alexametrics
32.1 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Tindak Tegas Beking Tambang Ilegal

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Aksi unjuk rasa ratusan sopir dump truck di depan Mapolresta Banyuwangi Sabtu kemarin (22/1) mendapat tanggapan dari Kapolresta Kombespol Nasrun Pasaribu. Orang nomor satu di jajaran Polresta Banyuwangi  itu akan melakukan evaluasi kepada anggotanya yang disebut-sebut pendemo terlibat dalam praktik tambang galian C ilegal.

       Selain mengevaluasi anggotanya, Nasrun juga akan menidak tegas kepada oknum anggota yang memang terbukti bersalah. Tentunya, tindakan tegas tersebut melalui prosedur sidang disiplin untuk menentukan sanksi kode etik yang akan dikenakan kepada anggota yang bersalah. ”Kita sudah menampung seluruh aspirasi para pengunjukrasa. Ini menjadi masukan dan evaluasi kepada kinerja anggota Polri,” tegas Narsun Pasaribu dihubungi  Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin (23/1).

Baca Juga :  Tedjo: Warga Hanya Menuntut Kesepakatan

Dari masukan itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu kepada para anggotanya. Jika terbukti bersalah, anggota yang melakukan pelanggaran kode etik, akan mendapatkan sanksi tegas. ”Tentunya harus sesuai bukti, jika memang terbukti kita tindak tegas,” katanya.

Nasrun berharap kepada anggotanya tidak terlibat kasus ataupun melakukan pelanggaran.  Dia meminta anggotanya bisa mewujudkan Polri Presisi. ”Anggota bekerja harus sesuai SOP yang ada,” imbuhnya.

Pernyataan tegas Kapolresta tersebut disampaikan merespons permintaan sopir yang tergabung dalam Persatuan Dump Truck Banyuwangi (Perdumpwangi).  Dalam aksi unjuk rasa pukul 13.00 Sabtu kemarin (22/1), sopir dump truck meminta Kapolresta menindak tegas anggota yang berada di balik layar praktik tambang pasir ilegal.

Dalam aksinya, pendemo membawa dump truck. Arus lalu lintas pun terganggu  karena  jalanan menuju Polresta dipenuhi truk. Praktis, sepanjang Jalan Brawijaya dipenuhi dump truck. ”Dalam aksi ini, kami menuntut Polresta Banyuwangi melakukan penataan tambang ilegal, yang tentunya berupa klasifikasi dan pembatasan alat berat di lokasi galian C ilegal,” ujar Koordinator Perdumpwangi, Muhammad Ridwan alias Gus Ridwan.

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan di Jalan Raya Masih Ditemukan

Penataan dilakukan agar keberadaan tambang galian C di Banyuwangi juga bermanfaat. Selama ini, tambang legal di Banyuwangi tidak sampai 10 persen dari seluruh jumlah tambang yang ada. Maka penataan tambang ilegal yang jumlahnya sangat banyak, perlu dilakukan oleh aparat kepolisian.

”Tentunya kebaradaan tambang harus mendukung suplai material dalam pembangunan Banyuwangi, bukan malah tambang ilegal dibekingi oleh anggota polisi,” tegasnya. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Aksi unjuk rasa ratusan sopir dump truck di depan Mapolresta Banyuwangi Sabtu kemarin (22/1) mendapat tanggapan dari Kapolresta Kombespol Nasrun Pasaribu. Orang nomor satu di jajaran Polresta Banyuwangi  itu akan melakukan evaluasi kepada anggotanya yang disebut-sebut pendemo terlibat dalam praktik tambang galian C ilegal.

       Selain mengevaluasi anggotanya, Nasrun juga akan menidak tegas kepada oknum anggota yang memang terbukti bersalah. Tentunya, tindakan tegas tersebut melalui prosedur sidang disiplin untuk menentukan sanksi kode etik yang akan dikenakan kepada anggota yang bersalah. ”Kita sudah menampung seluruh aspirasi para pengunjukrasa. Ini menjadi masukan dan evaluasi kepada kinerja anggota Polri,” tegas Narsun Pasaribu dihubungi  Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin (23/1).

Baca Juga :  Tedjo: Warga Hanya Menuntut Kesepakatan

Dari masukan itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu kepada para anggotanya. Jika terbukti bersalah, anggota yang melakukan pelanggaran kode etik, akan mendapatkan sanksi tegas. ”Tentunya harus sesuai bukti, jika memang terbukti kita tindak tegas,” katanya.

Nasrun berharap kepada anggotanya tidak terlibat kasus ataupun melakukan pelanggaran.  Dia meminta anggotanya bisa mewujudkan Polri Presisi. ”Anggota bekerja harus sesuai SOP yang ada,” imbuhnya.

Pernyataan tegas Kapolresta tersebut disampaikan merespons permintaan sopir yang tergabung dalam Persatuan Dump Truck Banyuwangi (Perdumpwangi).  Dalam aksi unjuk rasa pukul 13.00 Sabtu kemarin (22/1), sopir dump truck meminta Kapolresta menindak tegas anggota yang berada di balik layar praktik tambang pasir ilegal.

Dalam aksinya, pendemo membawa dump truck. Arus lalu lintas pun terganggu  karena  jalanan menuju Polresta dipenuhi truk. Praktis, sepanjang Jalan Brawijaya dipenuhi dump truck. ”Dalam aksi ini, kami menuntut Polresta Banyuwangi melakukan penataan tambang ilegal, yang tentunya berupa klasifikasi dan pembatasan alat berat di lokasi galian C ilegal,” ujar Koordinator Perdumpwangi, Muhammad Ridwan alias Gus Ridwan.

Baca Juga :  Tambang Watu Lungguh Distop, Alat Berat Diamankan

Penataan dilakukan agar keberadaan tambang galian C di Banyuwangi juga bermanfaat. Selama ini, tambang legal di Banyuwangi tidak sampai 10 persen dari seluruh jumlah tambang yang ada. Maka penataan tambang ilegal yang jumlahnya sangat banyak, perlu dilakukan oleh aparat kepolisian.

”Tentunya kebaradaan tambang harus mendukung suplai material dalam pembangunan Banyuwangi, bukan malah tambang ilegal dibekingi oleh anggota polisi,” tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/