Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Pemkab-Bea Cukai Gencar Kampanye Gempur Rokok Ilegal

25 November 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Pemkab-Bea Cukai Gencar Kampanye Gempur Rokok Ilegal

GEMPUR ROKOK ILEGAL: Plt Kadis Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Industri Sih Wahyudi saat membuka sosialisasi gempur rokok ilegal di El Royale Hotel, Senin (22/11). (Sidrotul Muntoha/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Dalam tiga tahun terakhir, tren penerimaan cukai di Bea Cukai Banyuwangi mengalami peningkatan dibandingkan penerimaan pabean yang mengalami penurunan. Realisasi cukai di tahun 2020 yang hanya mencapai Rp 5.584.468.000, pada tahun 2021 naik menjadi Rp 7.830.671.559. 

Hal ini disampaikan oleh Perwakilan Kantor Bea Cukai Banyuwangi I Made Pasek Sugra Yoga dan Leo Tunggal Jesse. Menurut Leo, kenaikan cukai rokok selama tiga tahun terakhir ini harus tetap dijaga. Keberhasilan untuk menjaga pendapatan cukai rokok ini berkat sinergi Pemkab Banyuwangi dan Bea Cukai. Selama di lapangan mereka bekerja luar biasa sehingga bisa terus memberantas peredaran rokok ilegal.

Yang tetap harus diwaspadai adalah semakin tinggi penerimaan cukai rokok tersebut akan menjadi celah tingginya rokok ilegal. ”Oleh sebab itu, kita tidak boleh lengah untuk memberantas peredaran rokok ilegal,” tegas  Leo saat menjadi narasumber Gempur Rokok Ilegal bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi di El Royale Hotel, Senin (22/11) yang dihadiri pelaku industri kecil menengah, pekerja khusus.

Baca juga: PCNU Bentuk Tim Satgas Tanah Wakaf NU

Dalam kesempatan itu, Bea Cukai memberikan edukasi tentang contoh rokok ilegal serta cara membandingkannya dengan rokok yang legal kepada para peserta sosialisasi. Pihaknya mengajak semua pihak untuk ikut menyukseskan program gempur rokok ilegal. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan pelanggaran di bidang cukai. ”Perluasan jaringan sinergi dalam kegiatan pengawasan terus diwujudkan untuk menjamin hak-hak negara dan dipatuhinya ketentuan perundang-undangan di bidang cukai,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi Sih Wahyudi mengatakan, sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat semakin mengetahui bahaya rokok ilegal bagi lingkungan dan negara, serta agar masyarakat dapat ikut serta menggempur rokok ilegal yang ada di Banyuwangi.

”Adanya sosialisasi ini diharapkan dapat menjalin hubungan baik dan sinergi dengan semua pihak demi terciptanya pelayanan dan pengawasan yang lebih baik. Dalam sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Bappeda M. Lukman Hadi,” ujar Sih.

Banyak sektor negara yang pembiayaannya berasal dari penerimaan cukai. Selain dalam hal penerimaan, rokok ilegal juga merugikan kesejahteraan masyarakat secara tidak langsung. Hal itu karena penerimaan dari rokok akan digunakan sebagai dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di tiap daerah. ”DBHCHT sangat berperan penting dalam pembiayaan di berbagai sektor, seperti sektor kesehatan, penegakan hukum, dan kesejahteraan petani maupun pekerja di sektor industri hasil tembakau,” pungkasnya.

(bw/ics/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia