alexametrics
26.6 C
Banyuwangi
Friday, July 1, 2022

Rumah Warga Ambruk Tertimpa Pohon

BANYUWANGI – Angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang pada Selasa (21/12) lalu, ternyata masih menyisakan duka. Rumah pasangan suami istri (pasutri) Yusuf, 84, dan Mambuah, 82, di Lingkungan Plampang, RT/RW 02, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, yang tertimpa pohon jenis mangga ambruk hingga rata dengan tanah.

Rumah semipermanen itu terpaksa dibongkar karena mengalami kerusakan cukup parah. Yusuf dan Mambuah kini harus menumpang di rumah anak-anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi. Rumah yang didirikan di lahan milik warga itu, kini hanya menjadi kenangan.

”Sudah delapan tahun saya tinggal di tempat ini (rumah yang ambruk, Red), sembari menjaga kebun milik orang. Tetapi saya merasa sangat beruntung, saat kejadian pohon roboh sesaat saya sudah keluar dari rumah,” ujar Yusuf.

Saat itu, jelas Yusuf, dirinya memang sedang istirahat di dalam rumah. Ketika angin kencang menerjang, sejumlah mangga jatuh menimpa genting. ”Buah mangganya dulu jatuh mengenai genting. Ketika cukup banyak buah yang jatuh, saya langsung keluar untuk melihatnya,” katanya.

Beruntung, masih kata Yusuf, saat keluar rumah itulah dia melihat pohon yang berada di sebelah utara rumahnya tumbang. Pohon yang tumbang itu langsung mengenai bagian tengan rumahnya. ”Beruntung istri juga waktu itu sedang berada di rumah tetangga, sehingga tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin mengatakan, untuk meringankan beban ekonomi korban, pihak kepolisian sudah memberikan bantuan berupa paket sembako. ”Kita berikan bantuan untuk mengurangi beban ekonomi, sedangkan untuk rumahnya sementara memang diratakan dengan tanah karena kerusakannya cukup parah,” katanya.

Untuk sementara, jelas Kusmin, korban tinggal di rumah anaknya. Tanah tempat berdiri rumah yang selama ini ditempati pasangan lansia tersebut memang bukan milik pribadi, melainkan milik orang lain. ”Korban hanya penjaga kebun saja, yang memang rumah tersebut dibangunnya untuk memudahkannya menjaga kebun tersebut,” ungkapnya.

Kusmin menambahkan, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Banyuwangi untuk mengupayakan pembangunan rumah milik korban. ”Kita akan berkoordinasi dulu dengan Forpimka. Tentunya, tetap dengan persetujuan pemilik lahan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, angin kencang melanda wilayah Banyuwangi, Selasa (21/12). Angin kencang yang terjadi selama lima jam tersebut menumbangkan sejumlah pohon besar. Ada yang roboh di jalan, menimpa kabel listrik, dan rumah warga. Gara-gara pohon tumbang jalan macet, jaringan listrik di sejumlah tempat juga sempat padam.

BANYUWANGI – Angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang pada Selasa (21/12) lalu, ternyata masih menyisakan duka. Rumah pasangan suami istri (pasutri) Yusuf, 84, dan Mambuah, 82, di Lingkungan Plampang, RT/RW 02, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, yang tertimpa pohon jenis mangga ambruk hingga rata dengan tanah.

Rumah semipermanen itu terpaksa dibongkar karena mengalami kerusakan cukup parah. Yusuf dan Mambuah kini harus menumpang di rumah anak-anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi. Rumah yang didirikan di lahan milik warga itu, kini hanya menjadi kenangan.

”Sudah delapan tahun saya tinggal di tempat ini (rumah yang ambruk, Red), sembari menjaga kebun milik orang. Tetapi saya merasa sangat beruntung, saat kejadian pohon roboh sesaat saya sudah keluar dari rumah,” ujar Yusuf.

Saat itu, jelas Yusuf, dirinya memang sedang istirahat di dalam rumah. Ketika angin kencang menerjang, sejumlah mangga jatuh menimpa genting. ”Buah mangganya dulu jatuh mengenai genting. Ketika cukup banyak buah yang jatuh, saya langsung keluar untuk melihatnya,” katanya.

Beruntung, masih kata Yusuf, saat keluar rumah itulah dia melihat pohon yang berada di sebelah utara rumahnya tumbang. Pohon yang tumbang itu langsung mengenai bagian tengan rumahnya. ”Beruntung istri juga waktu itu sedang berada di rumah tetangga, sehingga tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin mengatakan, untuk meringankan beban ekonomi korban, pihak kepolisian sudah memberikan bantuan berupa paket sembako. ”Kita berikan bantuan untuk mengurangi beban ekonomi, sedangkan untuk rumahnya sementara memang diratakan dengan tanah karena kerusakannya cukup parah,” katanya.

Untuk sementara, jelas Kusmin, korban tinggal di rumah anaknya. Tanah tempat berdiri rumah yang selama ini ditempati pasangan lansia tersebut memang bukan milik pribadi, melainkan milik orang lain. ”Korban hanya penjaga kebun saja, yang memang rumah tersebut dibangunnya untuk memudahkannya menjaga kebun tersebut,” ungkapnya.

Kusmin menambahkan, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Banyuwangi untuk mengupayakan pembangunan rumah milik korban. ”Kita akan berkoordinasi dulu dengan Forpimka. Tentunya, tetap dengan persetujuan pemilik lahan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, angin kencang melanda wilayah Banyuwangi, Selasa (21/12). Angin kencang yang terjadi selama lima jam tersebut menumbangkan sejumlah pohon besar. Ada yang roboh di jalan, menimpa kabel listrik, dan rumah warga. Gara-gara pohon tumbang jalan macet, jaringan listrik di sejumlah tempat juga sempat padam.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/