alexametrics
24.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

BAP Tarian Striptis Lengkap, Status Tersangka J Berubah Jadi Saksi

BANYUWANGI – Penyidik Polresta Banyuwangi melimpahkan berita acara pemeriksaan (BAP) ketiga tersangka kasus tarian striptis ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Dalam pelimpahan BAP tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas sudah P-21 atau lengkap.

Anehnya, dalam pelimpahan BAP tersebut, salah satu tersangka yang telah ditetapkan oleh penyidik Polresta Banyuwangi, statusnya berubah menjadi saksi. Dia adalah J yang diketahui sebagai pengelola Heroes Cafe. Oleh penyidik Polresta Banyuwangi, sejak awal J telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pelimpahan BAP tersebut, status tersangka J  digantikan oleh R. Jumlah tersangka dalam perkara tersebut tetap tiga orang. Mereka adalah I, B, dan R. Tersangka B berperan sebagai penyedia jasa tarian striptis, I sebagai mucikari, sedangkan R sebagai penari striptis.

Pelimpahan BAP tersebut dibenarkan oleh Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Iwan Poerwanto. ”Benar, BAP sudah kita limpahkan ke kejaksaan,” jawab Iwan secara singkat ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Terkait penetapan tersangka J yang digantikan oleh R, Iwan tidak menjawab. Dia seolah enggan memberikan penjelasan terkait penetapan tersangka J yang digantikan  R dalam perkara tersebut.

Kajari Banyuwangi Mohammad Rawi melalui Kasi Intelijen Mardiyono mengatakan, berkas yang sudah masuk tahap II tersebut sudah dinyatakan lengkap. Tidak lama lagi perkara tersebut segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. ”BAP sudah lengkap, tiga tersangka sudah ditahan dan akan segera menjalani sidang,” katanya.

Tersangka dalam perkara tersebut, lanjut Mardiyono, setidaknya ada tiga orang. Ketiganya adalah B, I, dan R yang merupakan penjaga kafe, mucikari, dan penari. ”Untuk tersangka berinisial J hanya sebagai saksi saja, bukan menjadi tersangka,” terangnya.

Mardiyono menambahkan, terkait berubahnya status  tersangka J menjadi saksi bisa diketahui dalam persidangan nanti. ”Silakan diikuti jalannya sidang nanti,” tegasnya.

Polresta Banyuwangi menggerebek Heroes Cafe di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, pada Kamis malam (13/1). Penyidik Satreskrim langsung menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dua orang merupakan pengelola kafe, yaitu I dan J. Satu tersangka lagi seorang mucikari berinisial B. Ketiga tersangka dianggap bertanggung jawab terkait keberadaan dua orang penari striptis yang usianya masih di bawah umur.

Aparat kepolisian langsung menyegel room tempat menari striptis di Heroes Cafe, Desa Jajag, Gambiran. Ada dua room yang dipasang police line, yaitu room 501 dan 502. Pada tahapan rekonstruksi, ada 12 adegan yang dilakukan oleh pemeran pengganti. Mulai dari memperagakan tamu melakukan registrasi di meja kasir hingga adegan dua anak di bawah umur melakukan tarian striptis bersama tamu.

Ketiga tersangka memiliki peran penting atas pertunjukan striptis di kafe tersebut. Dua pengelola mempekerjakan mereka dibantu oleh mucikari. Tersangka I dan J juga meminta 25 persen bayaran dua penari striptis tersebut.  Peran mucikari menawarkan dan memilih siapa yang menari. Dari kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 700 ribu, beberapa botol bir, dan bra milik penari striptis. 

BANYUWANGI – Penyidik Polresta Banyuwangi melimpahkan berita acara pemeriksaan (BAP) ketiga tersangka kasus tarian striptis ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Dalam pelimpahan BAP tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas sudah P-21 atau lengkap.

Anehnya, dalam pelimpahan BAP tersebut, salah satu tersangka yang telah ditetapkan oleh penyidik Polresta Banyuwangi, statusnya berubah menjadi saksi. Dia adalah J yang diketahui sebagai pengelola Heroes Cafe. Oleh penyidik Polresta Banyuwangi, sejak awal J telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pelimpahan BAP tersebut, status tersangka J  digantikan oleh R. Jumlah tersangka dalam perkara tersebut tetap tiga orang. Mereka adalah I, B, dan R. Tersangka B berperan sebagai penyedia jasa tarian striptis, I sebagai mucikari, sedangkan R sebagai penari striptis.

Pelimpahan BAP tersebut dibenarkan oleh Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Iwan Poerwanto. ”Benar, BAP sudah kita limpahkan ke kejaksaan,” jawab Iwan secara singkat ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Terkait penetapan tersangka J yang digantikan oleh R, Iwan tidak menjawab. Dia seolah enggan memberikan penjelasan terkait penetapan tersangka J yang digantikan  R dalam perkara tersebut.

Kajari Banyuwangi Mohammad Rawi melalui Kasi Intelijen Mardiyono mengatakan, berkas yang sudah masuk tahap II tersebut sudah dinyatakan lengkap. Tidak lama lagi perkara tersebut segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. ”BAP sudah lengkap, tiga tersangka sudah ditahan dan akan segera menjalani sidang,” katanya.

Tersangka dalam perkara tersebut, lanjut Mardiyono, setidaknya ada tiga orang. Ketiganya adalah B, I, dan R yang merupakan penjaga kafe, mucikari, dan penari. ”Untuk tersangka berinisial J hanya sebagai saksi saja, bukan menjadi tersangka,” terangnya.

Mardiyono menambahkan, terkait berubahnya status  tersangka J menjadi saksi bisa diketahui dalam persidangan nanti. ”Silakan diikuti jalannya sidang nanti,” tegasnya.

Polresta Banyuwangi menggerebek Heroes Cafe di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, pada Kamis malam (13/1). Penyidik Satreskrim langsung menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dua orang merupakan pengelola kafe, yaitu I dan J. Satu tersangka lagi seorang mucikari berinisial B. Ketiga tersangka dianggap bertanggung jawab terkait keberadaan dua orang penari striptis yang usianya masih di bawah umur.

Aparat kepolisian langsung menyegel room tempat menari striptis di Heroes Cafe, Desa Jajag, Gambiran. Ada dua room yang dipasang police line, yaitu room 501 dan 502. Pada tahapan rekonstruksi, ada 12 adegan yang dilakukan oleh pemeran pengganti. Mulai dari memperagakan tamu melakukan registrasi di meja kasir hingga adegan dua anak di bawah umur melakukan tarian striptis bersama tamu.

Ketiga tersangka memiliki peran penting atas pertunjukan striptis di kafe tersebut. Dua pengelola mempekerjakan mereka dibantu oleh mucikari. Tersangka I dan J juga meminta 25 persen bayaran dua penari striptis tersebut.  Peran mucikari menawarkan dan memilih siapa yang menari. Dari kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 700 ribu, beberapa botol bir, dan bra milik penari striptis. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/