Begitu pemilik warung lengah, dua orang tersebut membawaa kabur tas berisi uang.

Beruntung aksi dua kakek tersebut berhasil dikejar anggota Satlantas Polres Banyuwangi. Keduanya tertangkap polisi yang sedang menggelar razia lalu lintas di jalan raya Jl. Raya Gambiran. Kedua kakek tersebut  adalah Suprapto,72, warga Dusun Rukem, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh dan Rahmat Hidayat, 63 warga Dusun Gayam Kidul, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Banyuwangi Ipda Heru Selamet mengatakan, siang itu dia bersama anggota tengah melakukan razia kendaraan bermotor di kawasan jalan raya Gambiran. Tepatnya di sebelah selatan RS.Al Huda.

Di tengah kesibukan melakukan razia dan memeriksa surat-surat kendaraan bermotor, tiba-tiba saja dikejutkan suara teriakan salah seorang warga yang tak lain adalah pemilik warung di dekatnya menggelar razia. Korban bernama Kateni mengaku baru saja dijambret sambil menunjuk laju motor Honda Vario dengan nomor polisi P 3745 UD yang dikendarai oleh dua orang pelaku.

Petugas Satlantas yang sedang menggelar razia langsung mengejar kedua pelaku yang mengendarai motor Vario tersebut. ”Salah satu anggota kami yang mengendarai motor langsung mengejar dan berhasil  menghentikan pengendara motor yang berboncengan tersebut,” ungkap  Heru Slamet.

Setelah dihentikan, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang berboncengan menggunakan motor Vario warna merah tersebut. Dari tangan kedua kakek itu polisi menemukan sebuah dompet yang diduga milik korban, Kateni.

Pelaku merencanakan sasaran atau target pencurian dengan modus tukar uang. Saat korban melayani pembeli itulah, salah seorang pelaku masuk ke dalam warung dengan alasan tukar uang pecahan Rp 20 ribu. Ketika korban sedang  mengambil uang pecahan dari dalam kotak, pelaku mengambil dompet milik korban lalu kabur.  “Saat pelaku mengambil dompet itulah, anak korban memergoki dan meneriaki maling,” jelasnya.

Setelah berhasil ditangkap, keduanya sempat dibawa ke Mapolsek Genteng. Namun, karena tempat kejadian perkara (TKP) masuk wilayah Kecamatan Gambiran. akhirnya penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Mapolsek Gambiran.

Polisi juga mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 150 ribu serta satu unit motor yang mereka gunakan saat menjalankan aksinya.

Atas semua perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.  “Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus pencurian baru. Apalagi, menjelang hari raya Lebaran,” tandasnya.

GAMBIRAN –  Tensi kejahatan jelang Lebaran mulai naik. Pelaku kejahatan tak pandang bulu mencari sasaran. Pelaku nekat menjalankan aksinya meski berada di tempat keramaian. Modusnya pun juga beragam. Ada yang pura-pura menukarkan uang, lalu menjambret tas milik korbannya.

Aksi penjambretan dengan modus berpura-pura menukarkan uang tersebut terjadi di Gambiran, Sabtu lalu (26/5). Korbannya seorang pemilik warung di dekat Rumah sakit (RS) Al Huda, Gmbiran. Dua orang pria berpura-pura menukarkan uang. Begitu pemilik warung lengah, dua orang tersebut membawaa kabur tas berisi uang.

Beruntung aksi dua kakek tersebut berhasil dikejar anggota Satlantas Polres Banyuwangi. Keduanya tertangkap polisi yang sedang menggelar razia lalu lintas di jalan raya Jl. Raya Gambiran. Kedua kakek tersebut  adalah Suprapto,72, warga Dusun Rukem, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh dan Rahmat Hidayat, 63 warga Dusun Gayam Kidul, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Banyuwangi Ipda Heru Selamet mengatakan, siang itu dia bersama anggota tengah melakukan razia kendaraan bermotor di kawasan jalan raya Gambiran. Tepatnya di sebelah selatan RS.Al Huda.

Di tengah kesibukan melakukan razia dan memeriksa surat-surat kendaraan bermotor, tiba-tiba saja dikejutkan suara teriakan salah seorang warga yang tak lain adalah pemilik warung di dekatnya menggelar razia. Korban bernama Kateni mengaku baru saja dijambret sambil menunjuk laju motor Honda Vario dengan nomor polisi P 3745 UD yang dikendarai oleh dua orang pelaku.

Petugas Satlantas yang sedang menggelar razia langsung mengejar kedua pelaku yang mengendarai motor Vario tersebut. ”Salah satu anggota kami yang mengendarai motor langsung mengejar dan berhasil  menghentikan pengendara motor yang berboncengan tersebut,” ungkap  Heru Slamet.

Setelah dihentikan, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang berboncengan menggunakan motor Vario warna merah tersebut. Dari tangan kedua kakek itu polisi menemukan sebuah dompet yang diduga milik korban, Kateni.

Pelaku merencanakan sasaran atau target pencurian dengan modus tukar uang. Saat korban melayani pembeli itulah, salah seorang pelaku masuk ke dalam warung dengan alasan tukar uang pecahan Rp 20 ribu. Ketika korban sedang  mengambil uang pecahan dari dalam kotak, pelaku mengambil dompet milik korban lalu kabur.  “Saat pelaku mengambil dompet itulah, anak korban memergoki dan meneriaki maling,” jelasnya.

Setelah berhasil ditangkap, keduanya sempat dibawa ke Mapolsek Genteng. Namun, karena tempat kejadian perkara (TKP) masuk wilayah Kecamatan Gambiran. akhirnya penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Mapolsek Gambiran.

Polisi juga mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 150 ribu serta satu unit motor yang mereka gunakan saat menjalankan aksinya.

Atas semua perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.  “Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus pencurian baru. Apalagi, menjelang hari raya Lebaran,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/