alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Kesadaran Masyarakat Memilah Sampah Masih Minim

JawaPos.com – Ada yang unik dari tradisi warga di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. Setiap Muharram atau Suro, tiga dusun yang meliputi Dusun Jatisari, Dusun Kedunen, dan Dusun Krajan memiliki tradisi selametan dusun. Di antara rangkaian itu, termasuk melarung sesaji di laut.

Seperti yang dilakukan pagi kemarin (22/9) di Dusun Kedunen. Masyarakat bersama warga melakukan arak-arakan gunungan. Mereka mengitari jalan dusun dan terakhir menuju laut. Gunungan yang mereka buat itu berisi berbagai hasil bumi dan juga kepala hewan ternak. Kegiatan ini diikuti warga yang sebagian besar merupakan nelayan dan juga pengunjung. “Gunungan itu diarak keliling bersama warga,” terang Rudi Ali, 40, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Meski acara berlangsung meriah, sayangnya kondisi pantai seperti kurang terjaga. Tampaknya kesadaran para pengunjung terhadap kebersihan area pantai terlihat kurang. Kondisi ini terlihat dengan banyaknya sampah plastik sisa makanan yang tercecer. Sejumlah pengunjung tampak tanpa ragu membuang sampah sembarang tempat. Selain itu, pengelolaan sampah kurang baik. Hal ini pun dibenarkan Rudi. “Ya kemarin ini ada yang membakar sampah di bawah pohon cemara,” ucap Rudi.

Dia mengungkapkan, sejak awal dirinya mendorong agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan pantai. Termasuk dengan pendirian spot selfie menghadap laut. Hal ini karena pemandangan di pantai asri ini sebenarnya cukup bagus. Pandangan mata ke arah timur bisa lepas sedangkan di arah selatan menyisakan pemandangan berupa Tanjung Sembulungan. “Untuk lihat sunrise sangat bagus,” terangnya.

JawaPos.com – Ada yang unik dari tradisi warga di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. Setiap Muharram atau Suro, tiga dusun yang meliputi Dusun Jatisari, Dusun Kedunen, dan Dusun Krajan memiliki tradisi selametan dusun. Di antara rangkaian itu, termasuk melarung sesaji di laut.

Seperti yang dilakukan pagi kemarin (22/9) di Dusun Kedunen. Masyarakat bersama warga melakukan arak-arakan gunungan. Mereka mengitari jalan dusun dan terakhir menuju laut. Gunungan yang mereka buat itu berisi berbagai hasil bumi dan juga kepala hewan ternak. Kegiatan ini diikuti warga yang sebagian besar merupakan nelayan dan juga pengunjung. “Gunungan itu diarak keliling bersama warga,” terang Rudi Ali, 40, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Meski acara berlangsung meriah, sayangnya kondisi pantai seperti kurang terjaga. Tampaknya kesadaran para pengunjung terhadap kebersihan area pantai terlihat kurang. Kondisi ini terlihat dengan banyaknya sampah plastik sisa makanan yang tercecer. Sejumlah pengunjung tampak tanpa ragu membuang sampah sembarang tempat. Selain itu, pengelolaan sampah kurang baik. Hal ini pun dibenarkan Rudi. “Ya kemarin ini ada yang membakar sampah di bawah pohon cemara,” ucap Rudi.

Dia mengungkapkan, sejak awal dirinya mendorong agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan pantai. Termasuk dengan pendirian spot selfie menghadap laut. Hal ini karena pemandangan di pantai asri ini sebenarnya cukup bagus. Pandangan mata ke arah timur bisa lepas sedangkan di arah selatan menyisakan pemandangan berupa Tanjung Sembulungan. “Untuk lihat sunrise sangat bagus,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/