alexametrics
32.1 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Bisa Memantau Gerakan Kapal di Selat Bali

KALIPURO – PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) Ketapang-Gilimanuk memasang alat Automatic Identification System (AIS) untuk memantau pergerakan setiap armada kapal di tengah laut. AIS dipasang untuk melacak pergerakan setiap kapal yang beroperasi di Selat Bali.

AIS merupakan sebuah sistem pelacakan otomatis yang dipasang di setiap kapal. Penggunaan sistem pelayanan tersebut berguna untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal dari jarak jauh. Sehingga dapat dipantau secara maksimal oleh operator AIS yang berada di lantai tiga gedung kantor PT ASDP Ketapang. Alat tersebut juga dapat mengirim data antar-kapal yang berada di wilayah perairan Selat Bali.

General Manager (GM) PT ASDP Ketapang-Gilimanuk Elvi Yoza mengatakan, setiap armada kapal yang beroperasi di lintas penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sudah terpasang AIS. Sehingga setiap pergerakan atau pun posisi kapal dapat terpantau secara detail dengan alat navigasi tersebut. ”Jika ada Kapal Motor Penumpang (KMP) yang kehilangan arah, atau kapal terseret arus, dapat dipantau secara jelas di mana posisinya,” ujar Elvy. 

Baca Juga :  UNBK Hari Pertama Molor 1,5 Jam

Sementara itu, jumlah armada kapal yang berada di lintas penyeberangan Jawa-Bali mencapai 53 unit. Kini, seluruh kapal sudah terpasang peranti AIS. Meski pemantauan pergerakan kapal ini adalah kewenangan PT ASDP, namun yang memiliki otoritas untuk menutup penyeberangan adalah pihak Kesyahbandaran atau Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan  (KUPP) Kelas III Ketapang .

Elvi menjelaskan, setiap kapal yang terpasang alat AIS bisa terpantau posisinya hingga berjarak kurang lebih 10 mil laut. Sehingga, jika ada kapal yang terseret arus atau tenggelam, maka posisi koordinatnya tetap bisa terdeteksi. Alat navigasi ini bisa memberikan keamanan dan kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan dalam menikmati liburan Natal dan Tahun Baru. ”Alat tersebut kami maksimalkan di saat liburan hari besar seperti Natal dan Tahun Baru 2018 maupun angkutan Lebaran. Alat itu juga bisa melihat pergerakan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut,” tandas Elvi.

Baca Juga :  Awas, Begal dan Jambret Merajalela di Banyuwangi

KALIPURO – PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) Ketapang-Gilimanuk memasang alat Automatic Identification System (AIS) untuk memantau pergerakan setiap armada kapal di tengah laut. AIS dipasang untuk melacak pergerakan setiap kapal yang beroperasi di Selat Bali.

AIS merupakan sebuah sistem pelacakan otomatis yang dipasang di setiap kapal. Penggunaan sistem pelayanan tersebut berguna untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal dari jarak jauh. Sehingga dapat dipantau secara maksimal oleh operator AIS yang berada di lantai tiga gedung kantor PT ASDP Ketapang. Alat tersebut juga dapat mengirim data antar-kapal yang berada di wilayah perairan Selat Bali.

General Manager (GM) PT ASDP Ketapang-Gilimanuk Elvi Yoza mengatakan, setiap armada kapal yang beroperasi di lintas penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sudah terpasang AIS. Sehingga setiap pergerakan atau pun posisi kapal dapat terpantau secara detail dengan alat navigasi tersebut. ”Jika ada Kapal Motor Penumpang (KMP) yang kehilangan arah, atau kapal terseret arus, dapat dipantau secara jelas di mana posisinya,” ujar Elvy. 

Baca Juga :  Pastikan Keamanan Obvitnas Kabel Laut Selat Bali, PLN Gandeng TNI AL

Sementara itu, jumlah armada kapal yang berada di lintas penyeberangan Jawa-Bali mencapai 53 unit. Kini, seluruh kapal sudah terpasang peranti AIS. Meski pemantauan pergerakan kapal ini adalah kewenangan PT ASDP, namun yang memiliki otoritas untuk menutup penyeberangan adalah pihak Kesyahbandaran atau Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan  (KUPP) Kelas III Ketapang .

Elvi menjelaskan, setiap kapal yang terpasang alat AIS bisa terpantau posisinya hingga berjarak kurang lebih 10 mil laut. Sehingga, jika ada kapal yang terseret arus atau tenggelam, maka posisi koordinatnya tetap bisa terdeteksi. Alat navigasi ini bisa memberikan keamanan dan kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan dalam menikmati liburan Natal dan Tahun Baru. ”Alat tersebut kami maksimalkan di saat liburan hari besar seperti Natal dan Tahun Baru 2018 maupun angkutan Lebaran. Alat itu juga bisa melihat pergerakan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut,” tandas Elvi.

Baca Juga :  Gapensi Kirim Artco untuk Bencana Banjir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/