alexametrics
23.1 C
Banyuwangi
Tuesday, June 28, 2022

Warga Singojuruh Serahkan Elang Dilindungi

JawaPos.com – Tindakan Didik Abdul Hadi, 40, ini patut diteladani. Warga Dusun Rukem, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, itu menyerahkan burung dilindungi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi, Sabtu (27/1). Sayangnya, burung elang bido (Spilornis cheela) betina yang sudah dewasa tersebut ternyata belum bisa terbang karena terlalu lama dikurung.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) XIV Banyuwangi Vivi Primayanti mengatakan, sebelumnya ada laporan masyarakat mengenai warga yang memelihara burung elang. Padahal, burung elang tersebut merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi negara.

Kemudian, petugas mendatangi lokasi elang tersebut yang berada di Kecamatan Singojuruh. Sesampainya di lokasi, pemilik burung dengan ikhlas menyerahkan elang yang hampir punah tersebut kepada petugas BKSDA.  ”Berdasar UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAH dan ekosistemnya dan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, maka laporan ini ditindaklanjuti kami dengan mendatangi rumah si pemilik. Dan kemudian menyerahkannya kepada kami,” ujar Vivi.

Vivi menjelaskan, jika dilihat dari kondisinya, diduga elang tersebut sudah masuk kategori dewasa. Namun, burung itu tidak bisa terbang dan saat dilepas burung tersebut hanya dapat berjalan dan tidak mengepakkan sayapnya. ”Kemungkinan elang-ular bido tersebut sudah dipelihara dan ditaruh dalam sangkar sejak kecil. Sehingga burung tersebut tidak dapat terbang dan sangat jinak sekali,” ucap Vivi.

Vivi menambahkan, burung tersebut merupakan satwa liar yang di lindungi oleh negara dan penyebarannya meluas di Asia. Di Indonesia, elang bido hampir punah dan harus dilestarikan terutama dari tangan para pemburu liar. Elang itu tidak dapat dipelihara dan wajib dikembalikan kepada negara yang selanjutnya dilepasliarkan ke habitatnya. ”Si pemilik mengaku burung elang itu sebelumnya diberi oleh seorang temannya. Namun saat ditanya, dia enggan menyebut nama temannya itu dan langsung menyerahkannya kepada petugas,” pungkas Vivi.

Setelah diterima BKSDA, burung elang tersebut kemudian dititipkan dan direhabilitasi di Taman Satwa Mirah Fantasia hingga kondisinya kembali membaik. ”Untuk keadaan fisik elang sangat sehat. Elang merupakan top predator dan termasuk dalam golongan hewan karnivora. Untuk nafsu makannya akan terus kami pantau,” tandas Vivi.

JawaPos.com – Tindakan Didik Abdul Hadi, 40, ini patut diteladani. Warga Dusun Rukem, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, itu menyerahkan burung dilindungi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi, Sabtu (27/1). Sayangnya, burung elang bido (Spilornis cheela) betina yang sudah dewasa tersebut ternyata belum bisa terbang karena terlalu lama dikurung.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) XIV Banyuwangi Vivi Primayanti mengatakan, sebelumnya ada laporan masyarakat mengenai warga yang memelihara burung elang. Padahal, burung elang tersebut merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi negara.

Kemudian, petugas mendatangi lokasi elang tersebut yang berada di Kecamatan Singojuruh. Sesampainya di lokasi, pemilik burung dengan ikhlas menyerahkan elang yang hampir punah tersebut kepada petugas BKSDA.  ”Berdasar UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAH dan ekosistemnya dan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, maka laporan ini ditindaklanjuti kami dengan mendatangi rumah si pemilik. Dan kemudian menyerahkannya kepada kami,” ujar Vivi.

Vivi menjelaskan, jika dilihat dari kondisinya, diduga elang tersebut sudah masuk kategori dewasa. Namun, burung itu tidak bisa terbang dan saat dilepas burung tersebut hanya dapat berjalan dan tidak mengepakkan sayapnya. ”Kemungkinan elang-ular bido tersebut sudah dipelihara dan ditaruh dalam sangkar sejak kecil. Sehingga burung tersebut tidak dapat terbang dan sangat jinak sekali,” ucap Vivi.

Vivi menambahkan, burung tersebut merupakan satwa liar yang di lindungi oleh negara dan penyebarannya meluas di Asia. Di Indonesia, elang bido hampir punah dan harus dilestarikan terutama dari tangan para pemburu liar. Elang itu tidak dapat dipelihara dan wajib dikembalikan kepada negara yang selanjutnya dilepasliarkan ke habitatnya. ”Si pemilik mengaku burung elang itu sebelumnya diberi oleh seorang temannya. Namun saat ditanya, dia enggan menyebut nama temannya itu dan langsung menyerahkannya kepada petugas,” pungkas Vivi.

Setelah diterima BKSDA, burung elang tersebut kemudian dititipkan dan direhabilitasi di Taman Satwa Mirah Fantasia hingga kondisinya kembali membaik. ”Untuk keadaan fisik elang sangat sehat. Elang merupakan top predator dan termasuk dalam golongan hewan karnivora. Untuk nafsu makannya akan terus kami pantau,” tandas Vivi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/