alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Sering Minta Tumbal, Sengkan Mayit Dipasangi Ban Bekas

BANYUWANGI – Tanjakan menuju Gunung Ijen yang kerap memakan korban jiwa menjadi perhatian khusus sejumlah pihak. Salah satu upaya untuk menekan kecelakaan lalu lintas adalah pemasangan ban bekas di Sengkan Mayit, jalan menikung dekat rest area Gantasan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Kepala Desa Tamansari, Rizal Sahputra mengatakan, pemasangan ban bekas di letter S itu merupakan inisiatif Bumdes setempat bersama warga sekitar. Keputusan pemasangan ban bekas di jalur tikungan Sengkan Mayit tersebut, terang Rizal, juga salah satu rekomendasi keputusan rapat bersama antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kepolisian, dan TNI. “Ini bentuk langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kematian jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Apalagi, lanjut Rizal, selama libur Natal dan tahun baru yang bersamaan dengan libur sekolah ini diprediksi jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Kawah Ijen akan meningkat. Oleh karena itu, pemasangan ban bekas tersebut juga akan ditambah di sepanjang jalur menuju ijen yang dinilai rawan terjadi kecelakaan.

Namun demikian, langkah pemasangan ban bekas itu merupakan salah satu bentuk antisipasi. Ke depan, pihaknya berharap ada rekayasa lalu lintas lain yang lebih aman dan permanen. Sehingga pengunjung atau wisatawan tidak was-was lagi saat hendak berwisata ke gunung Ijen. “Kita juga masih akan tambah lagi dengan memasang rambu-rambu tambahan,” tandasnya.

Sebelumnya, beberapa opsi yang dilakukan Satlantas Polres Banyuwangi sempat memasang rambu-rambu lalu lintas tambahan berupa papan imbauan di sepanjang jalur tanjakan dan menurun. Pasalnya, dari catatan Satlantas, sudah lebih dari empat kali terjadi kecelakaan lalu lintas dan korbannya selalu meninggal dunia.

Yang terakhir adalah peristiwa kecelakaan yang terjadi Minggu (9/12) lalu. Rendy Muhamad Andyka, 17, dan Navilia Vega, 15, warga Jalan Kahuripan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember; Navilia. Keduanya tewas di tikungan Sengkan Mayit. Sedangkan korban luka adalah Novita Febrianti,14 warga Jl Kahuripan gang Rujak, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember.

Ketiga pelajar itu baru pulang dari area tempat wisata alam Kawah Ijen. Mereka sedianya menuju ke arah kota Banyuwangi untuk kemudian pulang ke Jember. Setiba di lokasi kejadian, tepatnya di wilayah Gantasan, yakni perbatasan kawasan hutan dengan kawasan perkebunan, kendaraan yang mereka kendarai mengalami rem blong.

BANYUWANGI – Tanjakan menuju Gunung Ijen yang kerap memakan korban jiwa menjadi perhatian khusus sejumlah pihak. Salah satu upaya untuk menekan kecelakaan lalu lintas adalah pemasangan ban bekas di Sengkan Mayit, jalan menikung dekat rest area Gantasan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Kepala Desa Tamansari, Rizal Sahputra mengatakan, pemasangan ban bekas di letter S itu merupakan inisiatif Bumdes setempat bersama warga sekitar. Keputusan pemasangan ban bekas di jalur tikungan Sengkan Mayit tersebut, terang Rizal, juga salah satu rekomendasi keputusan rapat bersama antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kepolisian, dan TNI. “Ini bentuk langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kematian jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Apalagi, lanjut Rizal, selama libur Natal dan tahun baru yang bersamaan dengan libur sekolah ini diprediksi jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Kawah Ijen akan meningkat. Oleh karena itu, pemasangan ban bekas tersebut juga akan ditambah di sepanjang jalur menuju ijen yang dinilai rawan terjadi kecelakaan.

Namun demikian, langkah pemasangan ban bekas itu merupakan salah satu bentuk antisipasi. Ke depan, pihaknya berharap ada rekayasa lalu lintas lain yang lebih aman dan permanen. Sehingga pengunjung atau wisatawan tidak was-was lagi saat hendak berwisata ke gunung Ijen. “Kita juga masih akan tambah lagi dengan memasang rambu-rambu tambahan,” tandasnya.

Sebelumnya, beberapa opsi yang dilakukan Satlantas Polres Banyuwangi sempat memasang rambu-rambu lalu lintas tambahan berupa papan imbauan di sepanjang jalur tanjakan dan menurun. Pasalnya, dari catatan Satlantas, sudah lebih dari empat kali terjadi kecelakaan lalu lintas dan korbannya selalu meninggal dunia.

Yang terakhir adalah peristiwa kecelakaan yang terjadi Minggu (9/12) lalu. Rendy Muhamad Andyka, 17, dan Navilia Vega, 15, warga Jalan Kahuripan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember; Navilia. Keduanya tewas di tikungan Sengkan Mayit. Sedangkan korban luka adalah Novita Febrianti,14 warga Jl Kahuripan gang Rujak, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember.

Ketiga pelajar itu baru pulang dari area tempat wisata alam Kawah Ijen. Mereka sedianya menuju ke arah kota Banyuwangi untuk kemudian pulang ke Jember. Setiba di lokasi kejadian, tepatnya di wilayah Gantasan, yakni perbatasan kawasan hutan dengan kawasan perkebunan, kendaraan yang mereka kendarai mengalami rem blong.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/