alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Selama 3 Bulan Terjadi 16 Kecelakaan yang Melibatkan Kereta Api

GIRI – Keselamatan perjalanan kereta api masih menjadi hal yang kerap diabaikan masyarakat pengguna jalan. Ada yang nekat menerobos palang pintu perlintasan hingga mengabaikan rambu peringatan saat melewati perlintasan sebidang.

Sejak awal tahun 2022 hingga bulan ini, PT KAI Daop 9 Jember mencatat terjadi 16 kasus kecelakaan. Pada bulan Januari tercatat ada delapan kasus. Sedangkan bulan Februari dan Maret masing-masing empat kejadian. Kecelakaan terjadi di sepanjang perlintasan Pasuruan hingga Ketapang.

”Kasus kecelakaan KA mencapai 16 kasus. Kejadiannya di perlintasan sebidang maupun di jalur KA. Ada juga kendaraan yang menerobos palang pintu tertutup,” ujar Plh Humas Daop 9 Jember Tohari.

Tohari menyebut, jumlah korban tewas akibat kecelakaan dalam kurun waktu tersebut mencapai 10 orang. Terakhir, peristiwa yang terjadi di jalur KM 8+900, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, kemarin (23/3). Seorang wanita paro baya tanpa identitas tewas akibat tertemper KA Sritanjung saat berjalan di atas rel. ”Jalur di Banyuwangi kecelakaannya memang cukup mendominasi,” katanya.

Menurut Tohari, dari total 16 kejadian di wilayah Daop 9, paling banyak terjadi di Banyuwangi dengan lima kejadian dan dua korban jiwa. Penyebab kecelakaan rata-rata akibat kelalaian maupun kurang hati-hatinya pengguna jalan saat melewati lintasan sebidang KA. ”Faktornya biasanya ada yang menerobos palang pintu perlintasan sebidang, tidak menengok kanan-kiri saat melewati lintasan tanpa palang pintu,” ungkapnya.

Tohari menambahkan, kecelakaan yang melibatkan KA terjadi lantaran banyak warga yang beraktivitas di rel. Ada yang sebatas jalan-jalan maupun berolahraga. ”Jalur kereta api bukan jalan umum. Keselamatan perjalanan kereta api maupun perjalanan umum merupakan tanggung jawab kita bersama. Marilah kita mulai meningkatkan kesadaran tentang keselamatan perjalanan kereta api,” imbau Tohari.

GIRI – Keselamatan perjalanan kereta api masih menjadi hal yang kerap diabaikan masyarakat pengguna jalan. Ada yang nekat menerobos palang pintu perlintasan hingga mengabaikan rambu peringatan saat melewati perlintasan sebidang.

Sejak awal tahun 2022 hingga bulan ini, PT KAI Daop 9 Jember mencatat terjadi 16 kasus kecelakaan. Pada bulan Januari tercatat ada delapan kasus. Sedangkan bulan Februari dan Maret masing-masing empat kejadian. Kecelakaan terjadi di sepanjang perlintasan Pasuruan hingga Ketapang.

”Kasus kecelakaan KA mencapai 16 kasus. Kejadiannya di perlintasan sebidang maupun di jalur KA. Ada juga kendaraan yang menerobos palang pintu tertutup,” ujar Plh Humas Daop 9 Jember Tohari.

Tohari menyebut, jumlah korban tewas akibat kecelakaan dalam kurun waktu tersebut mencapai 10 orang. Terakhir, peristiwa yang terjadi di jalur KM 8+900, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, kemarin (23/3). Seorang wanita paro baya tanpa identitas tewas akibat tertemper KA Sritanjung saat berjalan di atas rel. ”Jalur di Banyuwangi kecelakaannya memang cukup mendominasi,” katanya.

Menurut Tohari, dari total 16 kejadian di wilayah Daop 9, paling banyak terjadi di Banyuwangi dengan lima kejadian dan dua korban jiwa. Penyebab kecelakaan rata-rata akibat kelalaian maupun kurang hati-hatinya pengguna jalan saat melewati lintasan sebidang KA. ”Faktornya biasanya ada yang menerobos palang pintu perlintasan sebidang, tidak menengok kanan-kiri saat melewati lintasan tanpa palang pintu,” ungkapnya.

Tohari menambahkan, kecelakaan yang melibatkan KA terjadi lantaran banyak warga yang beraktivitas di rel. Ada yang sebatas jalan-jalan maupun berolahraga. ”Jalur kereta api bukan jalan umum. Keselamatan perjalanan kereta api maupun perjalanan umum merupakan tanggung jawab kita bersama. Marilah kita mulai meningkatkan kesadaran tentang keselamatan perjalanan kereta api,” imbau Tohari.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/