alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Sidak Layanan Kejaksaan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Tim pengawasan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim), mendadak melakukan sidak di Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, kemarin (24/8). Sidak dilakukan untuk melakukan inspeksi umum dan inspeksi pemantauan pelayanan di Kejari Banyuwangi.

Sidak tersebut dilakukan langsung oleh Asisten Pengawas (aswas) Kejati Jatim, Mahatma Sentanu, dengan didampingi sejumlah tim. Tim yang dikawal Kajari Banyuwangi, Mohammad Rawi memantau seluruh pelayanan dan gedung Kejari Banyuwangi, melihat penerapan pelayanan sesuai SOP (standar operasional prosedur). ”Setelah berkeliling, semua sudah sesuai SOP, Rata-rata hampir 36 Kejari di Kejati Jatim sudah menerapkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP),” ujar Asisten Pengawas (aswas) Kejati Jatim, Mahatma Sentanu.

Adanya PTSP tersebut, jelas Mahatma, bisa membantu masyarakat yang melakukan pengaduan bisa langsung ditangani. Setelah dilayani, baru dilakukan pemeriksaan di ruang pemeriksaan yang sudah disiapkan secara terbuka. ”Tidak ada lagi pemeriksaan dilakukan di dalam ruangan masing-masing jaksa, untuk mengantisipasi adanya jaksa yang melakukan pungli,” katanya.

Dari hasil inspeksi sendiri, masih kata Mahatma, kantor Kejari Banyuwangi ternyata juga cukup bagus, besar dan bersih. Meski memang ada beberapa, gedung bangunan lama. Sehingga, ada beberapa upaya dilakukan pembangunan gedung baru secara pribadi. ”Ada ruang diversi juga membuat pelayanan di Kejari Banyuwangi cukup bagus,” terangnya.

Sedangkan peningkatan SDM (sumber daya manusia) di Kejari Banyuwangi, Mahatma menerangkan bahwa memang harus ditingkatkan. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang harus dan wajib diikuti oleh para jaksa. ”Kajari Banyuwangi juga harus bisa dan mampu membuat seluruh jajaran meningkatkan dalam pelayanan kepada para pencari keadilan,” ungkap mantan Kajari Pekalongan tersebut.

Mahatma berharap, para jajaran jaksa bisa membantu pimpinan untuk bisa melaksanakan pelayanan terbaik. Sehingga, bisa mewujudkan pelayanan WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (wilayah birokrasi bersih melayani). ”Semua harus bisa bekerjasama, dengan saling mendukung dan mewujudkan pelayanan yang terbaik,” jelasnya.

Sementara itu, Mohammad Rawi mengaku upaya perbaikan dalam pelayanan dan fasilitas umum di Kejari Banyuwangi sudah terus dilakukan. Selama setahun kerja, peningkatan pelayanan sudah dilakukan. ”Dimasa pandemi ini, kita juga berupaya membantu masyarakat yang terdampak pandemi,” katanya.

Rawi mengatakan, pihaknya sebenarnya fokus meningkatkan SDM para karyawan dan jaksa Kejari Banyuwangi dengan aktif selalu meningkatkan ibadah. Dengan meningkatkan ibadah ini, mereka bisa tergerak hatinya untuk menciptakan pelayanan terbaik untuk masyarakat Banyuwangi. ”Kita harus optimis dengan meningkatkan ibadah dan memberikan pelayanan dengan hati nurani, bisa mendapatkan predikat WBK,” terangnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Tim pengawasan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim), mendadak melakukan sidak di Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, kemarin (24/8). Sidak dilakukan untuk melakukan inspeksi umum dan inspeksi pemantauan pelayanan di Kejari Banyuwangi.

Sidak tersebut dilakukan langsung oleh Asisten Pengawas (aswas) Kejati Jatim, Mahatma Sentanu, dengan didampingi sejumlah tim. Tim yang dikawal Kajari Banyuwangi, Mohammad Rawi memantau seluruh pelayanan dan gedung Kejari Banyuwangi, melihat penerapan pelayanan sesuai SOP (standar operasional prosedur). ”Setelah berkeliling, semua sudah sesuai SOP, Rata-rata hampir 36 Kejari di Kejati Jatim sudah menerapkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP),” ujar Asisten Pengawas (aswas) Kejati Jatim, Mahatma Sentanu.

Adanya PTSP tersebut, jelas Mahatma, bisa membantu masyarakat yang melakukan pengaduan bisa langsung ditangani. Setelah dilayani, baru dilakukan pemeriksaan di ruang pemeriksaan yang sudah disiapkan secara terbuka. ”Tidak ada lagi pemeriksaan dilakukan di dalam ruangan masing-masing jaksa, untuk mengantisipasi adanya jaksa yang melakukan pungli,” katanya.

Dari hasil inspeksi sendiri, masih kata Mahatma, kantor Kejari Banyuwangi ternyata juga cukup bagus, besar dan bersih. Meski memang ada beberapa, gedung bangunan lama. Sehingga, ada beberapa upaya dilakukan pembangunan gedung baru secara pribadi. ”Ada ruang diversi juga membuat pelayanan di Kejari Banyuwangi cukup bagus,” terangnya.

Sedangkan peningkatan SDM (sumber daya manusia) di Kejari Banyuwangi, Mahatma menerangkan bahwa memang harus ditingkatkan. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang harus dan wajib diikuti oleh para jaksa. ”Kajari Banyuwangi juga harus bisa dan mampu membuat seluruh jajaran meningkatkan dalam pelayanan kepada para pencari keadilan,” ungkap mantan Kajari Pekalongan tersebut.

Mahatma berharap, para jajaran jaksa bisa membantu pimpinan untuk bisa melaksanakan pelayanan terbaik. Sehingga, bisa mewujudkan pelayanan WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (wilayah birokrasi bersih melayani). ”Semua harus bisa bekerjasama, dengan saling mendukung dan mewujudkan pelayanan yang terbaik,” jelasnya.

Sementara itu, Mohammad Rawi mengaku upaya perbaikan dalam pelayanan dan fasilitas umum di Kejari Banyuwangi sudah terus dilakukan. Selama setahun kerja, peningkatan pelayanan sudah dilakukan. ”Dimasa pandemi ini, kita juga berupaya membantu masyarakat yang terdampak pandemi,” katanya.

Rawi mengatakan, pihaknya sebenarnya fokus meningkatkan SDM para karyawan dan jaksa Kejari Banyuwangi dengan aktif selalu meningkatkan ibadah. Dengan meningkatkan ibadah ini, mereka bisa tergerak hatinya untuk menciptakan pelayanan terbaik untuk masyarakat Banyuwangi. ”Kita harus optimis dengan meningkatkan ibadah dan memberikan pelayanan dengan hati nurani, bisa mendapatkan predikat WBK,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/