alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Sepi Tangkapan Ikan, Nelayan Perbaiki Jaring

RadarBanyuwangi.id – Cuaca buruk dengan angin kencang yang terjadi di laut berdampak terhadap aktivitas nelayan. Sejumlah nelayan di pantai Dusun Pecemengan, Desa/Kecamatan Blimbingsari memilih libur melaut dan memperbaiki jaring tangkapan.

Seperti dilakukan Musawir, salah seorang nelayan setempat. Kemarin (26/8) pria 58 tahun ini memilih memperbaiki jaring miliknya untuk persiapan mencari ikan ketika cuaca sudah kembali bersahabat. ”Sementara ini belum berani melaut karena angin kencang dan ombaknya lumayan tinggi,” ungkapnya.

Musawir mengaku, pergi melaut bukan asal jalan begitu saja, melainkan harus mendapatkan tangkapan ikan. Namun demikian, tetap harus mempertimbangkan kondisi cuaca. Berbeda dengan bekerja di darat, bekerja di laut risikonya jauh lebih besar.

Selama tidak melaut, sebagian besar nelayan mengisi waktu luang dengan membersihkan atau memperbaiki kapal serta jaring ikan yang robek. Untuk memenuhi kebutuhan, para nelayan yang beraktivitas menangkap ikan di pinggiran saja. ”Biasanya berangkat setelah salat Subuh, pagi jam 09.00 sudah pulang,” ujarnya.

Selama ini, kata Musawir, jenis ikan tangkapan yang banyak diperoleh nelayan adalah ikan jenis teribang dan ikan kecil. Walaupun dengan peralatan jaring seadanya, hasil tangkapan nelayan lumayan bisa untuk menyambung hidup sehari-hari. ”Lumayan sehari bisa dapat 10 kilogram,” katanya.

Namun, cuaca tak menentu yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir membuat penghasilan sejumlah nelayan menurun. Dalam kondisi normal, nelayan bisa mendapatkan hasil 15 sampai 30 kilogram ikan sekali melaut. Sementara saat ini hanya sedikit yang bisa diperoleh. ”Kondisi cuaca seperti ini membuat mayoritas nelayan tidak berani melaut,” tandasnya. (ddy/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Cuaca buruk dengan angin kencang yang terjadi di laut berdampak terhadap aktivitas nelayan. Sejumlah nelayan di pantai Dusun Pecemengan, Desa/Kecamatan Blimbingsari memilih libur melaut dan memperbaiki jaring tangkapan.

Seperti dilakukan Musawir, salah seorang nelayan setempat. Kemarin (26/8) pria 58 tahun ini memilih memperbaiki jaring miliknya untuk persiapan mencari ikan ketika cuaca sudah kembali bersahabat. ”Sementara ini belum berani melaut karena angin kencang dan ombaknya lumayan tinggi,” ungkapnya.

Musawir mengaku, pergi melaut bukan asal jalan begitu saja, melainkan harus mendapatkan tangkapan ikan. Namun demikian, tetap harus mempertimbangkan kondisi cuaca. Berbeda dengan bekerja di darat, bekerja di laut risikonya jauh lebih besar.

Selama tidak melaut, sebagian besar nelayan mengisi waktu luang dengan membersihkan atau memperbaiki kapal serta jaring ikan yang robek. Untuk memenuhi kebutuhan, para nelayan yang beraktivitas menangkap ikan di pinggiran saja. ”Biasanya berangkat setelah salat Subuh, pagi jam 09.00 sudah pulang,” ujarnya.

Selama ini, kata Musawir, jenis ikan tangkapan yang banyak diperoleh nelayan adalah ikan jenis teribang dan ikan kecil. Walaupun dengan peralatan jaring seadanya, hasil tangkapan nelayan lumayan bisa untuk menyambung hidup sehari-hari. ”Lumayan sehari bisa dapat 10 kilogram,” katanya.

Namun, cuaca tak menentu yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir membuat penghasilan sejumlah nelayan menurun. Dalam kondisi normal, nelayan bisa mendapatkan hasil 15 sampai 30 kilogram ikan sekali melaut. Sementara saat ini hanya sedikit yang bisa diperoleh. ”Kondisi cuaca seperti ini membuat mayoritas nelayan tidak berani melaut,” tandasnya. (ddy/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/