alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Rudapaksa Anak Asuh, Pengasuh Panti Asuhan Dicokok Polisi

RADAR BANYUWANGI – Seorang pengasuh panti asuhan berinisial ZA, warga Siliragung, terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pria berusia 47 tahun itu diamankan lantaran telah mencabuli anak asuhnya sendiri.

Tidak tanggung-tanggung, tersangka mencabuli dua anak perempuan sekaligus. Korban berinisial SK, 18, dan RK, 17, keduanya tercatat sebagai warga Siliragung. Keduanya dicabuli tersangka saat berada di kamar yayasan panti asuhan. ”Kedua korban tercatat yatim piatu sehingga dirawat di panti asuhan tersebut,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kasi Humas Iptu Lita Kurniawan.

Aksi tidak terpuji dilakukan tersangka sejak Maret hingga Desember 2021 lalu. Korban dicabuli dalam waktu yang berbeda. ”Aksinya dilakukan di kamar korban. Tersangka memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya,” kata Lita.

Korban yang geram dengan perbuatan tersangka akhirnya menceritakan kepada anggota keluarganya. Pelapor yang berinisial FR tersebut langsung melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banyuwangi. ”Pelaporan dilakukan pada 10 Mei 2022 lalu, dengan nomor LP/B/153/V/2022/SPKT/Polresta Banyuwangi/Polda Jawa Timur,” jelasnya.

Dari laporan itulah, Unit Renakta Polresta Banyuwangi langsung mengamankan tersangka. Kasus ini sempat ramai di kalangan masyarakat sekitar yayasan. Warga menyesalkan perbuatan bejat ZA. ”Warga merasa geram lantaran tersangka yang dianggap sebagai tokoh masyarakat justru melakukan perbuatan tidak senonoh,” ungkap Lita.

Aparat kepolisian saat itu harus turun tangan untuk mengamankan situasi. Sampai akhirnya, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ZA resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. ”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 pasal 76 dengan ancaman hukuman maksimal  15 tahun penjara,” tegasnya. (rio/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Seorang pengasuh panti asuhan berinisial ZA, warga Siliragung, terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pria berusia 47 tahun itu diamankan lantaran telah mencabuli anak asuhnya sendiri.

Tidak tanggung-tanggung, tersangka mencabuli dua anak perempuan sekaligus. Korban berinisial SK, 18, dan RK, 17, keduanya tercatat sebagai warga Siliragung. Keduanya dicabuli tersangka saat berada di kamar yayasan panti asuhan. ”Kedua korban tercatat yatim piatu sehingga dirawat di panti asuhan tersebut,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kasi Humas Iptu Lita Kurniawan.

Aksi tidak terpuji dilakukan tersangka sejak Maret hingga Desember 2021 lalu. Korban dicabuli dalam waktu yang berbeda. ”Aksinya dilakukan di kamar korban. Tersangka memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya,” kata Lita.

Korban yang geram dengan perbuatan tersangka akhirnya menceritakan kepada anggota keluarganya. Pelapor yang berinisial FR tersebut langsung melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banyuwangi. ”Pelaporan dilakukan pada 10 Mei 2022 lalu, dengan nomor LP/B/153/V/2022/SPKT/Polresta Banyuwangi/Polda Jawa Timur,” jelasnya.

Dari laporan itulah, Unit Renakta Polresta Banyuwangi langsung mengamankan tersangka. Kasus ini sempat ramai di kalangan masyarakat sekitar yayasan. Warga menyesalkan perbuatan bejat ZA. ”Warga merasa geram lantaran tersangka yang dianggap sebagai tokoh masyarakat justru melakukan perbuatan tidak senonoh,” ungkap Lita.

Aparat kepolisian saat itu harus turun tangan untuk mengamankan situasi. Sampai akhirnya, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ZA resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. ”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 pasal 76 dengan ancaman hukuman maksimal  15 tahun penjara,” tegasnya. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/