alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Pengalaman Terbang ”Istimewa” Bersama HYH (1)

Cocok untuk Businessman, Bonus Panorama Menawan Bumi Blambangan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Terbang rute Banyuwangi–Surabaya pergi pulang (PP). Dengan pesawat carter. Bersama pengusaha sukses Banyuwangi. Dipiloti penerbang berpengalaman dan layanan memuaskan. Hasilnya tak sekadar ”melipat” jarak dan waktu, tetapi juga mendapat bonus panorama menawan di sepanjang yang kami lalui. Serasa jadi sultan sehari.

Benar-benar pengalaman tak terlupakan. Keindahan alam Banyuwangi anugerah Tuhan dapat saya lihat dengan jelas dari ketinggian 12 ribu kaki, Rabu pagi (22/6). Kesempatan yang mungkin hanya tiba sekali seumur hidup itu saya rasakan bersama Manajer Iklan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) M.S. Muntaha atau yang biasa dipanggil Toha. Tepatnya, saat kami berdua dipercaya mendampingi pengusaha sukses Banyuwangi H Haris Yudi Helmi dan istri, yakni Hj Erna Lisa Djohan terbang ke Surabaya.

H Haris Yudi Helmi atau yang biasa disapa HYH sengaja mencarter pesawat untuk pergi ke Surabaya. Pria yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi tersebut menggunakan jasa penyewaan pesawat. Pesawat yang kami tumpangi adalah pesawat Piper Seneca V berkapasitas empat tempat duduk.

Awalnya, rasa dag-dig-dug berkecamuk dalam hati. Terbayang guncangan-guncangan yang akan saya rasakan kali saat pesawat tinggal landas atau saat membelah awan. Namun, saat pesawat keluaran tahun 2017 tersebut tinggal landas di Bandara Banyuwangi pukul 09.47, rasa khawatir itu seketika tereduksi.

Betapa tidak, pesawat yang dipiloti Captain Biyan Barlian dan Co-pilot Muhammad Faiz Almath Al As’ad tersebut berhasil takeoff dengan mulus. Usut punya usut, sang pengendara pesawat yang kami tumpangi ini adalah pilot berpengalaman. Captain Biyan sudah mengantongi 3.800 jam terbang.

Begitu pesawat sudah berada di ketinggian yang sudah ditetapkan, yakni 12 ribu kaki di atas permukaan laut, rasa waswas yang saya rasakan seolah berbalik 180 derajat. Berganti rasa takjub. Kami disuguhi panorama indah kabupaten the Sunrise of Java dari udara. Termasuk kawasan Pantai Boom yang dari ketinggian tampak megah, aktivitas penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk, hingga kawasan Gunung Ijen dan Pulau Tabuhan.

Bukan hanya saya, HYH bersama sang istri tercinta pun sangat menikmati perjalanan ini. Bahkan, pengusaha sukses yang satu ini beberapa kali mengajak sang istri menikmati panorama yang menawan itu dari jendela pesawat.

Sementara itu, HYH mengaku senang dengan adanya jasa penyewaan pesawat yang disediakan API Banyuwangi tersebut. ”Bagus. Semakin banyak alternatif,” ujarnya.

Dia lantas menjelaskan bahwa pada Rabu kemarin dirinya ada keperluan bisnis di Surabaya dan Jakarta. Kebetulan, di hari yang sama, tidak ada jadwal penerbangan pesawat komersial rute Bumi Blambangan–Kota Pahlawan di Bandara Banyuwangi. ”Jadi, dengan adanya pesawat carter seperti ini, kami bisa terbang menyesuaikan kebutuhan, yakni disesuaikan dengan jadwal keperluan kami di kota tujuan,” bebernya.

Singkat cerita, setelah menikmati panorama Bumi Blambangan, kami terbang menuju Surabaya di atas kawasan pantai utara Jatim. Hingga akhirnya, setelah terbang selama kurang lebih satu jam, pesawat berhasil mendarat (landing) dengan mulus di Bandara Juanda pukul 10.50.

BERKESAN: Wartawan JP-RaBa Sigit Hariyadi (kiri) dan Manajer Iklan Sidrotul Muntoha saat menikmati perjalanan Banyuwangi–Surabaya dengan pesawat carter API Banyuwangi. (Sigit Hariyadi/RadarBanyuwangi.id)

Setelah mengantar HYH dan istri menuju kendaraan penjemput di Bandara Juanda, saya dan Toha kembali naik ke pesawat. Kami pulang ke Banyuwangi menumpang pesawat yang sama. Takeoff dari Juanda pukul 11.14 dan mendarat mulus di Bandara Banyuwangi pukul 12.30.

Sementara itu, sebelum saya dan Toha, pengalaman terbang naik pesawat carter juga dirasakan tim JP-RaBa yang lain beberapa hari lalu. Kala itu, tim JP-RaBa yang juga difasilitasi HYH mengelilingi angkasa kabupaten the Sunrise of Java selama satu jam. Selama sejam itu banyak pengalaman dirasakan dan spot yang bisa diabadikan melalui lensa kamera. Salah satunya foto kawasan G-Land yang digunakan sebagai lokasi World Surf Leaguge (WSL). Foto itu menjadi salah satu foto terbaik yang pernah Jawa Pos Radar Banyuwangi miliki. Itulah hasil jepretan fotografer andal JP-RaBa Ramada Kusuma.

Kembali ke penerbangan yang saya rasakan bersama Toha. Masih banyak cerita lain yang bisa kami bagikan kepada para pembaca setia JP-RaBa. Penasaran? Baca di koran harian pagi ini edisi besok (24/6). (aif/c1/bersambung)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Terbang rute Banyuwangi–Surabaya pergi pulang (PP). Dengan pesawat carter. Bersama pengusaha sukses Banyuwangi. Dipiloti penerbang berpengalaman dan layanan memuaskan. Hasilnya tak sekadar ”melipat” jarak dan waktu, tetapi juga mendapat bonus panorama menawan di sepanjang yang kami lalui. Serasa jadi sultan sehari.

Benar-benar pengalaman tak terlupakan. Keindahan alam Banyuwangi anugerah Tuhan dapat saya lihat dengan jelas dari ketinggian 12 ribu kaki, Rabu pagi (22/6). Kesempatan yang mungkin hanya tiba sekali seumur hidup itu saya rasakan bersama Manajer Iklan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) M.S. Muntaha atau yang biasa dipanggil Toha. Tepatnya, saat kami berdua dipercaya mendampingi pengusaha sukses Banyuwangi H Haris Yudi Helmi dan istri, yakni Hj Erna Lisa Djohan terbang ke Surabaya.

H Haris Yudi Helmi atau yang biasa disapa HYH sengaja mencarter pesawat untuk pergi ke Surabaya. Pria yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi tersebut menggunakan jasa penyewaan pesawat. Pesawat yang kami tumpangi adalah pesawat Piper Seneca V berkapasitas empat tempat duduk.

Awalnya, rasa dag-dig-dug berkecamuk dalam hati. Terbayang guncangan-guncangan yang akan saya rasakan kali saat pesawat tinggal landas atau saat membelah awan. Namun, saat pesawat keluaran tahun 2017 tersebut tinggal landas di Bandara Banyuwangi pukul 09.47, rasa khawatir itu seketika tereduksi.

Betapa tidak, pesawat yang dipiloti Captain Biyan Barlian dan Co-pilot Muhammad Faiz Almath Al As’ad tersebut berhasil takeoff dengan mulus. Usut punya usut, sang pengendara pesawat yang kami tumpangi ini adalah pilot berpengalaman. Captain Biyan sudah mengantongi 3.800 jam terbang.

Begitu pesawat sudah berada di ketinggian yang sudah ditetapkan, yakni 12 ribu kaki di atas permukaan laut, rasa waswas yang saya rasakan seolah berbalik 180 derajat. Berganti rasa takjub. Kami disuguhi panorama indah kabupaten the Sunrise of Java dari udara. Termasuk kawasan Pantai Boom yang dari ketinggian tampak megah, aktivitas penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk, hingga kawasan Gunung Ijen dan Pulau Tabuhan.

Bukan hanya saya, HYH bersama sang istri tercinta pun sangat menikmati perjalanan ini. Bahkan, pengusaha sukses yang satu ini beberapa kali mengajak sang istri menikmati panorama yang menawan itu dari jendela pesawat.

Sementara itu, HYH mengaku senang dengan adanya jasa penyewaan pesawat yang disediakan API Banyuwangi tersebut. ”Bagus. Semakin banyak alternatif,” ujarnya.

Dia lantas menjelaskan bahwa pada Rabu kemarin dirinya ada keperluan bisnis di Surabaya dan Jakarta. Kebetulan, di hari yang sama, tidak ada jadwal penerbangan pesawat komersial rute Bumi Blambangan–Kota Pahlawan di Bandara Banyuwangi. ”Jadi, dengan adanya pesawat carter seperti ini, kami bisa terbang menyesuaikan kebutuhan, yakni disesuaikan dengan jadwal keperluan kami di kota tujuan,” bebernya.

Singkat cerita, setelah menikmati panorama Bumi Blambangan, kami terbang menuju Surabaya di atas kawasan pantai utara Jatim. Hingga akhirnya, setelah terbang selama kurang lebih satu jam, pesawat berhasil mendarat (landing) dengan mulus di Bandara Juanda pukul 10.50.

BERKESAN: Wartawan JP-RaBa Sigit Hariyadi (kiri) dan Manajer Iklan Sidrotul Muntoha saat menikmati perjalanan Banyuwangi–Surabaya dengan pesawat carter API Banyuwangi. (Sigit Hariyadi/RadarBanyuwangi.id)

Setelah mengantar HYH dan istri menuju kendaraan penjemput di Bandara Juanda, saya dan Toha kembali naik ke pesawat. Kami pulang ke Banyuwangi menumpang pesawat yang sama. Takeoff dari Juanda pukul 11.14 dan mendarat mulus di Bandara Banyuwangi pukul 12.30.

Sementara itu, sebelum saya dan Toha, pengalaman terbang naik pesawat carter juga dirasakan tim JP-RaBa yang lain beberapa hari lalu. Kala itu, tim JP-RaBa yang juga difasilitasi HYH mengelilingi angkasa kabupaten the Sunrise of Java selama satu jam. Selama sejam itu banyak pengalaman dirasakan dan spot yang bisa diabadikan melalui lensa kamera. Salah satunya foto kawasan G-Land yang digunakan sebagai lokasi World Surf Leaguge (WSL). Foto itu menjadi salah satu foto terbaik yang pernah Jawa Pos Radar Banyuwangi miliki. Itulah hasil jepretan fotografer andal JP-RaBa Ramada Kusuma.

Kembali ke penerbangan yang saya rasakan bersama Toha. Masih banyak cerita lain yang bisa kami bagikan kepada para pembaca setia JP-RaBa. Penasaran? Baca di koran harian pagi ini edisi besok (24/6). (aif/c1/bersambung)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/