alexametrics
21.8 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kasus Penyerangan Hakim, Yunus Segera Diadili

BANYUWANGI –  Berkas perkara pelanggaran contempt of court yang dilakukan Muhammad Yunus Wahyudi terhadap Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi akhirnya rampung, Rabu (24/11). Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi menyerahkan berita acara pemeriksaan (BAP) Yunus ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Yunus yang mendapat sebutan aktivis antimasker tinggal menunggu penetapan dari PN Banyuwangi untuk segera menjalani sidang. Dalam kasus sebelumnya, Yunus divonis tiga tahun terkait penyebaran berita hoaks.  ”Berkas sudah kita masukkan ke kejaksaan. Oleh jaksa juga sudah dinyatakan P-21 atau lengkap,” tegas Kapolresta AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo.

Mustijat mengatakan, dengan tuntasnya BAP perkara contempt of court secara otomatis sudah menjadi tanggung jawab Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yang jelas, dalam BAP tetap diterapkan pasal 207 dan 212 KUHP tentang kejahatan terhadap penguasa umum. ”Meski tersangka kasus penyerangan hakim tersebut sudah menjadi terdakwa dalam kasus lain, tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Mustijat.

Kajari Banyuwangi Mohammad Rawi melalui Kasipidsus Edrus mengatakan, berkas Yunus atas penyerangan kepada hakim memang sudah dinyatakan lengkap. Saat ini berkas masih dalam proses pendaftaran ke PN Banyuwangi. ”Kita daftarkan dulu untuk mendapatkan penetapan hakim dan jadwal sidang,” katanya.

Edrus mengatakan, untuk dakwaan terhadap pelanggaran contempt of court tersebut akan segera dibacakan di hadapan majelis hakim. Namun, untuk mengantisipasi terulangnya kembali kejadian serupa, sidang kemungkinan akan dilakukan secara online. ”Kita akan bacakan dakwaan kita kepada Yunus saat dalam proses sidang dilakukan, bahkan untuk pasal yang akan disangkakan juga,” tegasnya.

Kuasa hukum Yunus Wahyudi, Mohammad Sugiono mengatakan, penyerangan yang dilakukan kliennya tersebut sebenarnya aksi spontanitas. Tetapi kliennya ditetapkan atas kasus contempt of court tersebut. ”Kita tetap akan mendampingi. Untuk kasus pemberitaan hoaks masih dalam upaya kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) setelah putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya  menguatkan putusan PN Banyuwangi,” tegasnya. 

BANYUWANGI –  Berkas perkara pelanggaran contempt of court yang dilakukan Muhammad Yunus Wahyudi terhadap Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi akhirnya rampung, Rabu (24/11). Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi menyerahkan berita acara pemeriksaan (BAP) Yunus ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Yunus yang mendapat sebutan aktivis antimasker tinggal menunggu penetapan dari PN Banyuwangi untuk segera menjalani sidang. Dalam kasus sebelumnya, Yunus divonis tiga tahun terkait penyebaran berita hoaks.  ”Berkas sudah kita masukkan ke kejaksaan. Oleh jaksa juga sudah dinyatakan P-21 atau lengkap,” tegas Kapolresta AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo.

Mustijat mengatakan, dengan tuntasnya BAP perkara contempt of court secara otomatis sudah menjadi tanggung jawab Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yang jelas, dalam BAP tetap diterapkan pasal 207 dan 212 KUHP tentang kejahatan terhadap penguasa umum. ”Meski tersangka kasus penyerangan hakim tersebut sudah menjadi terdakwa dalam kasus lain, tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Mustijat.

Kajari Banyuwangi Mohammad Rawi melalui Kasipidsus Edrus mengatakan, berkas Yunus atas penyerangan kepada hakim memang sudah dinyatakan lengkap. Saat ini berkas masih dalam proses pendaftaran ke PN Banyuwangi. ”Kita daftarkan dulu untuk mendapatkan penetapan hakim dan jadwal sidang,” katanya.

Edrus mengatakan, untuk dakwaan terhadap pelanggaran contempt of court tersebut akan segera dibacakan di hadapan majelis hakim. Namun, untuk mengantisipasi terulangnya kembali kejadian serupa, sidang kemungkinan akan dilakukan secara online. ”Kita akan bacakan dakwaan kita kepada Yunus saat dalam proses sidang dilakukan, bahkan untuk pasal yang akan disangkakan juga,” tegasnya.

Kuasa hukum Yunus Wahyudi, Mohammad Sugiono mengatakan, penyerangan yang dilakukan kliennya tersebut sebenarnya aksi spontanitas. Tetapi kliennya ditetapkan atas kasus contempt of court tersebut. ”Kita tetap akan mendampingi. Untuk kasus pemberitaan hoaks masih dalam upaya kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) setelah putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya  menguatkan putusan PN Banyuwangi,” tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/