alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

457 CJH Telah Melunasi Biaya Haji

RADAR BANYUWANGI – Hingga batas akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) reguler pada Jumat lalu (20/5),  457 calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi telah melakukan konfirmasi pelunasan.

Dari jumlah 457 tersebut, kuota CJH Banyuwangi masih dimungkinkan bisa bertambah. Pasalnya, pengaturan kuota CJH tahun ini adalah kuota Provinsi Jawa Timur, bukan kuota kabupaten/kota sehingga masih dimungkinkan bertambah. “Kalau penambahannya berapa, kami belum tahu persis. Sebab, yang mengatur kuota adalah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Amak Burhanudin melalui Plt. Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Zaenal Abidin.

Penambahan CJH dimungkinkan akan ditambah dari cadangan yang berjumlah 95 orang. Namun, dari 95 itu yang sudah melakukan pelunasan sebanyak 69 orang. “Kami juga sudah berkonsultasi secara intensif dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Zaenal, pelunasan BPIH sudah ditutup secara serentak di seluruh Indonesia pada 20 Mei 2022 lalu. Dari jumlah 505 yang berhak melakukan pelunasan, 457 orang sudah konfirmasi pelunasan. Sementara, sisanya 48 CJH menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini.

Saat ini Kemenag Banyuwangi masih menunggu pengiriman koper dan penyusunan kloter. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Banyuwangi diminta untuk melakukan penyusunan pra manifes jemaahnya.

Penyusunan pra manifes jemaah tersebut, khusus bagi CJH yang telah melakukan pelunasan BPIH saja. “Setelah pelunasan, CJH akan fokus mengikuti bimbingan manasik haji,” jelasnya.

Bimbingan manasik haji,  lanjut Zaenal, agar CJH Banyuwangi dapat menguasai rukun, wajib, sunah dan larangan dalam melaksanakan ibadah haji. Dengan menguasai rukun wajib dan sunnah serta larangan dalam ibadah haji tersebut, maka pelaksanaan ibadah haji CJH berjalan lancar dan sesuai tuntunan.

Tidak hanya itu, dalam bimbingan manasik haji itu selain diberikan wawasan mengenai rukun, wajib, sunah, serta larangan selama beribadah haji. CJH juga diberikan wawasan tentang cara mengenakan pakaian ihram yang baik dan benar. “Semoga dengan pelaksanaan manasik haji, CJH bisa lebih siap dan tidak mengalami kesulitan selama berada di Tanah Suci hingga kembali pulang ke tanah air,” tandasnya. (ddy/aif)

RADAR BANYUWANGI – Hingga batas akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) reguler pada Jumat lalu (20/5),  457 calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi telah melakukan konfirmasi pelunasan.

Dari jumlah 457 tersebut, kuota CJH Banyuwangi masih dimungkinkan bisa bertambah. Pasalnya, pengaturan kuota CJH tahun ini adalah kuota Provinsi Jawa Timur, bukan kuota kabupaten/kota sehingga masih dimungkinkan bertambah. “Kalau penambahannya berapa, kami belum tahu persis. Sebab, yang mengatur kuota adalah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Amak Burhanudin melalui Plt. Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Zaenal Abidin.

Penambahan CJH dimungkinkan akan ditambah dari cadangan yang berjumlah 95 orang. Namun, dari 95 itu yang sudah melakukan pelunasan sebanyak 69 orang. “Kami juga sudah berkonsultasi secara intensif dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Zaenal, pelunasan BPIH sudah ditutup secara serentak di seluruh Indonesia pada 20 Mei 2022 lalu. Dari jumlah 505 yang berhak melakukan pelunasan, 457 orang sudah konfirmasi pelunasan. Sementara, sisanya 48 CJH menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini.

Saat ini Kemenag Banyuwangi masih menunggu pengiriman koper dan penyusunan kloter. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Banyuwangi diminta untuk melakukan penyusunan pra manifes jemaahnya.

Penyusunan pra manifes jemaah tersebut, khusus bagi CJH yang telah melakukan pelunasan BPIH saja. “Setelah pelunasan, CJH akan fokus mengikuti bimbingan manasik haji,” jelasnya.

Bimbingan manasik haji,  lanjut Zaenal, agar CJH Banyuwangi dapat menguasai rukun, wajib, sunah dan larangan dalam melaksanakan ibadah haji. Dengan menguasai rukun wajib dan sunnah serta larangan dalam ibadah haji tersebut, maka pelaksanaan ibadah haji CJH berjalan lancar dan sesuai tuntunan.

Tidak hanya itu, dalam bimbingan manasik haji itu selain diberikan wawasan mengenai rukun, wajib, sunah, serta larangan selama beribadah haji. CJH juga diberikan wawasan tentang cara mengenakan pakaian ihram yang baik dan benar. “Semoga dengan pelaksanaan manasik haji, CJH bisa lebih siap dan tidak mengalami kesulitan selama berada di Tanah Suci hingga kembali pulang ke tanah air,” tandasnya. (ddy/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/