alexametrics
32.1 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

PLN Lakukan Konsultasi Publik di Kalipuro Banyuwangi

BANYUWANGI – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (PLN UIP JBTB) memberikan paparan rencana pembangunan Java Bali Connection (JBC) 500 kV, serta manfaatnya untuk peningkatan keandalan kelistrikan. Hal ini didasari amanat aturan pemerintah nomor 22 tahun 2021.

Hadir dalam konsultasi publik, Camat Kalipuro, Astorik, S.Sos. DLH Kabupaten Banyuwangi, Rudianto S.TP., MT, Lurah Kalipuro, Budi Sarwoto, SH., PKSDAL Universitas Brawijaya, Pejabat Pengendalian K3L PLN UIP JBTB, T.A. Alexander Bulo bersama tim, serta perwakilan masyarakat setempat. 

Pejabat Pengendalian K3L PLN UIP JBTB, T.A. Alexander Bulo menyamapikan, PLN UIP JBTB Transmisi JBC 500 kV akan menyeberangi selat Bali, dengan menggunakan teknologi kabel laut. Saluran Kabel Laut Tegangan Ekstra Tinggi (SKLTET) 500 kV tersebut, direncanakan akan beroperasi pada tahun 2024. Kata dia, dalam sinergi rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional ini, PLN menggelar konsultasi publik di Kecamatan Kalipuro Banyuwangi. “Kami menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, serta akademisi dari Universitas Brawijaya,” ujarnya, kepada koran ini kemarin (24/1).

Baca Juga :  Sebagian Warga Bangsring Tolak Pembangunan Tower SUTET

Camat Kalipuro, Astorik, S.Sos menyampaikan apresiasi kepada PLN dalam konsultasi publik AMDAL kemarin. Ini dalam rangka memperkuat sistem keandalan kelistrikan. Sehingga, sinergi antara PLN dan Pemerintah dapat berjalan dengan baik. Dia juga berharap, pembangunan PSN tersebut, akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar. “Kami mendukung program pemerintah pusat. Dengan adanya konsultasi publik ini dapat memberikan pemahaman secara menyeluruh untuk kami terkait rencana pembangunan Java Bali Connection (JBC) 500 kV. Sehingga kami mengerti tentang pentingnya pembangunan JBC ini,” ucapnya. 

Sementara dalam kesempatan berbeda, General Manager PLN UIP JBTB, Djarot Hutabri, EBS menyampaikan, PLN akan selalu mengusahakan sinergitas yang baik dengan masyarakat maupun Pemerintah setempat. Sehingga, pembangunan JBC 500 kV nantinya akan bermanfaat secara luas untuk masyarakat. Kata Djarot, konsultasi publik ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat secara langsung. Selain itu, juga dapat menambah pemahaman terkait rencana pembangunan PSN ke masyarakat.“Kami sangat mengapreasiasi masyarakat dan pemerintah setempat, dimana konsultasi publik pertengahan Januari lalu berjalan dengan baik. Kami berharap bahwa koordinasi PLN dengan pemerintah setempat, dan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Skema Baru Stimulus Listrik Triwulan II Tahun 2021

Djarot menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN), nantinya akan bermanfaat untuk keandalan kelistrikan di Pulau Jawa dan Bali. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari masyarakat dan Pemerintah setempat. Namun tidak hanya itu, PLN juga selalu memperdulikan masyarakat setempat, utamanya dalam meningkatkan perekonomian. 

Lebih lanjut, Djarot mengungkapkan, pembangunan infrastruktur kelistrikan Java Bali Connection (JBC) 500 kV, nantinya juga dibutuhkan untuk antisipasi beban dengan pasokan energi murah dari pembangkit-pembangkit skala besar di Sistem Jawa. Pembangunan tersebut, juga turut mendukung visi clean and green dari Pemerintah Bali. Dimana pembangkit Bali akan diutamakan menggunakan energi baru terbarukan (EBT). “Tahun 2021 lalu, kami telah membantu melalui program PLN Peduli yang salah satunya berlokasi di Kampung Bambu Papring, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi,” pungkasnya. (jon/adv)

BANYUWANGI – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (PLN UIP JBTB) memberikan paparan rencana pembangunan Java Bali Connection (JBC) 500 kV, serta manfaatnya untuk peningkatan keandalan kelistrikan. Hal ini didasari amanat aturan pemerintah nomor 22 tahun 2021.

Hadir dalam konsultasi publik, Camat Kalipuro, Astorik, S.Sos. DLH Kabupaten Banyuwangi, Rudianto S.TP., MT, Lurah Kalipuro, Budi Sarwoto, SH., PKSDAL Universitas Brawijaya, Pejabat Pengendalian K3L PLN UIP JBTB, T.A. Alexander Bulo bersama tim, serta perwakilan masyarakat setempat. 

Pejabat Pengendalian K3L PLN UIP JBTB, T.A. Alexander Bulo menyamapikan, PLN UIP JBTB Transmisi JBC 500 kV akan menyeberangi selat Bali, dengan menggunakan teknologi kabel laut. Saluran Kabel Laut Tegangan Ekstra Tinggi (SKLTET) 500 kV tersebut, direncanakan akan beroperasi pada tahun 2024. Kata dia, dalam sinergi rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional ini, PLN menggelar konsultasi publik di Kecamatan Kalipuro Banyuwangi. “Kami menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, serta akademisi dari Universitas Brawijaya,” ujarnya, kepada koran ini kemarin (24/1).

Baca Juga :  Bandara Banyuwangi Tutup, Angkasa Pura Buka Posko Layanan Refund

Camat Kalipuro, Astorik, S.Sos menyampaikan apresiasi kepada PLN dalam konsultasi publik AMDAL kemarin. Ini dalam rangka memperkuat sistem keandalan kelistrikan. Sehingga, sinergi antara PLN dan Pemerintah dapat berjalan dengan baik. Dia juga berharap, pembangunan PSN tersebut, akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar. “Kami mendukung program pemerintah pusat. Dengan adanya konsultasi publik ini dapat memberikan pemahaman secara menyeluruh untuk kami terkait rencana pembangunan Java Bali Connection (JBC) 500 kV. Sehingga kami mengerti tentang pentingnya pembangunan JBC ini,” ucapnya. 

Sementara dalam kesempatan berbeda, General Manager PLN UIP JBTB, Djarot Hutabri, EBS menyampaikan, PLN akan selalu mengusahakan sinergitas yang baik dengan masyarakat maupun Pemerintah setempat. Sehingga, pembangunan JBC 500 kV nantinya akan bermanfaat secara luas untuk masyarakat. Kata Djarot, konsultasi publik ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat secara langsung. Selain itu, juga dapat menambah pemahaman terkait rencana pembangunan PSN ke masyarakat.“Kami sangat mengapreasiasi masyarakat dan pemerintah setempat, dimana konsultasi publik pertengahan Januari lalu berjalan dengan baik. Kami berharap bahwa koordinasi PLN dengan pemerintah setempat, dan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Kata Gubernur Khofifah, Banyuwangi Memang Ngangeni

Djarot menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN), nantinya akan bermanfaat untuk keandalan kelistrikan di Pulau Jawa dan Bali. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari masyarakat dan Pemerintah setempat. Namun tidak hanya itu, PLN juga selalu memperdulikan masyarakat setempat, utamanya dalam meningkatkan perekonomian. 

Lebih lanjut, Djarot mengungkapkan, pembangunan infrastruktur kelistrikan Java Bali Connection (JBC) 500 kV, nantinya juga dibutuhkan untuk antisipasi beban dengan pasokan energi murah dari pembangkit-pembangkit skala besar di Sistem Jawa. Pembangunan tersebut, juga turut mendukung visi clean and green dari Pemerintah Bali. Dimana pembangkit Bali akan diutamakan menggunakan energi baru terbarukan (EBT). “Tahun 2021 lalu, kami telah membantu melalui program PLN Peduli yang salah satunya berlokasi di Kampung Bambu Papring, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi,” pungkasnya. (jon/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/