alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Yunus Nyaris Adu Jotos dengan Saksi

 Sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang ITE dengan terdakwa M. Yunus Wahyudi berlangsung ricuh, kemarin. Terdakwa berteriak-teriak di ruang sidang dan nyaris adu jotos dengan saksi di persidangan.

Beruntung ulah Yunus tersebut bisa dilerai oleh petugas Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, aparat kepolisian, dan pengacaranya. Gara-gara kericuhan itu, sidang sempat diskors dan akhirnya ditunda pekan depan.

Agenda sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Saptono kemarin adalah mendengarkan keterangan saksi. Saksi yang dihadirkan adalah Ketua Pemuda Pancasila Banyuwangi Eko Suryono.

Sebelum sidang dimulai, puluhan aparat kepolisian siaga di dalam dan di luar ruang sidang.

Bahkan, para pengunjung diperiksa saat masuk ke dalam ruang persidangan. Seluruh tas bawaan pengunjung sidang diperiksa aparat kepolisian. Tidak terkecuali wartawan yang melakukan peliputan.

Awalnya sidang berjalan lancar. Saksi Eko Suryono dicecar dengan sejumlah pertanyaan dari penasihat hukum terdakwa. Pertanyaan demi pertanyaan dari penasihat hukum Yunus dijawab oleh Eko dengan baik.

                Sidang mulai terlihat tegang saat saksi Eko menjawab pertanyaan Mohammad, salah satu penasihat hukum Yunus dengan nada tinggi.  ”Tolong dicatat. Anda-Anda ini orang cerdas. Jangan pertanyaan yang sudah dijawab ditanyakan kembali,” ujar Eko menjawab pertanyaan penasihat hukum Yunus.

                Mendapati saksi yang mulai terbawa emosi,  Ketua Majelis Hakim Saptono sempat menskors sidang selama satu menit. Hakim minta saksi menenangkan diri. Setelah terlihat tenang, sidang kembali dilanjutkan.

                Kali ini terdakwa Yunus diberi kesempatan untuk bertanya kepada saksi Eko. Baru lima pertanyaan yang dilontarkan Yunus kepada saksi, sidang mulai memanas dan berubah menjadi ricuh. Hingga akhirnya sidang harus diskors cukup lama dan ditunda.

                Kericuhan bermula saat Eko Suryono sebagai saksi terpancing emosi dan tersinggung atas pernyataan Yunus. ”Semoga tangan dan kaki Anda tidak lumpuh selamanya,” ujar Yunus di depan persidangan.

                Saksi Eko mulai terpancing emosi dan menunjuk terdakwa Yunus dengan tangan kirinya. Yunus juga membalas tudingan Eko dengan tangan kanan.

Ketua Majelis Hakim Saptono beberapa kali mengetuk palu sidang memperingatkan saksi dan terdakwa agar tetap tenang.

                Namun, Eko yang sudah terpancing emosi mencoba melakukan klarifikasi. Karena keduanya sudah saling tuding, situasi pun memanas. ”Jadi saya harap Saudara terdakwa dalam menyampaikan pertanyaan bukan pernyataan yang mungkin dapat merugikan saudara sendiri,” tegur Saptono.

                Mendapat peringatan majelis hakim tersebut Yunus justru mengelak. ”Saya ini sudah ditahan, saya mau cerita. Saya tidak takut dengan semua ini. Selalu saya ngomong dikucilkan,” ujar Yunus kepada majelis hakim.

                Peringatan ketua majelis hakim pun tidak dihiraukan. Muhammad, salah satu tim penasihat hukum meminta kliennya agar tetap tenang sambil memegang kedua bahu Yunus. Bukan duduk dan tenang, Yunus justru berdiri sembari berceloteh dan mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh.

                Majelis hakim mengetuk palu sidang tanda diskors. Situasi persidangan memanas dan tidak terkendali. Saksi Eko langsung diberikan pengamanan oleh sekuriti Pengadilan Negeri dan ditarik ke luar ruang sidang.

                Yunus masih tidak mampu menguasai emosinya dan terus berceloteh tak karuan. Penasihat hukum, aparat kepolisian, dan staf Kejaksaan Negeri Banyuwangi ikut menenangkan aktivis LSM asal Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo tersebut.

                Mendapati pernyataan Yunus yang tak karuan, puluhan anggota Banser dan Pagar Nusa yang berada di pintu ruang sidang Garuda juga ikut bereaksi dan mengumandangkan takbir. Anggota Pagar Nusa dan Banser yang mengecam pernyataan Yunus dan mencoba merangsek masuk ke dalam ruang sidang.

                Aparat kepolisian yang berseragam dinas dan berpakaian preman langsung membuat barikade di depan pintu ruang sidang. Sejumlah warga yang berada di dalam ruang sidang juga dikeluarkan oleh aparat agar tidak terjadi keributan yang mengarah pada adu fisik.

                Sidang tidak terkendali. Yunus masih terus berceloteh hingga akhirnya di keluarkan dari persidangan menuju dalam ruang tahanan yang ada di PN Banyuwangi. Beberapa orang anggota Pagar Nusa dan Banser yang sempat terpancing emosi juga mendatangi Yunus, saat digiring menuju ruang tahanan PN Banyuwangi.

                Beruntung salah satu anggota Intelkam Polres Banyuwangi berhasil mencegah dengan memegang tubuh anggota Pagar Nusa yang terbawa emosi tersebut.  Setelah beberapa menit dimasukkan ke dalam sel tahanan, Yunus langsung dibawa keluar dan dimasukkan ke dalam mobil tahanan untuk diantarkan ke Lapas Banyuwangi.

                Setelah beberapa kali negosiasi, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi Eko Suryono akhirnya ditunda. Penundaan sidang dilakukan hakim setelah suasana di PN Banyuwangi kembali mereda. ”Sidang dilanjutkan Selasa depan (30/1) masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,” tandas Saptono sambil mengetuk palu tanda sidang ditutup.

 Sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang ITE dengan terdakwa M. Yunus Wahyudi berlangsung ricuh, kemarin. Terdakwa berteriak-teriak di ruang sidang dan nyaris adu jotos dengan saksi di persidangan.

Beruntung ulah Yunus tersebut bisa dilerai oleh petugas Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, aparat kepolisian, dan pengacaranya. Gara-gara kericuhan itu, sidang sempat diskors dan akhirnya ditunda pekan depan.

Agenda sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Saptono kemarin adalah mendengarkan keterangan saksi. Saksi yang dihadirkan adalah Ketua Pemuda Pancasila Banyuwangi Eko Suryono.

Sebelum sidang dimulai, puluhan aparat kepolisian siaga di dalam dan di luar ruang sidang.

Bahkan, para pengunjung diperiksa saat masuk ke dalam ruang persidangan. Seluruh tas bawaan pengunjung sidang diperiksa aparat kepolisian. Tidak terkecuali wartawan yang melakukan peliputan.

Awalnya sidang berjalan lancar. Saksi Eko Suryono dicecar dengan sejumlah pertanyaan dari penasihat hukum terdakwa. Pertanyaan demi pertanyaan dari penasihat hukum Yunus dijawab oleh Eko dengan baik.

                Sidang mulai terlihat tegang saat saksi Eko menjawab pertanyaan Mohammad, salah satu penasihat hukum Yunus dengan nada tinggi.  ”Tolong dicatat. Anda-Anda ini orang cerdas. Jangan pertanyaan yang sudah dijawab ditanyakan kembali,” ujar Eko menjawab pertanyaan penasihat hukum Yunus.

                Mendapati saksi yang mulai terbawa emosi,  Ketua Majelis Hakim Saptono sempat menskors sidang selama satu menit. Hakim minta saksi menenangkan diri. Setelah terlihat tenang, sidang kembali dilanjutkan.

                Kali ini terdakwa Yunus diberi kesempatan untuk bertanya kepada saksi Eko. Baru lima pertanyaan yang dilontarkan Yunus kepada saksi, sidang mulai memanas dan berubah menjadi ricuh. Hingga akhirnya sidang harus diskors cukup lama dan ditunda.

                Kericuhan bermula saat Eko Suryono sebagai saksi terpancing emosi dan tersinggung atas pernyataan Yunus. ”Semoga tangan dan kaki Anda tidak lumpuh selamanya,” ujar Yunus di depan persidangan.

                Saksi Eko mulai terpancing emosi dan menunjuk terdakwa Yunus dengan tangan kirinya. Yunus juga membalas tudingan Eko dengan tangan kanan.

Ketua Majelis Hakim Saptono beberapa kali mengetuk palu sidang memperingatkan saksi dan terdakwa agar tetap tenang.

                Namun, Eko yang sudah terpancing emosi mencoba melakukan klarifikasi. Karena keduanya sudah saling tuding, situasi pun memanas. ”Jadi saya harap Saudara terdakwa dalam menyampaikan pertanyaan bukan pernyataan yang mungkin dapat merugikan saudara sendiri,” tegur Saptono.

                Mendapat peringatan majelis hakim tersebut Yunus justru mengelak. ”Saya ini sudah ditahan, saya mau cerita. Saya tidak takut dengan semua ini. Selalu saya ngomong dikucilkan,” ujar Yunus kepada majelis hakim.

                Peringatan ketua majelis hakim pun tidak dihiraukan. Muhammad, salah satu tim penasihat hukum meminta kliennya agar tetap tenang sambil memegang kedua bahu Yunus. Bukan duduk dan tenang, Yunus justru berdiri sembari berceloteh dan mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh.

                Majelis hakim mengetuk palu sidang tanda diskors. Situasi persidangan memanas dan tidak terkendali. Saksi Eko langsung diberikan pengamanan oleh sekuriti Pengadilan Negeri dan ditarik ke luar ruang sidang.

                Yunus masih tidak mampu menguasai emosinya dan terus berceloteh tak karuan. Penasihat hukum, aparat kepolisian, dan staf Kejaksaan Negeri Banyuwangi ikut menenangkan aktivis LSM asal Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo tersebut.

                Mendapati pernyataan Yunus yang tak karuan, puluhan anggota Banser dan Pagar Nusa yang berada di pintu ruang sidang Garuda juga ikut bereaksi dan mengumandangkan takbir. Anggota Pagar Nusa dan Banser yang mengecam pernyataan Yunus dan mencoba merangsek masuk ke dalam ruang sidang.

                Aparat kepolisian yang berseragam dinas dan berpakaian preman langsung membuat barikade di depan pintu ruang sidang. Sejumlah warga yang berada di dalam ruang sidang juga dikeluarkan oleh aparat agar tidak terjadi keributan yang mengarah pada adu fisik.

                Sidang tidak terkendali. Yunus masih terus berceloteh hingga akhirnya di keluarkan dari persidangan menuju dalam ruang tahanan yang ada di PN Banyuwangi. Beberapa orang anggota Pagar Nusa dan Banser yang sempat terpancing emosi juga mendatangi Yunus, saat digiring menuju ruang tahanan PN Banyuwangi.

                Beruntung salah satu anggota Intelkam Polres Banyuwangi berhasil mencegah dengan memegang tubuh anggota Pagar Nusa yang terbawa emosi tersebut.  Setelah beberapa menit dimasukkan ke dalam sel tahanan, Yunus langsung dibawa keluar dan dimasukkan ke dalam mobil tahanan untuk diantarkan ke Lapas Banyuwangi.

                Setelah beberapa kali negosiasi, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi Eko Suryono akhirnya ditunda. Penundaan sidang dilakukan hakim setelah suasana di PN Banyuwangi kembali mereda. ”Sidang dilanjutkan Selasa depan (30/1) masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,” tandas Saptono sambil mengetuk palu tanda sidang ditutup.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/